Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
[2] welcome


__ADS_3

hari yang begitu gelap, lampu sorot tiba-tiba datang dari berlawanan arah. samar-samar terlihat senyuman dari seorang laki-laki berkulit putih dengan bibir tipisnya berwarna pink. tangannya merogoh kantong lalu menyerahkan selembar kertas pada sekutunya.


"Kyung-soo jangan lepaskan orang ini." bisiknya.


Kyung-soo mengangguk tanda ia mengerti, kemudian orang-orang berpakaian serba hitam membawa laki-laki yang kepalanya di tutupi dengan kain hitam.


"Buat ia bicara tentang kebenarannya." sambungnya.


semua orang pergi, tinggal ia sendirian. melangkah dengan tegap lalu membuka pintu mobil Lamborghini berwarna hitam miliknya.


dia membenarkan kaca tengah mobil kemudian tampaklah wajahnya, sambil mengemudikan mobilnya ia mendapatkan panggilan dari seseorang.


Tring..tring..


"iya sayang, sebentar lagi aku akan sampai." ucapnya lalu memutuskan panggilannya.


ialah jeon jungkook seorang ceo yang paling di kagumi serta di takuti seluruh orang di negeri Seoul, pengusaha sukses nomor satu di negaranya.


sesampai di rumah pacarnya jungkook dengan senang hati mengetuk pintu beberapa kali.


"Sebentar..." jerit seseorang.


munculah sosok wanita yang di rindukan jungkook akhir-akhir ini, wanita yang di dambakan jungkook selama dua tahun ini.


"Jungkook-ah!" peluk eunha.


jungkook mengendong eunha lalu mencium bibirnya, sedangkan eunha melingkari tangannya di leher jungkook lalu memperdalam ciuman mereka.


"aku merindukan mu, eunha-ya." bisik jungkook.


"Aku juga sangat merindukan mu." senyum eunha.


setelah berciuman eunha mengajak jungkook masuk ke dalam rumahnya lalu menyiapkan makan malam untuk jungkook.


sudah dua tahun berlalu, mantan pasangan suami istri ini sekarang semakin erat. kisah satu tahun yang lalu membuat keduanya terpisah namun kembali di pertemukan saat satu tahun mendatang.


kejadian dahulu bukanlah akhir dari kisah cinta mereka, tetapi awal dari kisah cinta dua orang pengusaha. berawal dari perjodohan, dan membohongi perasaan satu sama lain, dan akhirnya mencintai dengan ketulusan.


"Eunha-ya, kau tambah seksi." kekeh jungkook sambil memeluk eunha dari belakang.


"Jangan menggodaku, kau tak lihat aku sedang masak?" tanya eunha.


"Aku tahu, tapi apa kau tak ingin mendengar suara anak kecil yang memanggil kita eomma dan appa? kau inginkan? iyakan?" seru jungkook.


"Jangan bercanda! pernikahan kita saja belum terlaksana." kesal eunha.


"Kau segitu inginnya? kenapa tidak membuat anak dulu baru menikah? semua orang juga tahu kita saling mencintai dan sebelumnya kita juga pernah menika—"


"mphh!" desis jungkook.


eunha menarik leher jungkook lalu membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman yang amat kasar.


"Ciuman yang buruk!" ejek jungkook.

__ADS_1


"Terserah saja." balas eunha.


"perlukah aku ajarkan, sini mendekat." kata jungkook sambil mencoba menarik eunha.


karena geram terus di ganggu jungkook, ia menerjang **** jungkook sampai ia berteriak keras.


"Eunha-ya! kau merusak masa depan ku! apa kau tak ingin memiliki anak nantinya?!" marah jungkook.


"Kau yang memulai! aku sudah bilang jangan ganggu aku dulu! apa kau tak ingin makan malam mu aku siapkan?!" kesal eunha.


terjadi lagi pertengkaran antar pasangan ini, jungkook menghela nafasnya pelan. ia tak ingin melanjutkan pertengkaran itu mengalah adalah hal terbaik, dia pergi ke ruang tengah sambil menonton televisi.


hampir lewat setengah jam, pelan-pelan eunha berjalan mendekati jungkook yang tidur pulas mungkin karena kelelahan.


"Chagiya..bangun..makan malam sudah aku siapkan." ucap eunha sambil menggoncang tubuh jungkook.


