
"A-aku..."
Duarrrrr
Suara petir membuat eunha terkejut dan sontak memeluk joshua.
"Sudah, tidak apa-apa"
Joshua menenangkan eunha yang menangis di pelukannya.
"Aku ingin pulang, joshua" pinta eunha
Joshua melepaskan pelukan mereka dan memegangi bahu eunha erat.
"Eun..saat ini hujan lebat, kau bisa jatuh sakit jika memaksakan untuk pulang sekarang" ujar joshua
"Aku ada janji dengan keluarga ku"
Joshua menghela nafasnya panjang lalu melihat hujan yang turun tiada henti.
"Tunggulah disini"
Joshua berlari ke tempat ia meletakkan motornya lalu kembali dengan membawakannya.
"Kau pakai jaket ini"
Joshua mengeluarkan jaket dari dalam tasnya
Mereka berdua kini melanjutkan perjalanan saat hujan masih mengguyur jalanan.
***
"Astaga!" Teriak salah satu maid di rumah eunha
Mereka sangat terkejut melihat eunha yang tubuhnya basah kuyup, salah satu maid itu menggambil handuk dan di selempangkan di tubuh eunha.
"Terima kasih, joshua" ujar eunha
"Tidak, aku yang minta maaf karena membuat mu seperti ini" ujar joshua menunduk
Para maid di rumah eunha membawanya masuk lalu joshua kembali pergi dari rumah eunha.
Joshua membawa motornya dengan kecepatan tinggi, melawan hujan yang sangat lebat.
Hujan terus mengguyur jalanan, akhirnya joshua memutuskan untuk berhenti.
Tetapi, bukannya mencari tempat berteduh, joshua memilih untuk terus di guyur dengan hujan.
Ia membiarkan hujan terus membasahinya di atas motor itu.
"Kenapa?! Kenapa Aku tak pernah bisa mendapatkan mu!!" Teriak Joshua
***
Eunha tengah bersiap-siap untuk pergi bersama jungkook, sesekali dia menoleh ke arah jarum jam yang menunjukan pukul setengah tiga.
"Kau cantik sekali eun.." puji jung hee
Eunha tersenyum sedari melihat jam dinding di kamarnya.
"Achoo!"
Eunha merasa kepalanya sedikit sakit karena terkena hujan saat pulang tadi.
"Nona, kau tak apa?" Tanya seorang maid
Eunha tersenyum dan mengangguk menangapi pertanyaan maid itu.
"Eun! Jungkook sudah datang" panggil Jung hee
Eunha dan para maid nya segera turun ke bawah melihat jungkook.
Jungkook membenarkan dasinya lalu menarik jasnya agar rapi.
"Halo nyonya" sapa jungkook
Jung hee tersenyum lalu menarik lengan jungkook agar mendekat ke arah eunha datang.
"Halo" sapa eunha
Jungkook tersenyum lalu melihat jam di tangannya
"Ini sudah jam tiga, saya rasa acaranya akan segera di mulai" ucap Jungkook
Eunha yang mendengar itu mengerti apa yang di maksud jungkook segera ia keluar melihat di mana mobil jungkook di parkirkan
"Ma, eunha pergi dulu"
Jung hee mengangguk, segera ia mendorong eunha agar cepat masuk.
Tak lama kemudian mobil mereka pergi dan senyuman jung hee menghilang
"Kalian! Tunggu apa?! Cepat hubungi nyonya Jung Yeon!" Bentak jung hee pada maid-maid nya
Maid-maid itu segera berlarian mencari telphone rumah untuk menghubungi Jung Yeon
__ADS_1
***
"Kau sedang tidak enak badan?" Tanya Jungkook
Eunha menggeleng gelengkan kepalanya pelan
*Di gedung pernikahan jimin
"Apa aku harus menggandeng lengan mu seperti mereka?" Tanya eunha sedari melihat pasangan yang bergandengan
"Itu terserah pada mu, aku tak memaksa"
Eunha merangkul tangan kiri jungkook, lalu mereka berjalan bersama-sama.
Saat upacara berlangsung tidak ada kata-kata sedikit pun yang mereka bicarakan, eunha yang asik melihat upacara pernikahannya dan jungkook yang tengah melihat perempuan di seberang keramaian sana, menurutnya akan sangat mengganggu.
"Jungkook?"panggil eunha sembari masih terus memegang lengannya
"Hmm?" Jungkook menoleh ke arah eunha
"Kau melihat apa?"
"Ah tidak apa"
Selesai upacara pernikahan itu, semuanya langsung memberikan selamat
"Yo jungkook" sapa Jimin
Jungkook tersenyum lalu menepuk bahu Jimin
"Hei selamat atas pernikahan mu" ujar Jungkook
Jimin tertawa lalu melihat orang yang di samping jungkook
"Hei jangan bilang ini.."
"Halo, saya Jung eunha" sapa eunha
"Calon istri mu yang di bilang paman Jung ko gun?"
Jungkook mengangguk pelan lalu berhasil membuat iri Jimin
"Yaah, aku kalah dengan mu! Kau dapat yang masih sangat muda" bisik jimin pada Jungkook
"Apa?!"
Ternyata kekasih Jimin yang kini telah menjadi istri sah jimin mendengar pembicaraan mereka
"A-aku hanya bercanda sayang" ucap jimin
Seulgi mengerucut kan bibirnya lalu menarik tangan eunha
"Jung eunha"
"Oh, kenalkan aku kang seulgi, panggil saja seulgi"
Eunha mengangguk lalu mengajak seulgi ketempat rombongan temannya
"Yaah eunha memang harus akrab dengan mereka" ucap jimin yang melihat seulgi menarik tangan eunha
"Min, aku takut lisa akan mengganggu eunha"
"Kau tenang saja kook, seulgi tidak akan membiarkan itu.."
