
"jungkook, kau tak mau kan eunha terluka?"
Jungkook terus memberontak dari tempat duduknya, ia terus berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangannya.
"Percuma, usaha mu tidak akan berhasil"
"Lepaskan aku!" Bentak jungkook
"Apa? Lepaskan? Mudah saja...asalkan kau menerima tawaran ku" ucap orang itu.
Jungkook tersenyum menyeringai, dia menerjang tubuh orang itu dengan kakinya hingga terpental.
"Uhukk..uhukk..kurang ajar! Kau tak tau diri!!" Marahnya
Dia semakin membabi-buta, mengepalkan tangannya kuat, menghantam tinjuannya ke wajah jungkook tanpa ampun.
Jungkook menundukkan kepalanya, wajahnya banyak terdapat luka memar, bibirnya berdarah akibat tinjuan orang itu.
"Jadi, kau mau menerima tawaran ku?" Tanyanya lagi
Jungkook masih tak menjawab pertanyaan itu, dia hanya menundukkan kepalanya.
"Lihatlah" ujarnya
"Emphh! Emphh!"
Dua orang penjaga membawa eunha masuk dalam keadaan yang masih terikat dengan tali, mulutnya di ikat dengan kain agar ia tak bisa bicara.
"Eunha!" Teriak jungkook
Dia mencoba memberontak lagi setelah melihat eunha yang terikat.
____
"Ughh..dimana aku.." gumam tzuyu
Dia berdiri mencari bantuan, tak lama kemudian ada cahaya senter yang meneranginya.
"Hei! Kau baik-baik saja?" Ucap orang itu
Tzuyu masih tak bisa melihat jelas orang yang ada di hadapannya, yang dia tahu hanya ada dua orang di depannya.
Dua orang itu menggendong tzuyu dan membawanya pergi.
"Aku dimana" gumam tzuyu
"Nona! Sadarlah!" Ucap orang itu
"Kau siapa?" Tanya tzuyu
"Kau tak ingat aku? Aku salah satu maid yang pernah bekerja di rumah tuan jungkook dulu...nama ku sohyun" ucapnya
Tzuyu mengangguk kemudian kembali bertanya "bagaimana bisa aku sampai di sini?" Tanya tzuyu
"Kami menemukan mu di pinggiran hutan" jawab kai
Tzuyu melihat laki-laki yang berbicara tadi, dia mengamati laki-laki yang sedang mengemudi itu.
"Hei, ada apa dengan mu, jangan melihat ku seperti itu, sangat menyeramkan" tawanya
Tzuyu sangat terkejut ketika melihat wajahnya "k-kai!" Ucapnya
"Apa kabar tzuyu? Bagaimana kabar mu? Apa kau masih menjadi penguntit Sehun?" Kai tertawa
Tzuyu hanya tersenyum sedikit, bibirnya masih sakit mungkin terluka saat pertengkaran ia bersama penjaga lisa semalam.
"Bagaimana bisa kau sampai terbuang di hutan itu?" Tanya kai
"Astaga, bahaya!" Jerit tzuyu
"Ada apa nona?" Tanya sohyun
Tzuyu menjadi panik ketika mengingat eunha, ia segera mencari ponsel di sakunya.
"Nona mencari apa?"
"Handphone ku!" Ucap tzuyu panik
"Kau punya handphone? Bolehkah aku meminjamnya sebentar?" Mohon tzuyu
Sohyun memberikan ponselnya pada tzuyu.
Tzuyu mengetik nomor sehun dengan cepat, ia menghubungi nomor itu, saat tersambung tzuyu segera berbicara.
'Sehun! Bahaya eunha juga ikut di culik!'
'Ughh.. tzuyu cepat panggil polisi'
__ADS_1
'apa?'
'berikan nomor ku pada polisi, agar mereka bisa menyelamatkan kami'
'sehun kau baik-baik saja kan?'
Tzuyu menangis mendengar nada bicara sehun, dia terdengar seperti orang kehabisan nafas.
'aku baik-baik saja, tapi aku mohon cepat lakukan itu'
Tut..tutt.
"Kai! Sohyun Sehun dalam masalah besar!" Panik tzuyu
"Apa?! Bagaimana bisa"
"Aku mohon, tolong laporkan ini pada polisi" ucap tzuyu
"Nona,..kau juga sedang terluka kita harus pergi kerumah sakit dulu" ucap sohyun
"Tidak ada waktu! Kalian Cepat pergi kekantor polisi! Tinggalkan aku disini..aku akan mencari bantuan lain" tzuyu menyuruh kai menghentikan mobilnya
"Kai, aku percayakan ini pada mu" ucap tzuyu
Dia tersenyum pada kai "kau memang perempuan yang kuat, bertahanlah" ucap kai
Mobil kai kembali melaju meninggalkan tzuyu di tengah jalan sendirian.
"Kai! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada tzuyu?!" Panik Sohyun
"Tidak, dia perempuan yang kuat" gumam kai
Tzuyu berjalan mencari rumah penduduk, namun saat menoleh ke sampingnya dia melihat mobil joshua yang terparkir.
"Terima kasih tuhan" ucap tzuyu
Dia berlari menghampiri mobil joshua, melihat kedalam mobil itu.
Saat ia berusaha membuka pintu mobil tapi sayangnya terkunci, dia mengambil kayu untuk memecahkan kaca mobil milik joshua.
Setelah itu dia melihat sisa dua senjata api yang tergeletak di kursi.