"Uhh..aku lelah, sebentar lagi yein." gumam jungkook.


mendengar kata itu eunha seperti di sulut dengan api, bagaimana tak kesal? mendengar nama perempuan lain dari mulut sang kekasih sendiri.


amarahnya bangkit lalu menampar jungkook kencang, akibatnya jungkook terbangun karena kesakitan.


"Eunha! apa-apaan ini!" marah jungkook.


"SIAPA YEIN?!" teriak eunha.


"Yein? mana ku tahu!" sahut jungkook.


"Kau berbohong! kau sedang mendekati perempuan lainkan!?" tanya eunha dengan nada tinggi.


"Aku tidak percaya!" kesal eunha.


ia menangis lalu meninggalkan jungkook dan menuju kamarnya, di kamar itu eunha menangis tersedu-sedu memikirkan jungkook yang mempunyai kekasih baru.


"Eunha-ya..aku minta maaf, aku hanya mencintai mu seorang..tolong percayalah." mohon jungkook.


"Pergi!" teriak eunha.


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu membuka pintunya." kata jungkook.


eunha berdiri lalu membuka pintu kamarnya pelan, jungkook dengan cepat ingin memeluk eunha namun di dorong dengannya.


"katakan pada ku, siapa yein?" tanya eunha dengan tatapan tajamnya.


"Baiklah, yein saudara Kyung-soo selama bekerja menyelidiki misterius..dia membantu ku, saat tertidur di kantor dia selalu membangunkan ku untuk terus mengawasi kabar-kabar dari penyelidik." jelas jungkook.


"Kyung-soo? bukannya dia tidak memiliki saudara perempuan?!" eunha curiga.


"Saudara jauh." jungkook menujukan foto Kyung-soo dan saudaranya yein.


"Kau percaya?" tanya jungkook.


"Ya sudah, di bawah sudah ku siapkan makan malam untuk mu." jawab eunha.

__ADS_1


"Aku tak ingin makan malam." kata jungkook.


"Jadi kau mau apa?" bingung eunha.


"Aku ingin kau menjadi santapan ku malam ini." seringai jungkook.


"Jungkook! jangan coba-coba." eunha melangkah mundur.


"Kenapa? kau milik ku, bukankah sudah lama kita tidak melakukannya?" tanya jungkook.


jungkook menangkap eunha yang hendak berlari, namun ia berhasil menangkapnya dan menciumi bibirnya.


eunha tak bisa menolaknya, dirinya juga menginginkan ciuman itu.


"Tunggu dulu, aku ingin pergi ke toilet sebentar." cengir eunha.


jungkook mendengus ia menyuruh eunha pergi lalu kembali dengan cepat.


tak lama kemudian jungkook mengingat sesuatu, ia membuka sebuah laci di samping kasur eunha lalu menemukan botol yang berisikan obat.


jungkook tersenyum tipis membaca tulisan di botol itu 'pil kontrasepsi' ia membuangnya melalu jendela kemudian tertawa kecil saat melihat eunha datang.


"Kenapa membuka jendela?" tanya eunha.


"Tidak ada." jawab jungkook.


eunha berjalan menuju laci kamarnya, kemudian mencari sesuatu disana.


"Mencari apa?" tanya jungkook.


"Uhm.. sesuatu." jawab eunha.


jungkook berusaha menahan tawanya, karena sudah tak sabaran ia langsung menggendong eunha lalu menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


"Jungkook! tunggu dulu! aku sungguh belum siap!" jerit eunha.


"kau pikir ini yang pertama kalinya? eunha-ya kau sungguh membenci ku?" tanya jungkook.


"Bukan begitu.." jawab eunha.


"Lalu apa?" tanya jungkook lagi.


"Aku kehilangan pil kontrasepsi, bukan karena aku tidak ingin memiliki anak dengan mu..namun aku sungguh belum siap." jelasnya.


"Kau takut aku akan meninggalkan mu eunha? kau tak perlu berpikir begitu, aku akan selalu senantiasa menemani mu hingga—"


eunha menutup mulut jungkook.


"Aku mengerti, ya sudah." kata eunha.


jungkook menciumi bibir eunha lalu meluncur ke lehernya, tangannya melucuti pakaian eunha kemudian menatap eunha dalam.


"Apa?" tanya eunha.

__ADS_1


"Aku akan membantai mu malam ini." seringai jungkook.


"JUNGKOOK-AH!" jerit eunha.


__ADS_2