
Sohyun pov
Aku tak percaya jika tuan berubah secepat itu.
Kemana aku harus pergi? Aku tak punya tempat tinggal selain mansion itu.
Apa aku harus kembali ke desa? Itu tak mungkin, aku sudah melawan ke dua orang tua ku untuk bekerja dengan tuan jungkook.
Seharusnya aku dengarkan kata mereka, tidak, aku tidak pernah menyesali perasaan ku pada tuan.
Aku tetap mencintainya sampai kapan pun.
"Hai teman" sapa seseorang.
Langkah ku terhenti ketika melihat perempuan dengan rambut sepanjang bahu, berwarna coklat muda.
"Maaf anda siapa?" Tanya ku
"Begini, aku tidak mau basa basi, intinya kau menyukai Jungkook kan? Kau mau merebut Jungkook dari eunha kan?" Tanyanya
Aku mengerutkan dahi "dari mana kau tahu itu semua?"
"Nama ku lisa, aku bisa membantu mu menyingkirkan eunha, itu saja, kau mau menerima tawaran ku?" Jelasnya.
"Apa kau bisa di percaya?"
"Tentu" jawab dia
"Aku pergi dulu" dia mengasih ku secarik kertas berisi alamat rumah dan nomor telepon.
Author pov
Kai dan tae oh sedang menuju perjalanan ke rumah, saat melihat sohyun berjalan sendirian di pinggir tae oh berteriak pada ayahnya.
"Papa! Lihat bibi itu?" Ujar tae oh
"Kenapa Tae oh?" Tanya kai
"Kasian bibi itu sendirian, kita antarkan pulang ya?" Bujuk tae oh.
"Tapi kita tak mengenalnya?"
"Maka dari itulah kita harus menolongnya papa!" Mohon Tae oh
Kai mendengus "anak papa memang baik hati ya" senyum kai.
Kai meminggirkan mobilnya ke ujung jalan "permisi nona, mau ku antarkan pulang?" Ucap kai dari dalam mobilnya.
"Ahh, tidak terima kasih tuan" balas Sohyun.
"Tidak apa auntie, ayo kami antarkan pulang" tae oh dengan semangatnya keluar dari mobil.
"Tidak perlu sayang, bibi bisa pulang sendiri" jawab Sohyun
"Ayolah, auntie" mohon Tae oh
Sohyun tersenyum kebingungan "ayo kami antarkan kau pulang" ajak kai lagi
"Maaf, tapi aku tidak tahu kemana aku akan pulang" sohyun menunduk.
"Auntie tidak punya tempat tinggal?" Tanya Tae oh, Sohyun mengangguk.
"Papa! Kita ajak saja auntie tinggal di tempat kita" mohon Tae oh pada kai.
Kai kebingungan harus menjawab apa, pasalnya mereka baru saja bertemu, kai takut terjadi apa-apa jika mengajak Sohyun untuk tinggal bersamanya.
"Papa?" Tae oh menggantungi kaki kai
Kai tak bisa membantah permintaan anaknya sendiri "baiklah, tinggal di rumah kami saja sementara" ujar kai.
__ADS_1
"Tidak usah tuan, itu merepotkan"
"Auntie aku mohon, setidaknya tinggallah di rumah kami sementara, sebelum kau mendapatkan tempat tinggal baru"
"Apa tidak merepotkan kalian?"
"Tidak" senyum Tae oh
"Tuan, apa di rumah mu ada pembantu?" Tanya sohyun
"Pembantu? Tidak, kami biasanya membersihkan rumah sendiri" jawab kai
Sohyun tersenyum "izinkan aku bekerja di rumah mu, sebagai bayarannya aku hanya tinggal di rumah mu saja, kau tak perlu membayar ku"
"Kau pernah bekerja seperti itu?" Tanya kai
"Aku seorang maid dari keluarga tuan jeon, tapi aku di pecat, karena itu aku kesulitan mencari tempat tinggal"
"Maid tuan jeon? Jeon ko gun?" Tanya kai
"Ya, tapi dua tahun ini aku di pekerjaan pada anaknya jeon jungkook" jawab Sohyun
"Baiklah, kau ku terima" sambut kai
---
Sohyun sedang bermain bersama Tae oh di ruang tamu, sementara kai memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Papa! Ayo ikut main" jerit tae oh yang mengetahui ayahnya memperhatikan dari jauh.
Kai tersenyum, lalu menghampiri anak satu-satunya itu.
