Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
- thirty


__ADS_3

Eunha pov


Delapan bulan berlalu, hidup aku dan jungkook berjalan dengan baik.


Tidak ada pengganggu tidak ada yang merusak hubungan kami, meski pun kami belum di karuniai anak tapi aku percaya bahwa suatu saat nanti kami akan di berikan anak oleh tuhan.


Malam ini, aku dan jungkook berencana untuk makan malam.


Jungkook sudah menunggu di restoran sedangkan aku masih bersiap-siap.


Aku memakai cloth yang tipis serta tenk top berwarna putih di padukan dengan rok pendek tak lupa aku memakai tas kecil berwarna hitam serasi dengan sepatu dan kaos kaki ku.



Aku menuruni banyak anak tangga, sambil menempelkan telapak tangan ku di pegangan tangga.


"Mari ku bantu nona" canda sehun.


Aku tertawa lalu menepuk bahunya, soal kehidupan Sehun, dia juga baik, kudengar dia tengah berkencan dengan tzuyu, soal hubungan ku dengan tzuyu? Saat kami bertemu kembali tzuyu meminta maaf pada ku, aku juga mengerti bagaimana jika aku di posisinya, rasa cemburu.


Aku dan sehun memasuki mobil, Sehun duduk di depan mengemudikan mobil sedangkan aku duduk santai di belakang.


"Ahh, sangat menyenangkan" gumam Sehun.


Aku tersenyum lalu menanggapinya "sangat menyenangkan jika mendengar kabar mu menikah" canda ku.


Sehun langsung tertawa terbahak-bahak bahkan dia sempat memukul stir mobilnya "kau bercanda? Itu lucu sekali" tawanya.


Aku mencibirkan mulut ku "aku ini serius! Kapan kau akan menikah dengan tzuyu" tanya ku.


"Apa? Aku saja belum memiliki hubungan apa-apa denganya! Bagaimana mau menikah"


"Apa?! Lalu bagaimana soal kencan itu??" Tanya ku.


"Itukan hanya kecan, bukan berarti aku memiliki hubungan yang spesial dengan dia kan?"


"Ya, tapi kau tak kasihan dengan ibu mu? Dia terus bercerita dengan ku, bahwa ia sangat memiliki cucu"


"Ada waktunya aku akan menikah dengan perempuan yang aku cintai" sehun menatap eunha dari kaca.


Eunha menatapnya "aku ikut berdoa! Semoga cepat mendapatkan jodoh" tawa ku.


Sehun juga ikut tertawa, kemudian mobil kami melaju dengan cepat.


'andaikan saja ya kan?' -sehun


___


Aku berjalan masuk kedalam restoran, kemudian di sambut dengan pelayannya.


"Kenapa sepi sekali?" Tanya ku


"Tuan sudah memesan seisi restoran ini nyonya" jawab pelayanan itu.


Astaga, bahkan jungkook melakukan itu, uh membuang banyak uang.


"Nyonya kesini" pelayan itu membawakan ku pada Jungkook.


Aku melihat jungkook yang sedang duduk di kursinya, sambil memegangi sesuatu.


"Jungkook?" Panggil ku.

__ADS_1


Dia terkejut lalu segera bangkit, ku lihat dia segera menyembunyikan barang yang di pegangnya ke dalam kantong jasnya.


"Apa itu?" Tanya ku.


"Tidak ada" jawab Jungkook dengan lantang


Aku duduk di kursi yang di sediakan, kemudian pelayan datang dengan membawa banyak makanan.


Kami berdua melihati banyak makanan yang datang dengan tatapan yang kelaparan.


"Lezat sekali bukan?" Bisik Jungkook aku mengangguk.


Kemudian seorang datang, ku rasa itu kokinya, ia menjelaskan semua makanan yang di buatkannya.


Lama sekali, pikir ku, waktu makan akan habis jika ia menjelaskan semua itu, aku lirik jungkook yang sedari mengangguk malas melihat koki itu, aku tertawa melihatnya, ku rasa dia sudah lelah mendengar ucapan koki itu.


"Mari hidangkan selagi masih hangat" ucap koki itu.


Aku tersenyum lalu mulai memakan beberapa makanan.


"Bagaimana?" Tanya jungkook


"Ini enak" seru ku.


"Ya sangat enak, tidak seperti masakan mu" canda jungkook.


Aku menggerutu karena ucapan Jungkook "bagaimana bisa seorang suami mengejek masakan istrinya sendiri sementara suami yang lain memujinya" gumam ku.


