
Seminggu berlalu, setelah eunha dan jungkook mengurus surat perceraiannya.
Eunha bangun dari tidurnya, di lihatnya jam yang menunjukan pukul 6 pagi, dia memilih untuk tidur kembali tapi, itu terhenti ketika ia melihat kalender yang menunjukkan tanggal perceraiannya bersama jungkook.
Dia berdiri lalu pergi bercermin, matanya memiliki kantung akibat terus menangis.
___
Saat ini dia sedang berada di rumah orangtuanya, sarapan pagi dengan kakak laki-lakinya.
"Eunha.." panggil jin
Dia menoleh, lalu bertanya pada jin "ada apa? Kau mau menceramahi aku? Seperti mama?"
Jin menghela nafasnya, dia kembali memakan sarapan paginya.
Tak lama kemudian seorang supir pribadi ibu eunha datang menghampirinya.
"Nona, sudah waktunya pergi" ujar supir itu
Eunha berdiri lalu meninggalkan jin yang sedang sarapan.
___
"Hakim memutuskan, jeon jungkook dan jung eunha telah bercerai"
Jungkook menunduk, akhirnya hari yang paling membuatnya takut telah datang.
Dia melirik eunha yang sedang melamun, kemudian dia beranjak mendekati eunha.
Eunha tahu bahwa jungkook berjalan ke arahnya, dia berlari keluar dari ruangan persidangan cerai mereka.
"Eunha tunggu!" Teriak jungkook
Eunha berhenti, air matanya mengalir, ia tak ingin menatap jungkook dengan keadaan menangis.
"Jung eunha tatap aku"
Dia masih terus membelakangi jungkook, jemarinya serasa gemetar, tangan kirinya menutup mulutnya agar tak bersuara.
"Eunha!" Jungkook membalikan tubuh eunha
"HENTIKAN!..hiks..hiks" tangis eunha
Tatapan jungkook menjadi melemah, bahkan dia membelai rambut eunha lembut.
"Jungkook, maafkan aku..kita harus berpisah mulai sekarang" ucap eunha
"Aku tak bisa eun.."
"Kau harus bisa, kita sudah bercerai..ku mohon"
Jungkook menundukan kepalanya, dia menatap mata eunha dengan mata yang berbinar-binar.
"Tunggulah aku, saat aku berhasil menangkap orang itu, aku akan kembali menikahi mu "
"Jungkook, aku menunggu saat itu..tunggu kedatangan ku" tangis eunha.
Mereka berpelukan untuk yang terakhir kalinya, eunha melepaskan seluruh rasa kesedihannya.
____
__ADS_1
Eunha pov
"Jung eunha" panggil orang itu.
Aku menoleh, menatapnya dengan tatapan sayu.
"Kau yakin keputusan ini?" Tanyanya
Aku mengangguk kemudian kami melangkah bersama-sama menaiki pesawat yang akan berangkat ke amerika.
"Joshua" panggil ku
Joshua menoleh "hmm?"
"Tolong jangan ingatkan aku sedikit pun, kenangan ketika aku berada di seoul"
Ya, tiga hari yang lalu aku telah mengurus perpindahan tempat ku kuliah.
Ayah bilang lebih baik aku kuliah di amerika, agar orang jahat itu tidak mengetahui keberadaan ku.
Dan juga, aku di titipkan bersama joshua di amerika, tujuan orang tua ku bagus, mereka menyuruh joshua untuk menjaga ku.
Tak sadar waktu terus berlalu, tiba saatnya kami sampai di amerika.
"Setelah ini, kita akan pergi kemana?" Tanya ku
"Makan sebentar, lalu pulang ke rumah ku" jawab joshua
Kami berjalan menuju salah satu cafe yang ada di bandara itu.
Joshua memesankan makanan ku, aku tidak bisa berpikir untuk memilih jenis makanan.
*Rumah Joshua
Aku melangkah masuk kedalam rumahnya, melihatnya saja sudah mengingatkan aku mansion milik jungkook, ahh sudahlah jangan ingat dia lagi!.
"Kamar mu di sana eun" tunjuk joshua
"Ya, tapi di mana para pekerja?" Tanya ku
"Tidak ada pekerja di sini, hanya ada aku dan bibi ku" jawab joshua
"Bibi?" Tanya ku lagi
Joshua mengangguk lalu menjawab "iya bibi, adik ibu ku"
"Saat ini tengah berada di Kanada, dua hari lagi dia akan pulang"
"Emm" aku mengangguk
"Kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam" gumam joshua
"Aku percaya pada mu"
"Kalau begitu tidurlah ini sudah larut malam"
One month
Setelah satu bulan, akhirnya eunha mendapatkan teman baru.
Gadis yang sangat lucu sama seperti eunha, tapi sikapnya sangat anggun, mina.
__ADS_1
Dan lagi, momo, gadis yang sangat imut, suka mengganggu ketika orang sedang serius, tetapi di balik kekonyolannya, dia satu-satunya orang yang bisa mengerti eunha.
"Aku bosan" ucap momo
Eunha hanya diam, sedari terus menulis catatannya seusai jam pelajaran selesai.
"Kau belum menyelesaikan tugas mu!" Marah mina pada momo
Momo hanya tersenyum, menampakkan giginya dengan bangga, sedangkan Mina hanya bisa bersabar atas sikap temannya.
"Momo, kau bosan?" Tanya eunha
Momo mengangguk sambil memasangkan wajah memelas.
"Ayo kita belanja!" Ajak eunha
"Ide bagus! Ayo pergi sekarang" jawab Momo
Mereka berdiri lalu meninggalkan mina yang sedang menyelesaikan tugasnya.
"Hei tunggu kalian mau pergi kemana!" Teriak mina
Mina menyusul kedua temannya ke Parkiran.
"Hei lihat itu" gumam momo
Langkah eunha menjadi terhenti ketika melihat apa yang di lihat oleh momo.
'jungkook?!' batinnya
"Tampan sekali bukan?!" Momo menarik-narik lengan eunha.
Eunha masih tak bisa berkata-kata, matanya berbinar ketika melihat sosok laki-laki di hadapannya.
Orang yang telah di tunggu-tunggunya selama ini.
"Eunha!" Panggil Momo
Eunha tersentak dari lamunannya, kemudian ia menyaut panggilan momo.
"Ada apa?" Tanya eunha
Bukannya menjawab, momo malah berteriak ketika melihat laki-laki itu menarik tangan eunha.
"Eunhaaaaaa!" Jerit momo kesenangan.
Tak lama kemudian mina datang menghampiri Momo.
"Hei! Apa yang kau teriakan?!" Marah mina
Momo menutup mulutnya malu "kau lihat itu" dia menunjuk eunha yang tengah berbicara dengan
'sangat tampan!!' - mina
"Halo, bolehkah aku meminta nomor mu?" Tanyanya sambil tersenyum
"J-jungkook?!" gumam eunha
Laki-laki itu tersenyum lalu mengeluarkan handphonenya dari saku.
"Bolehkah?" Tanyanya
__ADS_1