
"hun.." panggil eunha
Sehun mendengar panggilannya, lalu menjawabnya dengan santai "ada apa?" Tanya Sehun.
"Apa kau yakin desa ini aman? Aku berpikir lain" ucap eunha.
Bulu kuduk eunha serasa berdiri, sesekali ia mengusap sesama lengannya di lihatnya sekitar desa yang di tumbuhi dengan pohon mati serta rumah-rumah yang tak layak untuk di tinggali lagi.
"Tenang saja, di sini aman" jawab sehun.
"Aku takut, bagaimana jika ada pembunuh di sini?" gumam eunha
Sehun memegang erat kepalan tangan eunha lalu menjunjungnya masuk kedalam gapura desa.
HERE VILLAGE
"melihat namanya saja sudah membuat ku ketakutan" gumam eunha
Sehun terus menarik tangan eunha tanpa peduli ia terus mengoceh di sepanjang jalan.
"Sehun!" Marah eunha
"Kau itu terlalu banyak berpikir negatif! Coba kau berpikir positif, pasti kau tak akan ketakutan" ujar sehun.
Eunha hanya diam dan berusaha untuk berpikir positif seperti yang sehun bilang.
Sshhh!
"Sehun! Bunyi apa itu?!" Teriak eunha.
"Itu hanya bunyi air terjunnya" jawab sehun.
Ia menarik semua ranting-ranting yang menutupi jalan menuju air terjun itu lalu mempersilahkan eunha masuk duluan ke dalam sana.
"Hati-hati batu itu sangat licin" sebut sehun.
Eunha mengangguk sambil terus berpegangan pada ranting yang masih menyatu dengan pohonnya.
Saat ada batu yang besar eunha berjalan menaiki batu itu dan duduk di atas sana.
"Apanya yang bagus?" Ucap eunha
Sehun baru saja menyusulnya "lihat di depan mu"
Eunha terkejut membulatkan matanya seperti kucing, saking senangnya eunha bahkan memukul pundak sehun.
"Bagaimana bisa di desa ini ada air terjun yang sangat indah?!"
"Entahlah desa ini memang tidak begitu terkenal lagi"
"Apa?" Tanya eunha
"Kau ingatkan, saat aku bilang jungkook itu pernah menyelamatkan keluarga ku? Saat itu, waktu aku masih kecil, aku tinggal di desa ini bersama ayah dan ibu ku..kami sangat bahagia seperti keluarga kebanyakan...tapi semua itu sirna seketika saat desa ini kebakaran, kami tidak punya tempat tinggal setelah itu, ayah ku meninggal di makan kobaran api itu, untungnya ada ayah jungkook yang membantu kami, dia sudah memberikan kami tempat tinggal yang layak, setelah itu desa ini sangat sepi bahkan kebanyakan penduduk sudah pindah ke kota" jelas sehun.
"Jadi desa ini sudah tak ada penghuninya?"tanya eunha lagi.
"Ada hanya satu orang" jawab sehun
"A-apa?! Satu orang?!" Eunha terkejut
"Ya, seorang nenek-nenek, dia tak mau pindah dari desa ini, bahkan anaknya sudah mengajaknya tetapi dia tetap tidak mau, dia berkata pada ku bahwa dia sudah di lahirkan dan di hidupkan di desa ini selama puluhan tahun"
__ADS_1
"Karena itukah dia tak mau pergi?"
"Mungkin"
"Lalu dimana rumah mu? Apa sudah habis terbakar"
Sehun mengangguk "setengahnya, tapi ada sedikit bagian yang masih layak, tapi aku tak tahu bagaimana keadaannya sekarang, setelah ini kita pergi ke sana" Sehun membersihkan celananya yang kotor.
"Bagaimana? Apa kita langsung kesana atau kau mau berdiam di sini dulu?" Tanya sehun.
"Aku mengikuti mu" jawab eunha
Mereka kembali pergi dari air terjun itu, sehun menggenggam tangan eunha erat agar ia tak terjatuh.
"Kyung" panggil jungkook
Kyungsoo menutup layar monitor komputer nya lalu segera menjawab panggilan jungkook.
"Kenapa?"tanya kyungsoo
"Kau ini benar-benar tidak tahu? Atau kau pura-pura tidak tahu?" Ujar jungkook
"Apa maksud mu?"
"Ikutlah makan bersama ku hari ini, kau harus beristirahat dari tadi kau hanya menatap layar monitor itu" ajak jungkook
"Tunggulah aku di parkiran" sebut kyungsoo
Jungkook keluar dari kantornya berjalan menuju ke parkiran.
