
07.00 kst
Eunha masih bersikap seperti orang gila di kasurnya sendiri.
Joshua bahkan bingung, bagaimana bisa dia melupakan perjalanannya kemarin itu nyata? Mungkin karena eunha sangat kelelahan.
BRAK!
Jin masuk secara tiba-tiba setelah mendengar teriakan adiknya.
"Eunha kau kenapa?!" Tanya jin khawatir
"Kak jin?!"
"Bhakkk" Joshua tertawa keras-keras
Eunha melirik joshua, ia menatap matanya dengan tajam, dengan cepat eunha bangkit dan memukuli joshua dengan guling.
"Bagaimana bisa kau melupakan kamarmu sendiri?" Canda joshua
Bugh
Bugh
Jin menggelengkan kepalanya pelan lalu mengajak eunha dan joshua ke bawah untuk sarapan.
"Sebentar kak, aku mau membunuh dia dulu" ucap eunha
"Una! Sakit...sayang" canda joshua
'astaga!' batin eunha
Dia kembali memukulinya dengan kuat.
"Dasar kau!!! Seenaknya memanggil ku seperti itu!" Marah eunha.
___
"Kemana perginya ayah?" Tanya eunha
"Mereka pergi" jawab jin
Eunha mengangguk lalu kembali memakan sarapannya.
"Setelah ini kau mau kemana joshua?" Tanya jin
"Pulang, terima kasih sudah membolehkan ku tidur di sini sebentar kak" senyum joshua
"Tidak, akulah yang berterima kasih pada mu karena sudah menjaga eunha dengan baik di sana" balas jin
___
Joshua sudah pulang, sedangkan jin pergi kerja, eunha merasa sangat bosan sendirian di rumah, walau pun ada beberapa maid.
"Orang jahat itu sudah tertangkapkan? Jadi aku tak perlu lagi berpergian bersama seseorang" senyumnya
Eunha keluar dari rumahnya tanpa sepengetahuan maid yang bekerja.
Dia pergi mencari taksi lalu pergi dari rumah itu secepatnya.
Mansion, ya benar..dia pergi ketempat tinggalnya bersama jungkook dulu.
Sangat berbeda, jika mansion yang dulu bagus dan terawat, berbeda dengan yang sekarang.. seperti rumah yang tak ada penghuninya, sangat sepi dan kotor.
Eunha rasa jungkook telah pindah.
Dia memasuki rumah itu, membuka pintunya pelan.
Eunha pov
Ahh! Di tangga ini aku bertemu sehun
"Hiks..hiks"
Aku sangat sedih jika mengingat sehun, dia mengorbankan nyawanya untuk ku.
Biasanya dia selalu menjaga ku, pergi mengantarkan ku kemana pun.
Selalu menurut kata ku, padahal aku sering mengerjainya.
"Sehun..." Gumam ku
Aku berjalan ke atas, tempat kamar ku dan jungkook dulu.
Di kaca itu..tempat aku dan jungkook berpelukan setelah bertengkar.
"Baju!" Gumam ku
Aku berlari ke arah lemari, mencari baju pernikahan aku dan jungkook yang di tinggalkan saat aku bercerai dengan jungkook.
Ada!
__ADS_1
Baju itu terlihat sangat jelek, warna putihnya berubah menjadi kuning..mungkin karena tidak terawat.
Jungkook benar-benar meninggalkan rumah itu serta seisinya.
"Eunha" panggil seseorang
Jungkook?!
Aku membalikan tubuh ku kebelakang melihat siapa yang memanggil nama ku.
Ternyata taehyung, dia berjalan mendekati ku.
"Taehyung?!" Ucap ku
Dia tersenyum, lalu memeluk ku erat.
"Sudah hampir setahun kita tak bertemu..kau kemana saja selama itu?" Tanya taehyung
"Aku bersama joshua di amerika" jawab ku
Dia mengangguk kemudian memeluknya erat lagi.
"Kenapa bisa kau di sini?" Tanya eunha
"Aku...."
"Apa?"
Taehyung menarik tangan ku, mengajak ku pergi dari mansion itu.
"Kemana kita akan pergi?!" Tanya ku
"Ikuti aku saja eun" jawab taehyung
*Rumah sakit
Aku melihat tzuyu yang terus tersenyum melihat foto sehun.
"T-tzuyu..hiks.." tangis ku
Aku berlari memeluk tzuyu erat, aku tak kuasa menahan tangis ku melihat tzuyu menjadi seperti ini.
"Kau siapa?" Tanyanya
"T-tzuyu? Kau tak ingat aku?" Tanya eunha
Aku melihat taehyung yang menahan tangisnya, aku sangat tahu persis bagaimana perasaan taehyung sekarang, adiknya menjadi gila itu karena ku.
"Hiks..hiks..maafkan aku tzuyu" tangis ku
Aku memeluknya erat lalu taehyung memeluk ku juga dari belakang.
