Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
- eight


__ADS_3

"tuan, terima kasih sudah mengantar saya" ujar eunha pada jungkook


Jungkook mengangguk lalu kembali masuk ke dalam mobilnya


"Tunggu!" Teriak seseorang


Orang itu tak lain adalah ibu eunha, jung hee


Karena di panggil akhirnya jungkook kembali keluar dari mobil


"Halo, nyonya" sapa Jungkook membungkukan badannya


"Ah ya, halo, kau jungkook bukan anaknya tuan jeon?"


"Itu benar" balas Jungkook


Jung hee tak bisa menahan senangnya dia langsung menepuk tangan seperti anak kecil yang baru saja di belikan es krim


"Kalau begitu, masuklah dulu, mari makan malam bersama?" Tawar jung hee


"Maaf, tapi saya ada urusan lain setelah ini"


"Oh begitu...kalau begitu pergilah jangan biarkan hal penting itu terbengkalai"


"Saya permisi dulu nyonya"


Jung hee mengangguk lalu melihat ke pergian Jungkook


***


Saat ini eunha sedang berada di ruang tamu bersama ibunya


Eunha terus memakan camilan sedari sambil menonton televisi dengan acara kesukaannya


"Ma, apa yang ingin kau bicarakan tadi" tanya eunha


Ibunya belum memperdulikan itu dia terus membaca majalah yang bertuliskan fashion style dengan warna merah muda


Karena lelah eunha memutuskan untuk meninggalkan ibunya dan kembali ke kamarnya


"Eunha" panggil Jung hee


Eunha menoleh lalu kembali duduk di sofa empuk yang terletak di ruang tamunya


Sambil menunggu apa yang akan di bicarakan ibunya eunha terus memakan camilan yang beberapa waktu lalu di bukanya


"Mama rasa kau sudah dewasa"


Eunha terkejut lalu fokus mendengarkan perkataan ibunya


"Kau tahu tentang perusahaan ayah mu?"


Eunha menyeringit sambil menghancurkan kripik yang ada di tangannya


"Perusahaan kita berada di dalam ambang kehancuran"


"Apa aku peduli itu?" Balas eunha tanpa peduli apa yang akan di lakukan selanjutnya dengan ibunya


BRUK!


Jung hee menepuk meja kuat membuat eunha tersedak


"Kau tau jika perusahaan kita hancur bagaimana hidup kita kedepannya?! Ayah dan ibu mu ini bisa mati terancam! Masa depan mu akan hancur!" Marah ibunya

__ADS_1


Eunha mengacuhkan pembicaraan itu dia bersender di sofa layaknya nona besar


'ibu? Apa kau yakin menyebutkan bahwa kau ibu ku?!' - eunha


"Memangnya apa yang bisa aku bantu? Bukannya aku ini hanya anak pembawa sial?"


"Sudah saatnya kau membalas ke baikan ku..aku sudah membesarkan mu sampai sekarang sebagaimana anak ku sendiri...dan lagi! Jangan pernah menyebutkan bahwa kau anak pembawa sial! Aku tak pernah mengucapkan kata-kata itu sedikitpun!"


"Sudahlah, langsung saja pada intinya" eunha sudah mulai muak pada celotehan ibunya


Bukan, lebih tepatnya ibu tiri, eunha telah di tinggalkan ibunya sejak berusia lima tahun sejak itulah Jung hee menikah dengan ayahnya


Dan kenyataan yang paling pahit setelah lama ini dipendam oleh mereka berdua ayah eunha dan Jung hee


Akhirnya terbongkar ibu eunha meninggal karena ayahnya yang berselingkuh dengan Jung hee


Ia terus memikirkan hal itu sampai jatuh sakit dan meninggal


Sampai kapanpun eunha tak akan pernah memaafkan itu, tapi entah kenapa eunha juga tak bisa membenci Jung hee


Perannya sebagai ibu berhasil membuat eunha takluk padanya


Jung hee tak pernah menyiksa eunha sedikit pun ia selalu memberikan kasih sayang pada eunha sekalipun


Lain dengan cerita-cerita orang tentang ibu tiri, menurut eunha hanya Jung hee yang berbeda


Hingga saat ini, eunha kembali membencinya


"Menikahlah dengan jungkook" ucap Jung hee


Eunha menjatuhkan makanannya dan berdiri menatap Jung hee


"Apa kau gila?! M-maksud ku..aku ini masih anak sekolahan kau tau itu..tolonglah ma..aku belum ingin menikah"


"Tak ada cara lain kah? Atau kenapa tidak kak jin yang menikah dengan perempuan kaya raya? Lalu bekerja sama antar perusahaan! Kak jin sudah cukup umur bukan untuk menikah?"


