
"Halo?" panggil orang itu
Samar-samar eunha membuka matanya pelan, di lihatnya seorang laki-laki.
"Kau siapa?" tanya eunha
"Maaf sebelumnya, aku melihat mu tersangkut di pohon jurang, aku tak tega jadi aku menolong mu" ujar laki-laki itu.
Eunha menghela nafasnya panjang, lalu ia bangkit dari tempat tidurnya.
"Kau mau kemana?"
"Aku ingin pulang"
"Jangan, kau baru saja sadar, kau bisa jatuh pingsan lagi" laki-laki itu menahan tangan eunha
"Aku tidak apa, biarkan aku keluar dari rumah mu"
"Ayo sarapan sebentar, lalu akan ku antar kau pulang, setidaknya isilah perut mu dengan sedikit makanan pagi ini" ajak laki-laki itu
Eunha menurutinya, saat ini mereka tengah berada di dapur.
"Kau memasak ini sendirian?" tanya eunha
Laki-laki itu mengangguk, lalu kembali menyiapkan beberapa makanan lagi.
"Papa!" teriak anak kecil
Eunha melihati anak kecil itu memeluk laki-laki yang menolongnya.
"Ayo makan" ajaknya
"Papa, auntie ini siapa?" tanya anak kecil itu.
"Dia teman papa" laki-laki itu menjawab.
"Benarkah? Dia lucu, imut seperti kelinci" tawa anak kecil itu.
Eunha Ikut tertawa juga "terima kasih anak kecil, kau juga sangat lucu seperti beruang, hoam!" anak kecil itu tertawa.
"Dia anak mu?" tanya eunha
"Ya" balas laki-laki itu
"Halo auntie, nama ku tae oh bukan anak kecil.." ucap taeoh
"Baiklah, tae oh?"
"Iya, nama auntie?"
"Nama ku eunha"
"Eunha auntie?" mengangguk
Mereka makan bersama, setiap makan tae oh selalu berbincang.
***
"Dimana rumah mu?" tanya laki-laki itu
Eunha hanya diam, sebenarnya ia tak ingin pulang karena ia pasti akan bertemu dengan jungkook lagi.
"Kau sudah menikahkan?" tanya eunha
Laki-laki itu mengangguk, lalu melihat anaknya bermain di ruang tamu.
"Dimana istri mu?"
"Istri ku?" dia menunduk
Eunha menatapnya lekat lalu kembali bertanya "kenapa?"
"Ahh tidak, kau bertanya di mana istri ku bukan? Ia sudah meninggal"
Eunha juga ikut menunduk "maaf, aku lancang bertanya"
"Tidak apa, lalu kenapa bisa kau berada di jurang"
__ADS_1
"Ceritanya panjang, aku sedang putus asa"
"Putus asa? Berati kau ingin bunuh diri?" terkejut
Eunha hanya diam
"Coba dengarkan aku, jika kau mati akan banyak orang yang terluka! Orang-orang yang menyayangi mu" sebut laki-laki itu
"Tidak ada orang yang terluka, tidak ada orang yang menyayangi ku.. Hanya kakak ku eunbi tapi itupun dia sudah meninggal, untuk apa aku hidup juga?"
"Itu karena kau tak tahu, pasti ada banyak orang yang menyayangi mu"
"Sudahlah ini tak ada urusannya dengan mu" jawab eunha
Laki-laki itu menghela nafasnya "ceritalah pada ku, barang kali aku bisa membantu"
Eunha melirik, lalu kembali berbicara "aku bingung, aku harus bagaimana! Aku menikah dengan pembunuh kakak ku sendiri..hiks..semua orang membohongi ku" tangis eunha
Laki-laki itu kembali terkejut "sudahlah jangan menangis, maaf aku tak tahu jika masalah mu serumit ini"
" Jika tuhan bisa memaafkan semua hambanya kenapa tidak dengan kita?" ujar laki-laki itu.
"Aku kim kai, kau?" tanyanya.
"Jung eunha"
---
Eunha pov
Kai mengantarkan ku pulang.
Aku memang bukan tuhan, itu sebabnya aku tak bisa sebaik tuhan yang memaafkannya.
Aku tak akan bisa memaafkan orang yang membunuh kakak ku
"Terima kasih sudah mengantarkan aku pulang" ucap ku pada kai
Kai mengangguk lalu pergi meninggalkan ku sendirian di depan mansion.
Melihat mansion ini membuatku teringat pada kejadian itu, aku sangat membenci jungkook! Kenapa bisa aku pernah mengatakan bahwa aku mencintainya, tapi itu Bagus untuk rencana ku kedepannya.
Aku meliriknya lalu bertanya "ada apa?"
"Nyonya kemana saja?! Tuan jungkook sedang koma di rumah sakit!"
"A-apa?!" teriak ku
Segera aku berlari masuk kedalam mansion, mencari telphone rumah untuk menghubungi sehun.
"Bagaimana bisa?!" marah ku
"Saat itu kami semua tidak ada di dalam mansion, karena ayah salah satu maid disini meninggal, kami semua pergi untuk berduka cita, lalu aku mendengar bahwa tuan jungkook kecelakaan segera kami pergi kerumah sakit"
"Huh!" aku menghela nafas kasar.
'Halo?'
