
Siang ini eunha dan jungkook tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tuanya
"Sayang" gumam jungkook
Ia menyodorkan dasi ke arah eunha.
Eunha tersenyum lalu sontak mengambil dasi tersebut, di selempangkannya dasi itu ke leher jungkook, eunha memasangnya dengan rapi.
"Ibu ku sudah menunggu di rumah nyonya jung hee" ujar Jungkook.
Eunha mengangguk "akan lebih baik jika kau memanggilnya dengan sebutan ibu dari pada nyonya" saran eunha
"Baiklah, aku akan mengubahnya" jawab jungkook.
Mereka berdua keluar dari kamarnya, melewati tangga lalu di sambut dengan maid lainnya.
"Tuan, ini kunci mobilnya" seorang maid memberi kunci mobil milik Jungkook.
Setelah mengambilnya, mereka berdua pergi ke halaman rumah, di depan sana ada Sehun yang menunggu mereka.
"Sedang apa kau disitu?" Tanya Jungkook
Sehun menatapnya heran, dia melirik tangan eunha yang memeluk lengan jungkook.
"Kalian akan pergi?" Tanya sehun
Sebaliknya, kini jungkook yang menatap sehun heran "ada apa dengan mu? Memangnya kenapa jika kami pergi bersama" tanya jungkook.
"Tidak, syukurlah jika kalian akur kembali aku hanya takut jika ada pengganggu lagi" tawa Sehun
"Ada apa dengan mu? Kenapa sikap mu hari ini aneh sekali?" Tanya eunha
Sehun menggelengkan kepalanya pelan "tidak, aku hanya bingung harus pergi kemana, biasanya aku selalu mengantarkan mu, kini ada jungkook yang di samping mu"
"Jadi maksud mu, kau ingin mengambil eunha dari ku?"
"Haha, tenang saja! Aku tak akan melakukan itu! Jika saja kau menyakiti eunha lagi" canda Sehun.
"Apa kau bilang? Jangan coba-coba!" Marah jungkook.
Jungkook menarik leher sehun, lalu memukul kepalanya pelan, setelah itu mereka berdua tertawa ria.
"Baiklah, kami pergi dulu" ucap eunha.
"Tunggu! Kalian akan pergi kemana?" Tanya sehun
"Kami akan pergi kerumah orang tua ku" jawab eunha.
"Bolehkah aku ikut? Aku tak ada tempat yang ingin di kunjungi" mohon Sehun
Eunha melirik jungkook "kau pergi dengan mobil mu sendiri!" Ucap jungkook
Sehun tersenyum lalu mengacungkan jempolnya, segera ia berlari masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil jungkook dari belakang.
"Kau kenapa?" Tanya jungkook, ia sangat binggung melihat istrinya tersenyum sendiri.
"Tidak, aku hanya senang saja..." Jawab eunha
"Senang bahwa Sehun tertarik pada mu?" Tanya Jungkook dengan nada jengkelnya.
"Kau ini! Selalu saja begitu! Aku hanya senang melihat mu akur dengan Sehun" marah eunha
"Memangnya kapan aku dan sehun bertengkar?"
"Terserah! Aku malas bicara dengan mu"
"Ah sayang ku, kau tidak boleh marah" jungkook mencolek dagu eunha.
"Jungkook! Perhatian jalan dengan benar!" Marah eunha.
Jungkook hanya tertawa sembari melihat istrinya yang menggerutu.
---
"Apa jungkook menelpon mu?" Tanya jung Yeon
"Tidak, tapi eunha bilang pada ku sedang dalam perjalanan" jawab jung hee
"Aku takut, aku takut mereka tahu rencana kita" gumam jung yeon
"Aku lebih takut jika eunha tahu tentang masa lalunya" balas Jung hee
Mereka berdua berbincang cukup lama membahas tentang rencana mereka dulu.
*Flashback
"Jung hee, ku dengar perusahaan suami mu akan bangkrut?" Tanya jung yeon.
