
Jika kehidupan taehyung dan eunha berjalan dengan baik? Bagaimana dengan keadaan sohyun? Yang bahkan hampir gila karena di usir oleh jungkook.
"Papa, ayo" tae oh mendorong kai yang masih ragu mendekati Sohyun.
Sohyun asik membuat kue yang akan di berikannya untuk tae oh yang sedang berulang tahun hari ini.
"Sohyun?" Panggil kai.
"Hmm?" Sohyun langsung menoleh ke arah kai.
Kai memberanikan diri untuk mengeluarkan kotak berwarna merah yang tentu saja berisi cincin.
Sohyun masih menunggu apa yang akan di bicarakan kai lagi.
Kai berlutut di hadapan sohyun lalu mengeluarkan kotak merah tadi, dia membuka pelan kotak itu dan terlihat lah cincin berlian yang akan di berikannya pada sohyun.
"Mau kah kau menikah dengan ku?" Tanya kai.
Sohyun tercengang, bahkan ia langsung melepaskan celemeknya sembarangan, sembari terus menutup mulutnya dan menangis.
Karena kai, sohyun mengerti arti cinta, dia tak perlu memaksakan jungkook untuk mencintainya, menurutnya, melihat jungkook bahagia bersama eunha itu sudah cukup.
Berkat kai, sohyun bisa melupakan jungkook bahkan melupakan niat-niat buruknya.
Tae oh datang membawa bunga lalu di berikannya pada sohyun.
Sohyun menggelengkan kepalanya, seakan tidak percaya apa yang terjadi sekarang.
"Bagaimana?" Tanya kai.
Sohyun mengangguk, kai berdiri dan menggendong sohyun karena merasa senang, sementara tae oh hanya bisa berteriak-teriak kesenangan juga.
Sohyun kembali membuat kue dan memasang kembali celemeknya.
"Auntie, terima kasih sudah mau menjadi ibu ku" gumam tae oh.
Sohyun mengangguk dia memeluk tae oh erat.
"Sekarang aku tak perlu memanggil mu auntie, aku harus memanggil mu dengan sebutan mama?"
Sohyun mengangguk lalu kembali memeluk tae oh "aku lah yang berterima kasih pada kalian, sudah hadir di dalam hidup ku" tangis sohyun.
Mereka semua berpelukan, Sohyun yang tak bisa menahan senangnya hingga menangis, dan kai yang selalu menghapus air mata sohyun.
____
"Selamat ulang tahun tae" ucap sohyun
"Terima kasih, mama" senang tae oh.
Tae oh meniup lilin kue ulang tahunnya lalu memotong dan memberikannya pada sohyun dan kai.
"Terima kasih juga, kau sudah menerima lamaran ku" ucap kai.
Sohyun tersenyum, kai langsung menarik pinggang sohyun dan menciumnya.
"Aaw! Ini adegan dewasa! Aku tak boleh melihatnya" Kekeh tae oh
Sementara di sisi lain, eunha yang pulang bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Soal tugas yang ini biar aku yang mengerjakannya" ujar jihyo
Eunha mengangguk lalu mereka pergi ke kantin.
"Eun, kau tau laki-laki itu?" Bisik jihyo
"Mana?" Eunha melihat orang yang di tunjuk jihyo.
Terlihat di situ seorang laki-laki berjalan bersama teman-temannya, eunha terus menatap laki-laki itu dan pada akhirnya laki-laki itu sadar di perhatikan oleh eunha lalu dia pun menatap eunha balik.
'astaga' eunha membuang pandangannya.
"Tampan sekali bukan?" Gumam jihyo.
Eunha hanya menggelengkan kepalanya heran.
"Kau menyukainya?" Tanya eunha.
"Tidak, aku akan tetap setia menyukai pak Chen" kekeh jihyo.
Eunha kembali meminum minuman yang di pesannya.
