
"Hei akhirnya kau datang juga" gumam lisa yang ada di belakang seolhyun.
Seolhyun menoleh, di lihatnya lisa yang berdiri sambil memakan permen lollipop.
"Ayolah, cepat katakan apa yang harus aku lakukan untuk uang itu" gumam Seolhyun
Sebelum itu lisa membuang permennya dan mengajak Seolhyun masuk ke dalam ruang tamu.
"Jadi?" Tanya Seolhyun
"Bantu aku menyingkirkan eunha" senyum Lisa
Seolhyun tertawa terbahak-bahak bahkan ia menjatuhkan minuman kaleng yang di berikan oleh lisa.
"Kau, dari dulu tidak berubah! Selalu saja mengejar jungkook" seringai Seolhyun keluar ketika mendengar perkataan lisa
"Sudahlah, beri saran apa yang bisa menyingkirkan eunha dan akan ku berikan kau uang" jawab lisa
"Baiklah, caranya cukup mudah" bisik Seolhyun
"Apa?" Tanya lisa
Seolhyun menyuruh lisa mendekatkan telinganya ke mulutnya.
"Tentu saja membunuhnya" bisik seolhyun.
"Cara yang bagus, tapi sayangnya aku pernah mencoba hal itu namun gagal" ujar lisa
"Kau tak pandai dalam rencana itu, akan ku tunjukan cara yang benar" Seolhyun tertawa dan di ikuti oleh lisa.
___
"Sehun! Pelan-pelan" teriak eunha yang tertinggal di belakang karena jalan sehun terlalu cepat.
Akhirnya Sehun menunggu eunha yang tengah berlari terburu-buru.
"Hosh...dimana rumah mu?" Tanya eunha.
Sehun mengacungkan jari telunjuknya ke depan rumah yang tak layak lagi untuk di tempati.
"Ini?" Tanya eunha
"Ya" mengangguk
Mereka berdua berjalan memasuki rumah itu, banyak kayu yang sudah rapuh karena kebakaran itu apalagi ini sudah tahun keberapa semenjak kebakaran itu terjadi, jadi wajar saja rumah itu sudah terlihat jelek.
Mereka mulai melihat keadaan sekitar rumah tersebut.
"Sehun, apa ini?" Tanya eunha.
Dia memegangi sebuah kalung yang di gantungi leontin cinta, saat melihat itu Sehun langsung mengambil alih kalungnya.
"Dari mana kau dapatkan kalung itu?!" Tanya sehun cemas.
"Aku menemukannya di bawah lantai" jawab eunha
Wajah sehun berubah menjadi panik, dia langsung menarik keluar eunha dari rumah itu.
"Ada apa?" Tanya eunha
"Tidak, hari sudah semakin sore, kita harus pulang" ajak sehun.
Eunha menurutinya, mereka kembali ketempat memarkirkan mobilnya tadi.
Sampai di situ seorang nenek-nenek memanggil sehun.
"Sehun? Kaukah itu?" Panggilnya.
__ADS_1
Sehun membalikan tubuhnya, setelah melihat wajah nenek itu dia langsung menyembunyikan eunha di balik tubuhnya.
"Ada apa nek?" Tanya Sehun
"Tidak, kau sudah lama sekali tidak berkunjung kesini, biasanya setiap hari kau selalu mampir kesini" senyum nenek itu.
"Ya, sekarang aku sangat sibuk" jawab sehun.
Nenek itu mengangguk lalu melihat Sehun yang menyuruh eunha masuk.
"Tunggu!" Panggil nenek itu lagi.
"Ada apa lagi nek?" Tanya Sehun
"Perempuan itu, dia mempunyai masalah besar! Suatu musibah akan datang kepadanya" ujar nenek itu.
Sehun terbelalak mendengar perkataan nenek tersebut "ku mohon, jangan berkata yang tidak-tidak, dahulu kau bilang adik ku dalam masalah besar dan setelahnya hanie meninggal karena kecelakaan" marah sehun.
"Ketahuilah Sehun! Semua itu adalah takdir! Kalian tak bisa menolaknya" jelas nenek itu.
Karena merasa kesal sehun langsung mendorong eunha masuk dan mengemudikan mobilnya secepat mungkin agar meninggalkan desa itu.
"Apa maksud dari perkataan nenek tadi?" Tanya eunha
"Jangan kau pikirkan, nenek itu hanya mengada-ada" jawab sehun.