"Aku bercanda" tawa jungkook.


Setelah kami makan malam, aku beralih pulang bersama jungkook, sebelum itu jungkook mengajak ku kesebuah tempat acara temannya.


Aku menggandeng lengan jungkook, lalu beberapa orang menyapa jungkook dan aku.


'bagaimana bisa tuan jungkook menikah dengannya? Tuan itu sangat tampan! Kenapa tidak dengan yang lebih? Maksud ku emmph yang seperti itu'


'andaikan aku bisa menikah dengan tuan jungkook '


'jika aku kaya seperti tuan jungkook pasti aku akan mendapatkan pacar seperti istrinya bukan?'


Tak peduli celotehan mereka, mereka hanya memandang sebelah mata kami, tidak mengetahui kisah cinta kami yang sebenarnya, ku pastikan perempuan itu mungkin tertarik karena jungkook kaya, jika tidak mereka hanya menyukai jungkook sementara, tidak juga bahkan ada wanita yang mendapati hartanya saja lalu meninggalkannya.


Saat sampai di kawasan teman Jungkook, aku bertemu dengan kak Wendy, yoona, seulgi mereka datang bersama suaminya.


Aku menghampiri mereka sedangkan jungkook menghampiri saudara-saudaranya.


"Ya eunha kau semakin terlihat dewasa, sudah lama aku tak bertemu dengan mu" ucap yoona.


"Benarkah? Ia kita sama-sama terlalu sibuk kak" balas ku


"Bagaimana hubungan mu dengan jungkook?" Tanya wendy.


"Kami baik-baik saja" senyum ku


"Eunha, apa kau sudah memiliki itu?" Tanya seulgi


"Apa? Itu?" Aku kembali bertanya dengan bingung.


"Itu" kak seulgi memegangi perut ku.


"Haha, kak kau ini, sayangnya kami belum mempunyai itu" tawa ku.

__ADS_1


"Ahh, sayang sekali, tapi jangan menyerah" semangat seulgi.


"Iya" jawab ku.


Selama pesta berlangsung aku dan mereka selalu berbicara, banyak yang kami bicarakan mulai dari soal hubungan kami dengan suami kami sendiri, lalu anak, soal kerja sama perusahaan keluarga dan masih banyak lagi yang kami bahas.


Aku menghela nafas karena lelah acara semalam tadi.


"Lelah sekali bukan?" Tanya jungkook di samping ku.


Kini kami sedang berada di atas kasur setelah pulang dari acara tersebut.


Aku mengangguk menanggapi pertanyaan jungkook.


"Tapi" gumam jungkook


"Apa?"


"Kita tak boleh menyerah!"


"Menyerah apa?" Tanya ku heran.


Jungkook menaiki tubuh ku dan aku pun mengerti maksudnya.


Benar! Kami tak boleh menyerah untuk mendapatkan keturunan.


Aku menciumi bibir jungkook dalam melumatnya dengan kasar.


Jungkook membuka kancing baju ku lalu melepaskannya dengan sembarangan.


Aku mengganti posisi kami, Jungkook berada di bawah ku, lebih baik begini.


Kami terus melakukan hal itu hingga ke ujung ranjang sekali pun.


BRUK


"Jungkook" gumam ku.


Akibatnya kami terjatuh kelantai, jungkook mengendong ku lalu menaikan ke atas meja rias.


Semua alat-alat make up ku berjatuhan karenanya.


Jungkook melucuti celana dalam ku kemudian menaikan kaki ku di bahunya.


Ini sedikit geli membuat ku menutup mulut.


Punggung ku terus tersentuh kaca karena dorongan jungkook.


Samar-samar aku mendesah karena perilaku jungkook.


Bercumbu di tengah malam, itu yang biasanya di lakukan pasangan suami istri bukan.


Ya, sekarang kami melakukannya bahkan hampir setiap hari! Karena itu kemauan Jungkook sendiri.


"Jungkook, eunha kalian sudah makan?" Tiba-tiba ibu Jungkook datang.


Oh ya ibu jungkook tinggal disini untuk sementara.


Ibu Jungkook menutup wajahnya "maaf, lanjutkan lagi" kekehnya.


Astaga aku bahkan malu sekali, wajah ku mungkin berubah menjadi merah.

__ADS_1


Jungkook sedikit tertawa di balik senyuman seringainya.


Aku memukul bahunya pelan.


__ADS_2