Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
- fourty four


__ADS_3

Langit yang gelap perlahan berubah menjadi cerah, burung-burung banyak berterbangan melewati pepohonan.


Terdengar suara percikan air taman yang biasanya hidup di pagi hari.


Bibi joshua berjalan menghampiri kamar eunha, dia membuka pintu itu pelan, tapi siapa sangka, dia bahkan melihat joshua juga di dalam kamar itu.


Bibi itu tersenyum, lalu menutup kembali pintu itu dengan pelan.


Eunha mengangkat kedua tangannya, mengeluarkan suara lembut seperti bayi.


"Hnghhh" desis eunha


Joshua terbangun karena suara itu, dia mengusap wajahnya kasar.


Dia sangat terkejut melihat eunha di samping, di lihatnya lagi dimana posisinya, ternyata dia tak sadar bahwa ia tertidur semalaman di kamar eunha.


Joshua bangkit dari tempat tidurnya, pelan-pelan ia melangkah keluar kamar, agar eunha tak terbangun.


Saat di dapur ia mengambil satu gelas air putih dan meminumnya.


"Joshua" panggil bibinya


Joshua menoleh menanggapi panggilan dari bibinya.


"Ada apa bi?" Tanya joshua


"Kau tak habis melakukan hal aneh bersama eunha kan? Selama bibi pergi?" Candanya


"Astaga" Joshua bahkan langsung melotot mendengar perkataan bibinya.


"Aku tidak akan melakukan hal itu bi, aku akan melakukan hal itu setelah menikah" tawanya


"Syukurlah, bibi kira" tawanya juga


Joshua berjalan menuju kamarnya, berniat untuk membersihkan badannya dan pergi ke kampus.


"Halo eunha? Bagaimana dengan tidur mu?" Tanya bibi joshua


Eunha tersenyum, dia duduk di samping bibi joshua yang sedang sarapan.


"Makanlah" bibi joshua memberikan satu piring nasi goreng


"Terima kasih bi" senyum eunha


Mereka berdua makan bersama, tak lama kemudian joshua turun dengan pakaian yang sangat rapi.


"Kau sudah mau pergi?" Tanya bibinya


Joshua mengangguk lalu meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan eunha sedari terus melamun sambil memakan nasi gorengnya.


"Eunha, kau juga bersiaplah, hari ini kau kuliah kan?"


Eunha mengangguk dia berdiri dan meninggalkan bibi itu.


____


TING!


Jungkook sent massage


Joshua membuka handphonenya dan melihat pesan dari Jungkook


Jungkook: bagaimana kabar mu?


Joshua: baik, bagaimana dengan mu?

__ADS_1


Jungkook: aku baik, dan aku juga sudah mendengar semuanya


Joshua: mendengar apa? Sudah lama sekali kau tak memberi kabar dan berakhir dengan pesan yang aneh


Jungkook: haha, eunha bersama mu kan?


Joshua terkejut bahkan ia langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Joshua: ya, itu permintaannya Sendiri


Jungkook: aku tau, ayahnya sendiri yang bicara pada ku


Joshua: lalu? Apa tujuan mu?


Jungkook: tolong bawa eunha pulang


Joshua: bagaimana dengan misterius?


Jungkook: kabar bagus


Joshua: kabar bagus apa?


Jungkook: dia sudah tertangkap


Sebuah senyuman mengembang di wajahnya, dia bahkan terus membalas pesan dari jungkook


Joshua: syukurlah, kau tenang saja..aku pasti membawanya pulang


Jungkook: Joshua..aku ingin bicara serius


Joshua: apa pembicaraan ini sedang bercanda?


Jungkook: aku tau tentang perasaan mu dengan eunha


Joshua: kau memang hebat ya, pantas saja kau terpilih menjadi ceo yang sangat jenius


Joshua: itu memang benar, tapi perasaan itu telah hilang, kau tenang saja..aku sekarang sudah sadar.. setelah ini kau perlu menjaga eunha baik-baik


Jungkook: joshua, aku yakin kau akan menemukan wanita yang baik


Joshua: tentu saja


Pembicaraan lewat handphone pun di akhirinya, dia mengemudikan mobilnya lagi.