'Sehun kau dimana?! Tolong antarkan aku kerumah sakit tempat jungkook dirawat'
'Eunha?! Kau kemana saja?! Tunggulah disitu aku akan menjemput mu'
Tut.. Tutt
----
"Kenapa itu bisa terjadi?" tanya ku pada sehun yang sedang mengemudi
"Jungkook terlalu banyak minum, dia mengendari mobil dengan kecepatan tinggi karena itulah kejadian itu terjadi" jelas
sehun
Air mata ku mengalir, cepat-cepat ku hapus, kenapa aku menangis? Aku bahkan tidak tahu kenapa air mata ini keluar secara otomatis dari mata ku.
"Tenanglah, keadaannya mulai membaik sekarang" sehun menenangkan ku.
"Maid bilang dia koma?"
__ADS_1
"Sekarang dia sudah sadar"
Aku kembali menghela nafas, lalu melirik ke arah jalanan.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa hidup ku bisa menjadi seperti ini? Kenapa rasanya aku tak bisa membenci jungkook?!.
Saat sampai, kami berdua pergi ketempat kamar yang di inap jungkook, saat masuk ku lihat jungkook yang sedang bermain handphonenya dengan santai di atas kasur.
"Dia?! Sebenarnya sakit atau apa?!" marah ku
Jungkook melirik ku "kau dari mana saja?!" marah jungkook
"A-apa?" aku heran.
"Seharian kau hilang! Kau tak tahu betapa khawatirnya aku?" marah jungkook.
Apa dia bilang?! Seharusnya aku yang marah setelah insidennya.
"Sehun keluarlah" ucap ku
Sehun menurut dia keluar dari kamar itu.
"Sekarang apa mau mu?" tanya jungkook.
"Apa? Kau!" marah eunha
"Kau pergi bersama sehun tanpa mengabari ku? Lalu hilang begitu saja! aku mendapatkan informasi dari maid, dia mengatakan kau pulang di antar dengan seorang laki-laki!" bentak jungkook.
"Kenapa kau berkata seperti itu! Kau tahu aku pergi dari rumah itu karena mu! Kau melakukan--"
"Apa kau mencoba untuk mencari alasan?"
"Jungkook aku benar-benar tak percaya dengan mu!"
"Apa maksud mu?"
"Kau bersetubuh dengan sohyun malam itu! Lalu kau mengusir ku seenaknya!" tangis ku
Jungkook terkejut lalu ia berdiri di hadapan ku.
"Kapan aku melakukan itu?" tanya jungkook
"Persetan! Aku membenci kau!" aku menampar jungkook lalu meninggalkannya begitu saja.
Jungkook mengejar ku, tak peduli lari ku sekarang lebih kencang dari jungkook, kenapa? Karena kaki jungkook sedang terluka, mungkin karena kecelakaan itu.
"Eunha tunggu!" teriak jungkook
Aku terus berlari, hingga jalan koridor telah habis, saat ini aku tengah di belakang jendela kaca, di jendela itu terlihat jelas bagaimana tingginya lantai sembilan.
"Eunha" panggil jungkook
"Mau apalagi? Kau hanya bisa menyalahkan ku! Kau tuduh aku jalan dengan laki-laki lain semalaman? Kau salah! Kaulah yang melakukan itu bersama sohyun!" teriak ku.
"Maafkan aku, bahkan aku tak tahu hal itu eun.."
"Sudahlah lebih baik kau kembali ke kamar mu" ujar ku
"Tolong maafkan aku dulu, malam itu aku sedang mabuk berat"
"Terserah, aku tak percaya dengan mu lagi, kau ingatkan? Pernikahan ini di batasi dengan perusahan kita" jelas ku.
"Eunha! Kau sendiri dengan rencana licik ibumu bagaimana?! Kau tahu? Aku sangat mencintai mu sampai-sampai aku ingin mati karena takut kehilangan orang yang ku sayang lagi! Kau dan ibu mu ingin membalas dendam pada ku kan?! Kau adiknya eunbi kan?!" marah jungkook
"Apa kata mu?! Kau menuduh ku seperti itu? Kau tahu jungkook! Aku bahkan baru tahu jika aku yang sebenarnya adalah adik eunbi! Dan satu lagi! Aku tak berniat sedikitpun untuk membalas dendam! Jika seperti ini lebih baik kita bercerai!" marah ku juga.
Raut wajah jungkook berubah menjadi sayu, perlahan matanya berair tapi dia menutupi itu, di tangkupnya wajah ku.
"Aku benar-benar mencintai mu eunha! Ku mohon jangan katakan itu.. Aku tak mau kehilangan mu..ayo kita lupakan masa lalu, mari memulai lembaran kehidupan yang baru"
Aku menangis di pelukan jungkook, aku mencengkram kemejanya kuat, aku tak sanggup menahan rasa ini sendirian, rasa kesal, sedih semuanya bercampur aduk.
Jungkook melepaskan pelukannya, dia membelai rambut ku, perlahan bibirnya menyatu di bibir ku, dia melumat bibir ku lembut dan aku pun membalasnya.
Tepat jauh di sana sehun merekam semua kejadian tadi.
"Aku juga minta maaf" ucap ku
__ADS_1
"Tidak, ini salah ku" jawab jungkook