Jung hee terkejut lalu segera bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Dari mana kau tau itu?!" Ucap jung hee
"Kabar itu sudah tersebar luas"
Jung hee menghela nafasnya panjang "itu memang benar"
"Aku bisa membantu mu"
"A-apa?" Jung hee menatap jung yeon ragu.
"Ya, aku bisa, jika kau mau membantu ku juga"
"Membantu mu apa?" Tanya Jung hee
"Kau tau? Hidup Jungkook sekarang sangat hancur, dia tak bisa melupakan eunbi"
Jung hee hanya menatap Jung yeon sayu "bukan hanya Jungkook, tapi aku dan eunha juga"
"Benarkan? Berapa umur eunha sekarang?" Tanya Jung yeon
"Tujuh belas, kenapa?" Tanya jung hee.
"Ayo kita jodohkan mereka! Sebagai gantinya akan ku bantu perusahaan kalian" ucap jung yeon
Jung hee membulatkan matanya "kau bercanda?! Bagaimana dengan hidup anak ku?"
"Aku yakin suatu saat nanti mereka akan jatuh cinta, ku mohon hee" minta jung yeon.
___
"Permisi nyonya, tuan jungkook dan nona eunha sudah datang" ucap maid di rumah jung hee.
Mereka berdua berdiri menyambut kedatangan eunha dan jungkook.
Tapi ekspresi jung yeon berubah ketika melihat Sehun "Sehun? Kenapa kau ada disini?" Tanya jung Yeon
"Aah, halo nyonya, aku di ajak oleh jungkook tadi" senyum Sehun.
Jung Yeon tersenyum, tapi eunha menatap Sehun malas sedangkan jungkook menggelengkan kepalanya pelan.
Bagaimana tidak, pasalnya jungkook tidak mengajaknya sama sekali, tapi dialah yang menawarkan dirinya sendiri.
"Mama" eunha memeluk jung hee.
"Kenalkan ia Sehun, teman jungkook sekaligus supir pribadi ku" bisik eunha
"Halo nyonya, senang bertemu anda" balas sehun.
Jungkook mengisyaratkan sehun, agar dia keluar sebentar.
"Permisi nyonya, adakah kolam disini?" Tanya Sehun
"Ya, di taman belakang" jawab Jung hee
Sehun berjalan kesana "maid Yara! Tolong buatkan minuman sehun dan antarkan ke taman belakang"
"Baik nyonya"
"Bagaimana kabar mu jungkook?" Tanya jung hee
"Baik ibu" balas Jungkook
Mereka semua duduk di tempat masing-masing, eunha duduk di samping jungkook.
"Jadi kenapa kalian meminta kami untuk berkumpul?" Tanya Jung yeon.
Mereka berdua masih terdiam, karena tidak tahu harus memulai dari mana.
Eunha menghela nafasnya "mama, aku sudah ingat masa lalu ku" sebut eunha.
"A-apa?!" Jung hee terkejut bahkan wajahnya berubah menjadi panik.
"Tenang, aku mengerti maksud mu baik" jawab eunha.
Jung hee menghela nafasnya legah "tapi tolong jelaskan lebih teliti tentang itu" mohon eunha.
"Maafkan mama, kau saat itu trauma berat tentang kematian eunbi, kakak mu, saat itu mama tak tahu harus bagaimana, bahkan kau berniat bunuh diri Eun, kau bahkan sudah melakukannya, untung saja kau masih bisa di selamatkan...sejak itu..mama membawa mu ke Amerika untuk di beri pengobatan.. ingatan mu memang hilang sesaat karena di ganti oleh ingatan yang lain...aku ini sebenarnya ibu kandung mu..bukan ibu tiri..mama sengaja mengganti itu karena mama tidak sanggup kehilangan anak mama yang kedua kalinya.." Jung hee menangis.
Eunha memeluk jung hee "maafkan aku, sudah menyusahkan mu" gumam eunha.
"Jungkook, sebenarnya kau juga sama seperti eunha" ujar Jung yeon.
"Aku sudah tahu bu, kalian merencanakan pernikahan ini demi aku kan? Agar aku berubah" gumam jungkook.
"Tapi aku sudah berubah berkat eunha" lanjutnya lagi.