"Momo" panggil eunha pada momo yang sedang mengemudi


"Selamat ya, kini kau sudah berpacaran dengan sungyoon" senyum momo


"Aku ingin mengakhirinya, aku tak ingin mobil mu" ucap eunha


Mata momo terbelalak mendengar ucapan eunha


"Apa yang kau ucapkan? Kau ingin mengakhirinya?"


"Ya, asal kau tahu..aku tak mencintai sungyoon sedikit pun..aku mempunyai kekasih di negara asli ku" gumam eunha


Lagi momo sangat terkejut bahkan ia sampai terbatuk-batuk.


"Yaa, terserah kau sih..tapi kalau ini di akhiri tentu saja kau tidak akan mendapatkan hadiah taruhan" ucap momo


"Aku tak mengharapkan itu"


"Ya sudah, ayo kita jelaskan nanti ke sungyoon"


"Dan lagi, sebenarnya mina menyukai sungyoon" lanjut momo


"Apa?! Kenapa kau tak bilang pada ku?!" Marah eunha

__ADS_1


"Ku pikir kalian saling menyukai..itu lebih baik jika hanya satu orang yang menyukai.."


"Kalau begitu, aku akan membantu mina" semangat eunha


Mobil mereka melaju dengan kencang dan pada akhirnya sampai ke tujuan.


Mereka berdua memasuki kelas dahulu sebelum akhirnya teman-teman mereka yang lain menyusul.


Saat dosen mereka datang, barulah mereka mulai menghentikan pembicaraan.


Pelajaran pun di mulai, suasana kembali hening, menurut momo suasana ini sangat berbeda saat ia masih menduduki sekolah menengah atas.


____


*Kantin


"Sangat susah mencarinya disini" gumam momo


"Biasanya dia makan siang di cafe jyp" ucap eunha


"Kenapa kau tak bilang dari tadi?! Ayo kita kesana" ajak momo


Mereka berdua langsung pergi menuju cafe jyp yang berada di seberang sana.


"Eunha itu sungyoon"


"Bagaimana ini?! Aku takut" ucap eunha


Sungyoon melihat eunha yang sedang berbicara dengan momo, kemudian ia melambaikan tangannya.


Eunha tersenyum kemudian menghampiri sungyoon yang sedang makan bersama teman-temannya.


"Sungyoon aku ingin bicara"


Semua teman sungyoon menyoraki mereka berdua.


Kini mereka berdua sedang di luar cafe itu, eunha sangat gugup untuk berbicara.


"Ada apa?" Tanya sungyoon


"Maafkan aku..kita harus mengakhiri ini" gumam eunha


"Apa?! E-eunha..kita baru saja memulainya tadi malam?! Kenapa kau putuskan sampai disini?"


"Maafkan aku sungyoon"


Tak lama kemudian momo datang menyusul mereka.


"Aku yang menyuruh eunha" sebut momo


Sungyoon menoleh, melihat perempuan yang berjalan mendekatinya.


"Apa ini?"


"Eunha tak salah, aku yang menyuruhnya mengencani mu..karena dia terlibat taruhan dengan ku..jadi dia sama sekali tak mencintai mu" gumam momo


Sungyoon mengeraskan rahangnya "ini gila?! Kalian mempermainkan aku?!" Bentak sungyoon


Dia langsung berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa berkata sedikitpun lagi.


"Sungyoon! Maafkan aku" teriak eunha


Sungyoon tak peduli dengan teriakan itu, dia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Halo ayah, aku gagal" gumamnya


'bodoh! eunha aku tidak akan melepaskan mu! Aku akan membuat mu menyesal mengatakan itu, akan ku buat kau tak bisa melupakan ku' -sungyoon

__ADS_1


Sungyoon tertawa keras-keras setelah mengakhiri pembicaraannya di telpon.


__ADS_2