"Papa! Bagaimana kita bermain Sumbaggoggil?" Tanya tae oh.
*Sumbaggoggil \= petak umpet
"Ayo, tae oh yang mencari ya?" Seru kai.
Kai mengangguk sambil mengacak-acak rambut anaknya.
"Kalau begitu ayo auntie kita bersembunyi" ajak tae oh
Kai menghitung sambil menutup matanya, sisanya tae oh dan sohyun bersembunyi.
Sohyun bersembunyi di balik lemari, tae oh bersembunyi di kamarnya.
"Sudah? 9! 10!" Gumam kai
Ia mulai mencari keduanya, menelusuri beberapa ruangan dan tempat yang tersembunyi.
*Crieet
Kai menoleh kebelakang, lalu ia berjalan mendekati lemari yang ada di hadapannya.
Suara yang di dengarnya tadi sudah tak terdengar lagi, akhirnya kai memutuskan untuk membuka lemari itu.
"Dumb! Tae oh!" Jerit kai
Setelah membuka lemari itu, ekspresi kai berubah menjadi datar, ia pikir ada tae oh yang bersembunyi di sana.
Kai memutar balik badannya, saat berputar tak sengaja kai melihat sepatu di balik lemari itu.
Kai mendekat, menempelkan satu tangannya di pinggiran lemari, dia melirik ke samping lemari itu, kemudian dia memberanikan diri untuk melihat langsung apa yang ada di balik sana.
Ia melihat sepatu berwarna merah serta kaki jenjang seorang perempuan, di lihatnya wajah perempuan itu, sohyun.
Mereka saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.
Tak sadar mereka saling bertatapan, tae oh pun muncul dari belakang.
__ADS_1
"Papa!"
Kai terkejut lalu sontak melihat anaknya.
"Tae oh? Kenapa kamu tidak bersembunyi?" Tanya kai
"Papa aku lapar" ujar tae oh
Kai mendengus lalu menjawab perkataan anaknya " jadi kamu mau makan apa?" Tanya kai.
"Aku pengen masakan rumah" senyum tae oh.
"Saya bisa memasakannya tuan" celetuk sohyun.
"Tapi bahan makanan kami tengah habis" jawab kai.
"Kita beli makanan di luar saja ya, sayang?" Bujuk kai.
Tae oh menggerutu "aku tak mau!" Pergi.
Kai menyusul anaknya, tapi Tae oh malah mengusirnya.
"Tuan, saya bisa pergi belanja untuk membuatkan makanan Tae oh" ujar Sohyun.
"Ahh, dia selalu begitu, jika kehendaknya tidak di kabulkan maka dia akan marah" gumam kai.
"Membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke pasar, bagaimana kita pergi ke
Supermarket terdekat?"
"Aku mengikuti tuan saja" balas Sohyun
"Tae oh, papa dan bibi Sohyun akan pergi ke supermarket kamu ikut?" Jerit kai.
Tae oh langsung keluar dari kamarnya "aku ikut" senyumnya.
___
"Papa, aku pengen beli mainan itu! Boleh ya?" Mohon tae oh.
"Tapi mainan kamu sudah banyak di rumah sayang" balas kai
Tae oh mengerutkan dahinya lagi lalu berlari ke arah sohyun.
"Auntie, beli apa?" Tanya tae oh
"Beli sayuran, tae suka?" Tanya sohyun.
"Tidak, papa yang suka" jawab tae oh
"Baiklah, papa tae saja yang makannya" senyum Sohyun
Kai berjalan mendekati mereka berdua "tae oh?"
Tae oh membuang mukanya berjalan meninggalkan ayahnya.
"Tae oh! Jangan jauh-jauh" jerit kai.
"Sohyun, aku pergi menghampiri tae sebenar" sohyun mengangguk.
Sohyun tengah asik memilih sayuran yang akan di masaknya, lalu tiba-tiba ada seorang ibu-ibu menghampiri dia.
"Itu suami dan anak mu?" Tanya ibu-ibu itu.
Sohyun terkejut, ia tak bisa berkata apa-apa, mulutnya hanya diam seperti tertutup dengan selotip.
"Suami mu tampan dan anak mu juga, kau sangat beruntung" candanya
Sohyun hanya tersenyum sedikit, lalu ibu itu meninggalkannya.
__ADS_1
'ibu itu benar aku sangat beruntung jika mempunyai anak dan suami yang tampan, apa lagi jika suami ku adalah tuan jungkook...' -sohyun