"Apa kalian ingin bercerai?" Tanya Jung hee.
"Apa? Kami tidak bilang begitu" jawab eunha
__ADS_1
"Aku dan eunha saling mencintai, kami bahkan berterima kasih kalian telah merencanakan hal itu" gumam jungkook.
Jung yeon dan Jung hee masih tak percaya dengan keadaan sekarang.
"K-kalian serius?" Tanya jung yeon.
Eunha mengangguk lalu memegang tangan jung yeon agar dia percaya.
"Syukurlah, mama kira kalian akan bercerai! Ternyata keadaan berbalik seperti yang di kirakan" senyum jung hee.
Suasananya berubah menjadi sangat menyenangkan, jung yeon yang senang karena anak satu-satunya jungkook akhirnya berubah dan jung hee yang senang karena akhirnya eunha bisa menerima kenyataan.
Tak lama kemudian munculah seorang laki-laki yang cukup tua.
"Ada apa ini? Kenapa kelihatan senang sekali?" Tanya jung hoon.
Eunha melihat ayahnya, lalu sontak memeluknya erat "ayah!"
"Eun? Kau sudah terlihat dewasa sekarang" kekeh jung hoon.
Eunha hanya tersenyum malu.
"Permisi" tiba-tiba munculah sehun.
"Siapa ini?" Tanya Jung hoon.
"Dia teman ku tuan" jawab jungkook.
"Halo, nama ku sehun tuan" ujar sehun di balas dengan tepukan di pundaknya oleh jung hoon.
"Ngomong-ngomong, jangan panggil aku tuan, aku sekarang ayah ipar mu, panggilah aku ayah"
"Baik ayah" jungkook menundukkan kepalanya.
"Tuan" panggil seseorang.
"Ya?" Jawab jung hoon.
"Lapangannya sudah kami siapkan"
"Baik, jungkook, sehun kalian ikut bermain golf? Tadi aku berniat bermain sendiri, tapi kalian tiba-tiba datang! Mau bermain bersama?" Tanya jung hoon.
Sehun dan jungkook mengangguk lalu mereka bermain bersama.
"Ayo Sehun!" Teriak jung yeon.
"Jungkook! Jangan menyerah!!!" Semangat eunha
"Jung hoon! Ku pastikan kau tidak tidur bersama ku nanti malam! Jika kau kalah!" Jerit Jung hee.
Eunha dan Jung yeon tertawa.
"Sehun kau payah sekali!" Teriak jung yeon.
"Nyonya aku butuh konsentrasi, lawan ku sangat hebat" jawab sehun.
"Kau akan kalah" tawa jungkook.
"Aku tidak akan mengalah dengan kalian! Meski aku pun yang lebih tua" canda Jung hoon.
"Ayolah tuan, apa kau benar-benar tidak bisa tidur dengan istri mu nanti malam?" Kekeh sehun.
"Dasar! Kau" marah jung hoon.
Mereka semua tertawa sampai akhirnya permainan selesai.
"Ahh, meski aku sudah tua! Tapi kemampuan ku lebih tinggi dari kalian bukan?" Tawa Jung hoon.
"Tuan aku akui kau lebih hebat" ucap Sehun yang masih mengusap keringatnya.
"Ayah, kau tau? Aku mengalah tadi karena aku kasihan jika kau tidak tidur bersama ibu" tawa Jungkook.
"Hei jungkook!" Kemudian Jung hoon tertawa.
Sementara, Jung hee, Jung yeon, eunha sedang membuatkan minuman.
"Nyonya biar saya saja yang membuatkannya?" Seorang maid datang.
"Tidak usah, kalian pergi saja biar kami yang membuat minumannya" balas Jung hee.
"Kemana ya es batunya?" Jung hee pergi mencari es batu.
"Eunha" panggil Jung yeon
"Ya ibu?"
"Tolong jaga jungkook, aku percayakan dia pada mu, jangan tinggalkan dia...aku tak tahu bagaimana kedepannya hidup jungkook tanpa mu" gumam jung yeon.
"Aku berjanji bu, tak akan meninggalkan jungkook" jawab eunha.
__ADS_1