"Mata kuliah besok, ahh bersama ibu Jessi" keluh jihyo
"Kenapa seru bukan?" Sambung eunha
"Apanya yang seru?! Bukan bersama ibu Jessica jung tetapi dengan Bu jessi yang jahat itu!"
Eunha tertawa lalu melirik lagi kearah laki-laki yang di lihatnya tadi.
Saat melirik tanpa sadar eunha langsung kontak mata dengan laki-laki tersebut.
"Kau melihat apa?" Tanya jihyo.
Setelah itu jihyo berpamitan pulang, sementara eunha menunggu jemputan sehun di depan kampus.
"Permisi" panggil seseorang.
"Ya?" Jawab eunha.
"Nama ku bryan, dan aku menyukai mu" ujar laki-laki itu.
Eunha membulatkan matanya lalu beranjak menjauh dari hadapannya.
"Kau bercanda?" Ucap eunha sembari terus menjauh darinya.
"Aku serius! Jadilah pacarku" gumamnya.
'astaga ini benar-benar gila' -eunha
"Maaf, sepertinya nona tidak mau menjadi pacar anda!" Marah seseorang.
Eunha memutar balik tubuhnya, ternyata laki-laki yang berbicara tadi adalah sehun.
"Kau siapanya?" Tanya bryan
"Kau akan menyesal jika mengetahui siapa aku" jawab sehun.
"Cih!" Bryan pergi dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Eun, sebaiknya kau menjauh, jangan pernah dekati laki-laki itu" gumam sehun
Eunha mengangguk lalu masuk kedalam mobil Sehun.
"Sehun, bagaimana dengan tzuyu?" Tanya eunha.
"Maksud mu?"
"Kau ini! Tentu saja dengan hubungan kalian"
"Biasa saja"
"Apa?! Sekarang pun belum ada perkembangan!" Marah eunha.
Sehun mengangguk malas
"Aish! Kau ini kenapa tidak sadar! Kau tau tyuzu itu sangat suka dengan mu"
"Lalu apa hubungannya dengan ku?" Tanya sehun datar
"Astaga, tyuzu pasti benar-benar menyesal menyukai mu, jika dia tahu sifat asli mu"
Mobil melaju sangat kencang, eunha membuka jendela mobilnya dan melihat pohon-pohon yang sedang gugur, satu per satu daun pohon berjatuhan di sepanjang jalan, eunha mengambil salah satu daun itu lalu melihatnya.
Dia tersenyum lalu memasukan satu lembar daun itu di balik bukunya.
"Kau sedang apa?" Tanya sehun
"Aku sedang mengambil daun kering" jawab eunha.
"Kau mau kesuatu tempat?" Tanya sehun lagi.
"Kemana?"
"Ke desa yang banyak di tumbuhi pohon mati" ujar sehun.
"Berarti semua daun di situ telah gugur?" Tanya eunha.
Sehun mengangguk "bagaimana?"
"Lalu jungkook?"
"Kenapa kau malah bertanya dengan ku? Kau sendirilah yang menentukannya, jungkook pasti tengah sibuk jika kau menelponnya"
"Kau benar, aku kirimkan pesan saja padanya"
Eunha: jungkook aku dan sehun pergi ke suatu desa, kau tenang saja kami pasti baik-baik saja, jadi maaf ya aku pulang terlambat (sent)
Setelah mengirimkan pesan itu eunha tersenyum puas, barulah rasa khawatirnya hilang, dan sehun memutar mobilnya lalu memasuki sebuah lorong di dalam hutan.
"Bukalah kaca mu" suruh sehun.
Eunha menurutinya, saat di buka dia melihat banyak daun kering yang berjatuhan, anehnya lagi walaupun banyak daun yang gugur pohon itu tetap terlihat cantik.
"Bolehkah aku turun disini?" Tanya eunha.
"Tidak perlu, pemandangannya akan lebih indah jika sudah sampai di desa" gumam sehun.
Bush!
__ADS_1
Banyak daun yang berterbangan ketika mobil mereka lewat.
'aku senang' -eunha