Eunha mengangguk lalu mulai kembali bertanya "lalu soal adik mu?" Tanya eunha
"Ku pikir kau tak perlu tahu, lagi pula itu hanya masa lalu dan tak penting bagi mu" setelah berkata seperti itu sehun hanya diam dan terus mengemudikan mobilnya.
'ada apa ini? Kenapa Sehun berubah menjadi dingin' -eunha
***
Malam ini eunha tengah mengeringkan rambutnya setelah berkeramas.
Ting!
Eunha membuka handphonenya lalu melihat pesan yang masuk.
Yerin: datang kerumah ku sekarang! Ini penting! Tolong aku!
Deg
Eunha merasa perasaannya tidak enak, dia takut terjadi sesuatu pada temannya itu yerin.
Yerin: jangan bawa Sehun! Aku mohon!
"Benar, ini pasti ada sesuatu"
Eunha segera mencari tasnya dan pergi dari mansion itu.
Eunha pov
Jam segini sangat sulit mencari taksi di sekitar sini.
Wush!
Satu mobil lewat dengan kencang, membuat rambut ku menjadi kusut.
Aku sangat kesal! Rasanya ingin ku lempar mobil itu dengan sepatu yang ku pakai.
Aku kembali berjalan lagi mencari taksi, tapi apa yang ku dapat? Mobil sport yang lewat begitu kencang kembali mundur dan berhenti tepat di hadapan ku.
Dia membuka jendela dan berkata pada ku "hai sayang! Bagaimana kabar mu?" Tanyanya.
Persetan! Ternyata itu Joshua! Segera aku memukulnya.
__ADS_1
Dia tertawa karena aku pukul, lalu keluar dari mobil mewah Lamborghini yang berwarna kuning.
"Joshua! Kapan kau pulang dari Amerika?!" Teriak ku.
Dia hanya tertawa sembari terus memeluk ku.
"Aku senang, bisa bertemu dengan mu lagi" gumam ku yang masih berada di pelukan joshua.
"Aku juga sangat senang, bisa bertemu dengan pujaan--" joshua menghentikan pembicaraan
"Apa?" Tanya ku bingung
"Tidak, ngomong-ngomong kau mau pergi kemana?" Tanya joshua
Aku melepaskan pelukannya "astaga! Aku hampir lupa! Yerin tadi mengirimkan pesan pada ku, dia bilang ada keadaan darurat di rumahnya dan dia juga meminta ku untuk datang kesana!" Jelas ku
Joshua menaikan satu alisnya "benarkah?"
"Benar! Jika kau mau melihat pesannya" jawab ku
Joshua mengeluarkan ponselnya lalu menelpon nomor yerin.
'halo yerin! Eunha sudah bersama ku, kalian pergilah duluan'
"Apa?" Aku kebingungan mendengar pembicaraan mereka.
"Ayo pergi! Ini memang keadaan darurat" paksa Joshua
Aku mengikutinya, masuk kedalam mobilnya sambil terus menghubungi nomor yerin.
aneh, padahal tadi joshua bisa menelpone yerin, tapi kenapa aku tak bisa?
Aku terus mencobanya sampai tak sadar bahwa kami sampai ke sebuah restoran yang terkenal di korea.
"Kenapa kita ke sini?" Tanya ku.
"Sudah, ikuti saja"
___
"Suprise!!!" Teriak mereka.
Aku menutup mulut ku, ternyata mereka membuat kejutan untuk ku, aku melihat umji, sowon, sinb sudah kembali ke korea, begitu juga dengan geng seventeen, mereka yang berkuliah di luar negeri akhirnya kembali, tapi pandangan ku menjadi terfokus pada seseorang yang selama ini aku tunggu kedatangannya.
Mingyu, dia tersenyum pada ku, aku tahu bahwa kenyataan yang pahit menerpaku setelah ini.
"Apa kabar mu?" Tanya mingyu
"Aku baik, bagaimana dengan mu?" Tanya ku
"Aku juga baik" jawabnya
setelah itu kami semua berbincang-bincang menceritakan pengalaman kami saat kuliah.
"Setelah ini apa kau akan kembali ke Jepang?" Tanya ku pada mingyu.
"Minggu depan, aku akan kembali kesana"
"Emm" aku mengangguk.
"Tapi tenang saja, saat liburan aku pasti akan kembali lagi" gumam mingyu.
"Kita tetap akan berkumpul kan?" Tanya ku
"Tentu, kenapa tidak" jawab mingyu.
__ADS_1
Kami semua mulai memakan makanan yang di pesan, sedari joshua terus memperhatikan ku dengan mingyu yang terus berbicara, aku tau dia sedang menguping.