"Tidak ada cara lain, Jungkook anak dari perusahaan HBO..kau tau HBO kan? Perusahaan terbesar di Seoul"


"A-ayah?"


Sebut eunha setelah melihat ayahnya tak di percaya bahwa ayahnya memihak pada Jung hee


"Ayah mohon eun...ayah terlibat dalam kasus perhutangan...ayah bahkan tak tahu kalau di khianati tangan kanan sendiri..kau tau tuan namjoon? Dia sudah meminjam uang sebesar 10 triliun dan melibatkan perusahan kita sebagai jaminannya...dan sekarang nyawa ibu dan ayah mu sedang terancam jika tak membayar itu semua"


"Tapi ayah, kenapa harus aku"


"Ayah mohon pada mu, dengan kau menikah bersama jungkook..hutang ayah akan terbayarkan dan perusahaan kita bisa berkembang pesat"


Eunha termenung lalu kembali duduk


Wajahnya tampak sayu seperti mendengar kabar buruk


Memang kabar buruk, bahwa dia akan menikah dengan usia semuda ini bahkan tak bisa menikmati masa mudanya


Eunha berusaha menahan tangisnya ia melirik kesamping agar ibu dan ayahnya tak melihat matanya sudah mulai memerah


Jin melihat semua yang terjadi dari atas menggenggam kedua tangannya erat lalu berpikir sejenak


Tak lama kemudian ia melihat adik perempuannya menangis


Kesal karena melihat adiknya menangis jin segera menghampiri mereka semua


"Biarkan eunha berpikir dulu untuk menjawab itu semua"

__ADS_1


Jin membawa eunha yang sedang menangis ke kamarnya


Eunha masih saja terus menangis di atas kasur kakaknya itu


Jin yang melihat itu menarik nafasnya kasar


Ia membakar sebatang rokok lalu mengisapnya


"Yang di katakan mereka memang benar eun..aku juga sedih mengetahui hal itu.. keluarga kita tak punya pilihan lain..aku bahkan tak bisa menghadapi masalah itu sendirian..aku tak akan kuat melawan jebakan yang di buat namjoon..yang bisa menghentikan itu semua hanya kau..tapi aku juga tak mau egois..aku tak ingin melihat adik ku hidup dengan laki-laki yang tidak di cintainya...aku harus bagaimana? Aku tak bisa apa-apa sekarang...aku juga berharap kau mengerti"


"Jika aku menikah..apa aku tak bisa menikmati masa muda ku lagi?" Tanya eunha


"Apa? Jika kau hanya mengkhawatirkan itu..salah, kau tak akan kehilangan itu semua..kau masih bisa berteman dengan teman sebaya mu..kau masih bisa kuliah..masih bisa pergi kemana-mana..bahkan mungkin hidup mu akan terasa bebas..dan juga kau harus mengikat janji di pernikahan itu.."


Eunha menghela nafasnya kembali lalu memilih untuk tidur di kamar kakaknya


Jin melihat adiknya yang memilih untuk tidur dari pada berbicara dengannya lagi pun memilih untuk keluar dari rumahnya mencari udara segar


Perlahan lampu rumah besar mereka mulai meredup dan akhirnya mati


Jin duduk di kursi taman sambil terus menghisap batang rokoknya


Tring...! Tring...!


*Panggilan masuk


'halo?'


'halo kak! Ini saya sowon'


'oh sowon temannya eunha?'


'iya benar'


'ada perlu apa kau menelpon ku?'


'begini kami besok ada lomba quest..ada sedikit perubahan jadwal mulainya quest..jadi saya ingin memberitahu eunha..tapi ia tak membalas pesan saya! Bukan! Lebih tepatnya dia belum membaca'


Jin tertawa lalu tersenyum-senyum sendiri mendengar sowon bicara


'jadi apa yang bisa aku bantu?'


'tolong bilang ke eunha datanglah besok kesekolah tepat jam delapan dan lagi...saya mempunyai foto pelajaran yang belum di kirim ke eunha'


'kirim kan saja pada ku'


'tapi saya tidak tahu id kakak'


'id ku jin.onlyou'


'----'


'halo?' panggil jin


'oh iya! Saya akan menambahkannya sampai jumpa kak!'


Tut..Tut..


"Ya sampai..cepat sekali di matikannya"


Jin tertawa lalu melihat aplikasi yang biasanya mereka gunakan untuk berkomunikasi


Ia menunggu notifikasi chat dari sowon.

__ADS_1


__ADS_2