Seulgi menghampiri teman-temannya di situ ada yoona, wendy, Seolhyun, dan tentu saja ada Lisa
"Hei lihat teman-teman aku membawa siapa?" Kata seulgi
Semuanya kebingungan siapa yang seulgi bawa Lisa hanya mengerutkan dahinya
"Dia adalah calon istrinya jungkook!"
"Apa?!" Semuanya terkejut
Wendy yang sedari tersenyum kecut melihat Lisa, maksud hati ingin menyindir nya
"Ahh, eunha kau sangat muda dan terlihat kencang" tawa Wendy disusul dengan mereka semua terkecuali Lisa
"Emm, tapi apakah kau benar-benar yakin menikah dengan Jungkook? Ku dengar kau baru saja mau lulus sma?" Tanya Yoona
"Soal itu aku--"
"Yahh, begitulah..menjilat perusahaan jungkook untuk membantu perusahaan yang tengah hancur" ujar Lisa
Semuanya terkejut dengan ucapan Lisa
"Lis, ku rasa kau tak perlu bicara seperti itu" ucap seulgi
"Kenapa? Itu kan memang benar!" Ujar Lisa
Merasa kesal akhirnya Yoona mengeluarkan ucapan yang tak ingin ia ucapkan
"Apa bedanya dengan kau? Ku pikir kau lebih parah, kau hanya memanfaatkan uang jungkook, dan hanya menjadi pemuas nafsunya saja, kau lebih perempuan murahan" ujar Yoona
Eunha sangat terkejut ia ingin menghentikan pertengkaran ini tapi bukannya berhenti malah semakin menjadi-jadi
"Kau!" Lisa sudah melayangkan tamparannya pada yoona tiba-tiba di cegat dengan seseorang
__ADS_1
"Pergi!"
Jungkook, dialah yang mencegat itu semua, lisa sangat kesal lalu menarik tangan seolhyun menjauh dari situ
"Kau tak apa?" Tanya Jungkook pada eunha
"Jungkook, aku yang mau di tampar olehnya, kenapa kau tidak menanyakan keadaan ku?" Tanya Yoona
"Heh, kau urus saja suami mu itu" ujar jungkook
Semuanya tertawa termasuk eunha tapi dia sedikit merasa sedih karena perilaku Lisa tadi.
"Aku titip eunha dengan kalian" ucap jungkook
Semuanya mengangguk lalu kembali mengajak eunha berbicara
Sementara, Seolhyun dan lisa sedang beradu argumen
"Menurut ku kau terlalu terang terangan membenci eunha" ujar Seolhyun
"Aku tak tahan dengan ucapan Wendy, jelas-jelas mereka mendukung eunha" bantah Lisa
"Kau tenang dulu ada cara lain! Bukan seperti itu"
"Cara lain? Seperti apa?" Tanya Lisa penasaran
Seolhyun mencengkram pinggiran pagar yang membatasi gedung
"Biarkan saja dulu mereka senang dan bahagia, tiba saat itu kau harus muncul di tengah-tengahnya"
***
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Wendy
"Emm, kira-kira setelah lulus nanti"
"Apa kalian sudah menentukan tanggalnya?" Tanya Yoona
"Belum tapi secepatnya akan di tentukan" jawab eunha
"Hei! Saatnya pesta menari!" Teriak seulgi yang kesenangan
Mereka berpencar masing-masing, Wendy dan yoona pergi menari dengan suaminya dan eunha hanya berdiri melihat mereka menari semua
"Kau tidak ingin menari?" Tanya jungkook
"Tidak, melihat mereka saja sudah cukup senang"
Seulgi menarik tangan jimin dan menari bersama-sama
"Ayolah! Pasangan yang akan menikah sebentar lagi juga harus menari!" Teriak seulgi
Jungkook menarik tangan eunha di tengah keramaian lalu ikut menari bersama mereka
"Jungkook, aku tak bisa" ucap eunha
"Ayolah kau pasti bisa" kekeh Jungkook
Semuanya menikmati pesta itu termasuk juga eunha dan Jungkook yang terus tertawa saat mencoba menari bersama
"Aku menyukai mu eun" ucap Jungkook
"Apa?" Tanya eunha
Suara musik di situ terlalu besar membuat eunha tak mendengar perkataan jungkook.
Jungkook menggelengkan kepalanya lalu terus menari bersama eunha
'aku sangat senang sekali!' -eunha
Tepat jauh di sana dua orang laki-laki sedang melihat mereka berdua menari
"Kau cemburu?"
"Tidak" menggelengkan kepalanya
Joshua tertawa sedari memakan roti yang di ambilnya dari pesta itu.
Sedangkan taehyung hanya menatap Jungkook dan eunha yang sedang menari.
'bodoh! Kau kira aku tak tahu?!' - Joshua
'sakit itu memang sakit' - taehyung
"Kak bagaimana jika kita menari berdua saja?" Ajak Joshua
Taehyung melirik Joshua dengan mata yang membulat segera Taehyung melingkarkan tangannya di leher Joshua
"Kau kira aku gay?! Aku masih normal!" Tawa taehyung
"Uhukk uhukk, aku hanya ingin menghibur mu" tawa joshua di sela-sela lehernya terasa sakit
"Menghibur ku?" Tanya taehyung
Joshua mengangguk dan taehyung tertawa karena ucapan yang di sebut Joshua tadi
'tidak, lebih tepatnya menghibur kita berdua' -joshua
__ADS_1
Jangan lupa vote and commentnya!