
Bagaimana dengan hidup taehyung? Laki-laki yang juga mencintai eunha itu juga berusaha untuk melupakannya, tepat hari ini dia akan melakukan kencan buta yang di sarankan oleh temannya.
Awalnya taehyung menolak saran itu, tapi setelah ia pikir-pikir tak baik jika terus mencintai istri orang, sudah saatnya ia melupakan eunha.
Taehyung berjalan tegap memasuki mobilnya, mood nya hari ini lumayan bagus sekali.
"Hei" bisik seseorang.
Dia memutar balik bola matanya dengan malas, di lihatnya adik tersayangnya sedang menyemangatinya.
"Fighting! Semoga lancar" kekeh tyuzu.
Taehyung tertawa lalu memukul kepala tyuzu pelan.
Dia mulai mengemudikan mobilnya, saat sampai di restoran yang di tentukan teman sedokternya taehyung mulai mengatur apa yang akan di bicarakannya nanti.
"Halo?"
"Nama ku taehyung kau?"
"Apakah kau sudah mempunyai kekasih?"
"Ahh tidak! Tidak"
"Aish! Susah sekali" gumam taehyung.
'di meja nomor 6' pikir taehyung.
Ia berjalan menuju meja nomor enam itu, saat ia berdiri di hadapan orang yang akan di kencaninya, perempuan itu malah asik membenarkan rambutnya.
Setelah itu dia membalikan badannya dan tersenyum pada taehyung.
"Kau?" Gumam taehyung
Perempuan itu sama terkejut dengan taehyung bahkan ucapannya jadi terbata-bata.
"D-dokter t-taehyung?" Ucap yerin sambil berusaha meneguk Slavinanya.
Taehyung tertawa lalu duduk tepat di hadapan yerin.
Yerin masih tidak percaya, bagaimana mungkin taehyung orang yang sangat di sukainya berada di hadapannya sekarang.
Sesekali dia mengusap matanya berharap bahwa itu nyata, dan itu membuat respon yang lucu bagi taehyung.
Taehyung memulai pembicaraannya "halo yerin, bagaimana kabar mu? sudah lama tak jumpa"
Yerin tersenyum manis, menjawab perkataan taehyung sekenanya "ya aku baik dokter, lalu bagaimana dengan mu?" Tanya yerin.
"Aku juga baik, tapi maaf jika aku salah berkata karena ini adalah hari pertama ku berkencan dengan seorang perempuan"
"Ah tidak apa, ini juga hari pertama ku berkencan dokter" ucap yerin.
"Benarkah? Kalau begitu kita lakukan sekenanya saja ya?"
"Ya"
Mereka mulai banyak berbicara, bukan seperti orang yang baru berkencan tetapi seperti teman yang tak lama berjumpa.
Setelah mereka makan taehyung memutuskan untuk mengajak yerin ke stasiun kereta.
__ADS_1
"Hati-hati, kau bisa terjatuh" gumam taehyung.
Yerin mengangguk, dia bahkan merasa lebih baik saat mengetahui orang yang di kencaninya adalah taehyung.
Taehyung berdiri di sampingnya, menatap yerin yang terus menunggu kereta lewat.
"Kau tau? Saat kereta lewat akan ada suara yang besar membuat mu takut" tawa taehyung.
"Aku tahu, tapi dokter harus tau juga, aku ini tidak penakut" jawab yerin.
Taehyung tertawa sedari terus melihat yerin yang tersenyum-senyum sendiri, taehyung menggenggam tangan yerin yang membuat yerin terkejut atas perilakunya.
"Genggamlah tangan ku, kau akan terkejut nanti" ujar taehyung.
Yerin tersenyum kemudian dia mengalihkan tatapannya.
Wushhhh!
Kereta lewat dengan suara yang besar berhasil membuat keduanya takut.
"Maaf dokter" ucap yerin yang sadar bahwa dia memeluk taehyung.
"Tidak apa, sudah ku bilangkan kau akan takut nanti" kekeh taehyung.
Yerin mencibirkan mulutnya lalu berlari ke arah rel kereta api.
"Hati-hati" ucap Taehyung lagi.
"Dokter menurut mu, aku ini Cantik atau tidak?" Tanya yerin.
Taehyung tertawa lalu menatapnya dari bawah.
Yerin menatap mata taehyung dalam "coba mendekat kesini lagi" suruh taehyung.