Dia mengambil pistol itu dan berlari masuk kedalam hutan.
Setelah berlari cukup jauh tzuyu melihat rumah besar yang berdiri kokoh di hadapannya.
*Sebelum kejadiannya*
"Tanda tangani" ucap orang itu
Jungkook berdiri berniat menandatangani surat-surat itu, tapi belum sampai di situ munculah keributan.
Saat lengah Jungkook menghajar orang itu yang melihat ke arah keributan.
Bruk!
Sehun mengacungkan jempolnya pada jungkook.
Dia menyelamatkan eunha, alih-alih tak tahu orang yang menculiknya telah berdiri.
Bruk!
Orang itu kembali terjatuh setelah di pukul oleh kyungsoo.
"Orang ini, padahal aku telah menembaknya tadi, kenapa bisa dia kembali hidup" gumam kyungsoo
"Eun.. pergilah diam-diam keluar dari rumah ini" suruh jungkook
"Kalau bisa kau lewat belakang, di depan banyak penjaga" ucap kyungsoo
Eunha mengangguk lalu ia berlari ke luar dari tempat itu.
Sementara seseorang di atas tengah asik memainkan pianonya, tanpa sadar di bawah ada keributan.
Jungkook, kyungsoo, joshua, Sehun kembali menghajar semua penjaga yang ada di dalam rumah itu, sementara eunha berjalan mengendap-endap ke belakang.
"Eunha" panggil seseorang
"Tuan namjoon?!"
Eunha sangat terkejut mendapati namjoon yang berada di depannya.
Namjoon adalah orang yang pernah menghancurkan perusahaan ayahnya.
"Kau menghubungi mereka? Licik sekali..padahal acara ini bisa di selesaikan dengan baik-baik" ucapnya
"Kau sendiri lebih licik tuan" ucap eunha
__ADS_1
Namjoon menjambak rambut eunha hingga ia meringis kesakitan.
"Lepaskan..tuan"
Namjoon menjambaknya tanpa ampun, bahkan ia mendorong kepala eunha hingga terbentur.
"Lepaskan eunha!" Marah sehun
Namjoon tertawa, kemudian ia menarik eunha kedalam dekapannya, dia memegangi pisau di dekat leher eunha.
"Suruh mereka semua berhenti, dan tanda tangani surat itu" pinta namjoon
Sehun bingung harus bagaimana, pasalnya dia tak memegang senjata sedikit pun.
"Kenapa diam? Kau tak bisa? Kalau gitu dia akan mati" ucap namjoon
"Sehun...jangan" gumam eunha
Jungkook dan Joshua masih di ruang bawah tempat mereka di tahan tadi, mereka tak tahu jika sehun dan eunha telah tertangkap.
Eunha mengigit tangan namjoon, membuat dia melepaskan pegangan itu karena kesaktian.
"Eunha awas!" Teriak Sehun
Dor!
Sehun menarik eunha kedalam dekapannya, lalu terjatuh saat terkena tembakan itu.
Kali ini bukan tipuan, Sehun benar-benar tertembak untuk yang ke berapa kalinya.
"Sehun!!" Jerit eunha
"Kau memang hebat, misterius!" Ujar namjoon
Sehun merasakan sakit yang luar biasa di dadanya "eunha..maafkan lisa, dia sebenarnya bukan orang yang seperti itu" gumam sehun
"Sehun..hiks..hiks"
"Dia hanya belum mengerti arti cinta...hidupnya telah di butakan oleh uang..aku mohon maafkan lisa.." ucap sehun
"Aku yakin suatu saat nanti dia akan berubah...menjadi pribadi yang lebih baik" gumam sehun.
Eunha menggelengkan kepalanya, dia terus menagisi sehun.
"Tak ada gunanya menagis, itu hanya membuang air mata berharga mu"
"Perlu kau tahu, saat aku melihat mu..aku baru tahu bagaimana rasanya jatuh cinta" senyum sehun
Eunha menangis melihat darah Sehun yang semakin banyak keluar.
"Waktu bicara habis" ucap namjoon
Dia menarik eunha menjauh dari sehun, membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
"SEHUN!!!" Jerit eunha.
Tring..! Tring..!
Sehun mengambil ponselnya dan mengangkat nya.
'Ughh.. tzuyu cepat panggil polisi'
Desis sehun yang merasa lukanya bertambah sakit
'apa?'
'berikan nomor ku pada polisi, agar mereka bisa menyelamatkan kami'
'sehun kau baik-baik saja kan?'
'aku baik-baik saja, tapi aku mohon cepat lakukan itu'
Tut..Tut..
"Maafkan aku tzuyu, yang membuat mu berharap selama ini" ucapnya sebelum kehilangan kesadarannya penuh.
Matanya mulai menutup, dia tak bisa berdiri sedikit pun, tubuhnya tak berdaya lagi, bibirnya mulai memucat, jemari-jemarinya menjadi pucat seperti orang yang terendam di air dingin.
Matanya tertutup, nafasnya perlahan berhenti, tubuhnya tak bergerak sedikit pun lagi.
Sehun sudah tenang di sana.
Dia sudah pergi untuk selamanya, walaupun meninggal dalam keadaan tak wajar.
Tapi setidaknya dia telah meluapkan apa yang ingin di bicarakannya pada semua orang.
Lalu, seorang laki-laki turun setelah memainkan pianonya.
__ADS_1
"Orang-orang ini sangat menggangu..kkk" tawanya.