BRUK
Saat jungkook berjalan seorang karyawati tak sengaja menabraknya dan menumpahkan segelas susu di jasnya.
Jungkook hanya bisa menghela nafasnya kasar "seharusnya kau berjalan dengan hati-hati!"
Perempuan itu hanya menunduk ketakutan.
Jungkook kembali berjalan meninggalkan perempuan itu kemudian ia cegat kembali.
"Ada apalagi?!" Marah jungkook
"Tissue tuan, ini bisa membersihkan sedikit susu di jas mu" gumamnya.
Jungkook mengambil tissue itu kemudian kyungsoo datang menghampirinya.
"Ada apa ini?" Tanya kyungsoo.
"Saya menumpahkan segelas susu di jas tuan jungkook pak" jawabnya.
Mata kyungsoo terbelalak ketika mendengar itu sedikit senyuman untuk mengejek jungkook.
"Tidak apa-apa, sekarang kau pergilah" ucap kyungsoo
Lalu Karyawati itu pergi meninggalkan mereka berdua, sedangkan jungkook hanya bisa menahan emosinya dan terus membersihkan jasnya dari susu yang di tumpahkan karyawati tadi.
"Kyung, kau yang membawa mobilnya" Jungkook melemparkan kunci mobil ke arahnya.
Kyungsoo menangkapnya, lalu masuk kedalam mobil jungkook dan mengemudikannya.
"Huh, ku pikir tuan jungkook akan marah pada ku! Untungnya dia tidak marah" gumamnya
__ADS_1
"Kim yerim" panggil seseorang.
Karyawati yang menumpahkan susu di jas jungkook itu tak lain adalah kim yerin yang sebelumnya juga pernah bertemu dengan jungkook.
"Kak hyun?" Jawabnya
"Kau kenapa? Wajah mu kusut sekali?" Tanya Seolhyun
"Tidak, lalu kau sendiri kenapa datang ke kantor ku? Apa pemotretan mu sudah selesai?" Tanya yerim
"Bukan hanya selesai, tapi kontrak ku habis! Aku bingung harus mencari uang kemana lagi"
"Huh, lalu? Kau mau meminta uang pada ku?"
"Seenaknya saja! Aku hanya meminta mu untuk mengantarkan aku kerumah teman ku, dia menawarkan uang untuk ku" senyum seolhyun
"Ya sudah ayo" yerim membukakan pintu mobilnya.
Sementara kyungsoo dan jungkook sedang berbicara empat mata di sebuah restoran.
"Jadi apa yang ingin kau ceritakan?" Tanya kyungsoo
"Kyung, aku bingung harus bercerita mulai dari mana" jawab jungkook
"Ceritakan pelan-pelan dari awal"
"Kau tau HBO sedang mengalami masa Sudden crisis?" Tanya jungkook
"Aku tau" jawab kyungsoo
"Tak ada yang bisa mengontrol masalah itu" gumam jungkook.
"Kau bisa meminta bantuan pada perusahaan saudara mu, seperti pada suho? Chanyeol? Atau bahkan pada Baekhyun?" Jelas jungkook
"Yang aku pikirkan bukan hal itu, perusahaan sebelah juga menawarkan bantuan"
"Bukankah itu bagus? Kenapa tidak kita terima"
"Kyung, bukan hanya itu, dia mengikat sebuah perjanjian dimana jika keadaan HBO kembali normal mereka akan meminta menjadi ceo kedua! Dan parahnya lagi hasil dari perusahaan ini harus di bagi dua dengan mereka" Jungkook mengeraskan rahangnya sesekali ia menusuk mata pulpen ke atas meja.
"Jelas mereka tidak bisa begitu! Kau harus menolaknya" jawab kyungsoo
"Aku sudah menolak, tapi mereka tetap memaksa"
"Ini keadaan bahaya! Keluarga mu akan terancam kook" kyungsoo meyakinkan jungkook
"Aku tahu, jelas itu permainan dalam perusahaan" jungkook memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya jungkook.
"Adakan rapat mendadak, aku akan menghubungi karyawan dan petinggi lainnya, kau juga harus mencoba meminta bantuan dengan perusahaan saudara mu" sebut kyungsoo
"Akan aku usahakan" jawab Jungkook.
___
Seolhyun mengetuk pintu rumah temannya tapi tak kunjung ada jawaban.
"Hei akhirnya kau datang juga" gumam lisa yang ada di belakang seolhyun.
To be continue~
__ADS_1