Yerin mendekatkan wajahnya ke wajah taehyung.
"Dokter!!!" Marah yerin yang mendapati wajahnya di penuhi oleh salju yang di lepar taehyung.
Taehyung berlari menjauhi yerin "coba kejar aku" teriak taehyung.
Yerin mengejar taehyung sekuat tenaganya bahkan sepatu tinggi yang di belinya hanya untuk berkencan di buangnya sembarangan.
Sesekali taehyung menoleh ke belakang untuk memastikan yerin tidak tertinggal.
"Berhasil!" ujar yerin yang menarik tangan taehyung.
Sebaliknya taehyung malah menarik tangan yerin hingga ia terdekap di pelukannya.
"Dokter" gumam yerin yang masih memeluk taehyung
Taehyung melepaskan pelukannya "maaf"
"Dokter, dulu aku sangat menyukai seorang laki-laki dia juga dokter dan parahnya lagi perasaan ku di buatnya kacau, bahkan kau tahu? Kenapa aku menjadi seorang mahasiswi kedokteran? Itu karenanya, aku mungkin sudah gila! Aku menjadi penguntit laki-laki itu" gumam yerin.
"Lalu?" Tanya taehyung.
__ADS_1
"Kau tahu siapa laki-laki itu?" Tanya yerin lagi.
"Siapa?" Taehyung heran.
"Kau" ucap yerin menunduk
Taehyung terkejut lalu sontak melepaskan pegangannya pada yerin.
"Maaf, tapi aku menyukai mu dokter taehyung, setahun yang lalu, aku melihat mu membantu para pasien, itu membuat ku kagum"
Taehyung menangkup wajah yerin "terima kasih telah menyukai ku"
"Apa ini akhir penolakan?" Yerin mulai menangis.
"Jangan menangis" taehyung menghapus air mata yerin.
"Aku sangat menyukai mu..hiks..hiks" tangis yerin.
Chupp~
Satu kecupan yang manis mendarat di bibir yerin, ia membu matanya ketika melihat wajah taehyung sedekat itu, bahkan bibirnya juga menyatu di bibir yerin.
Taehyung menarik leher yerin mendekat, memperdalam ciumannya, bahkan juga pinggang Yerin yang di peluk oleh tangan kanan taehyung.
Yerin sedikit mendongak untuk menerima ciuman taehyung, dia melingkarkan kedua tangannya di leher taehyung.
Mereka berciuman di atas rel kereta api, tak peduli jika dingin salju yang menerpa tubuh mereka sekalipun.
"Aku mencintaimu taehyung" gumam yerin.
____
BRUM!
Yerin turun dari mobil taehyung "terima kasih, untuk hari ini dokter"
Taehyung mengangguk, sebelum pergi dia bahkan sempat mengacak-acak rambut yerin dan mengecup puncak dahi yerin sebentar.
Setelah pergi, baru lah yerin berteriak kesenangan.
"Yaaaa!!!! Mimpi apa aku semalam bisa berciuman dengan dokter taehyung!!!" Teriak yerin.
Saking gembiranya yerin bahkan sampai melompat-lompat memasuki rumahnya.
"Aish kau! Benar-benar mengganggu" marah kakak yerin.
Yerin tidak menanggapi ucapan kakaknya dia langsung meninggalkan kakaknya sendirian di ruang tamu.
"Tunggu, dia berteriak apa? Ciuman?" Yonggi membulatkan matanya.
"Jung yerin!!! Jangan bilang kau habis melakukan hal yang buruk dengan laki-laki?!" Jerit yonggi.
"Jaga bicara mu! Aku tidak melakukan apa-apa" marah yerin.
Padahal di balik pintu kamarnya, yerin sangat senang mengingat kejadian tadi siangnya bersama taehyung.
"Astaga! Itu ciuman pertama ku kan? Untungnya bersama dokter taehyung" gumam yerin.
"DOKTER TAEHYUNG! TUNGGULAH AKU! AKU PASTI BISA MEMBUAT MU JATUH CINTA PADA KU!!!" Teriak yerin.
Di bawah yonggi yang berusaha mati-matian menutupi telinganya dengan bantal.
__ADS_1
Yonggi sudah terbiasa mendengar teriakan adiknya itu.
"Dokter taehyung tunggulah aku! Aku pasti akan membuat mu jatuh cinta pada ku" ejek yonggi.