"Ini bukan salah mu" gumam taehyung
Tetap saja, aku masih merasa bersalah..sehun mengorbankan nyawanya untuk ku.
Melihat tzuyu aku selalu mengingat kata terakhir Sehun pada ku, membuat hati ku serasa hancur berkeping-keping.
Author pov
"Tzuyu.. padahal kau seorang dokter..tapi kenapa nasib mu menjadi seperti ini..hiks" tangis eunha
Taehyung menghampiri eunha lalu menepuk bahunya pelan.
"Eunha, ini bukan salah mu..ini semua salah orang itu"
Eunha menggelengkan kepalanya "ini jelas salah ku"
"Ini takdir eunha.."
"Hiks! Hiks! Hiks" tangis eunha
Dia memeluk taehyung dan melepaskan semua kesedihannya.
"Bagaimana keadaan tzuyu nantinya" tanya eunha
"Tenang saja, dia akan sembuh dan menjadi dokter hebat" ujar taehyung
Eunha tersenyum lalu menghapus air matanya.
'sama seperti ku, kenapa tzuyu juga harus mengalami nasib yang sama seperti ku' batin taehyung
"Dokter! Ada pasien yang datang" ucap perawat itu
Taehyung berlari meninggalkan eunha "Eun..! Aku pergi dulu" teriak taehyung.
Eunha mengangguk lalu ia kembali berjalan.
"Dulu..aku pernah di rawat di sinikan? Bersama dengan sohyun, huh.. untungnya Sohyun berubah..pasti dia sudah menikah dengan kai sekarang dan hidup bahagia" senyum eunha
__ADS_1
"Kalau tidak salah, aku di rawat di ruangan nomor 52" gumam eunha
Dia berjalan mencari ruangan itu, setelah masuk betapa terkejutnya eunha melihat sosok di depannya.
Ia termenung sambil menunduk di atas kasur pasien.
"J-jungkook!" Jerit eunha
Jungkook menoleh, ekspresinya sama seperti dengan eunha sebelumnya.
Sebuah senyuman terlukis di bibirnya, dia menggendong eunha layaknya pasangan.
Eunha menangis sejadi-jadinya memeluk jungkook erat.
"Eunha aku sangat mencintai mu! Terima kasih sudah kembali" ucap jungkook
Eunha mengangguk "aku juga sangat mencintai mu jungkook" tangis eunha
Mereka berciuman berbagi rasa pilu mereka selama ini.
Jungkook memeluk eunha erat, ia tak akan melepaskan eunha tuk yang kedua kalinya lagi.
"Aku mencintaimu" ucap mereka bersamaan
Mereka berdua tertawa, lalu kembali melanjutkan ciuman mereka.
Jungkook menarik kepala eunha menciumi bibirnya lembut, eunha mengaitkan kedua tangannya di leher jungkook dan membantu memperdalam ciuman mereka.
Karena sudah siang matahari muncul, mereka bertemu saat musim dingin berakhir.
Di samping ruangan sana taehyung tersenyum melihat mereka.
"Dokter" panggil yerin
Taehyung tersenyum lalu mencium dahi kekasihnya itu.
"Ayo kita menikah" ajak taehyung
"Apa?!" Yerin terkejut ia tak tahan menahan senangnya
Mereka berdua berpelukan melakukan hal yang sama seperti eunha dan jungkook.
Di bawah sana, joshua bisa melihat eunha dan jungkook, ia tersenyum layaknya seperti kakak yang turut senang melihat adiknya bahagia.
"Eunha..semoga kau bahagia" gumam joshua
Tak lama kemudian seorang laki-laki menepuk pundaknya.
"Astaga!" Ucapnya terkejut
Mingyu tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya terkejut, di ikuti dengan kekasihnya sana yang memegang lengan mingyu.
"Dasar kau!" Marah joshua
"Tak baik melihat orang berpacaran" canda mingyu
Joshua hanya menggeleng gelengkan kepalanya lalu bertengkar dengan mingyu seperti anak kecil.
Sana tertawa melihat mereka berdua bertengkar, lalu melihat ke atas tempat eunha dan jungkook sedang berbicara.
"Huh..dugaan ku benar.. perempuan itu akan bahagia meskipun banyak cobaan yang menimpanya" senyum sana
Mingyu dan sana pergi meninggalkan joshua, lalu Joshua memilih untuk pulang kerumahnya.
BRUK
"Maaf" ujarnya
Joshua mengangguk "tak apa" senyumnya
Sedetik kemudian setelah Joshua melihat wajahnya.
'cantik' batin joshua
"Tunggu siapa nama mu?" Tanya joshua
"Kim yerim" jawabnya
Kemudian perempuan itu pergi meninggalkan Joshua.
Melihat dari bajunya, joshua sudah tahu bahwa wanita itu adalah pegawai di kantor Jungkook.
"Aku pasti bisa mendapatkannya" senyum joshua
"Sehun? Apa permintaan mu?"
"Tolong jangan libatkan masalah ini dengan teman-teman ku" jawab sehun
END
__ADS_1