Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
EPILOG.


__ADS_3

"eunha..." Panggil jungkook


Eunha tersenyum menatap mantan suaminya itu,


Kenapa masih menjadi mantan? Karena mereka belum memikirkan untuk menikah lagi, padahal berapa tahun yang lalu mereka sudah menikah dan tandas karena sedikit konflik, mungkin nanti jungkook akan mengajak eunha untuk merujuk pernikahan mereka kembali.


Eunha terus bermain di pinggir pantai, berjalan kesana-kemari tanpa rasa lelah.


Hingga ia menghentikan aktivitasnya itu, tepat saat jungkook yang tumbang karena kelelahan mengikutinya.


Eunha tertawa, dia menghampiri jungkook yang kelelahan "kau lelah?" Tanya eunha.


Jungkook menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali bangkit "tidak" serunya.


Mereka tertawa lalu kembali berjalan dengan bergandengan tangan.


"Eun..sampai kapan kita harus begini?" Tanya jungkook


Eunha mengerutkan dahinya "apanya?"


Jungkook menghela nafasnya "kau tak berniat..untuk merujuk pernikahan kita?"


"Seharusnya aku yang bilang seperti itu" canda eunha


Jungkook tertawa, sebenarnya ia sedikit merasa kesal dengan respon eunha.


"Aku ingin..kita mengulang kisah ini" gumam eunha


"Mengulangnya?" Tanya Jungkook


"Ya mengulangnya..aku ingin kita menjalani semuanya dengan tulus..tidak karena paksaan..dan tidak karena perjodohan" ucap eunha


"Jadi..kita harus memulai semuanya karena kehendak kita?"


Eunha mengangguk dia memeluk jungkook erat, sebelum matahari mulai terbenam.


"Mari kita mulai kisah cinta yang sesungguhnya" senyum eunha


Mereka berdua berpelukan bertepatan dengan matahari yang mulai terbenam.


Mata eunha berbinar-binar, ia menahan tangisnya, melepaskan semua kenangan buruk dan memulai kehidupan baru dengan jungkook.


Jungkook yakin suatu hari nanti, ia akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama eunha.


Keduanya menutup mata, langit mulai berubah menjadi gelap, siang berubah menjadi malam, kisah cinta mereka yang menyedihkan akan berubah suatu saat nanti, waktu seperti terbalik, mengingat pertama kali mereka bertemu.


rasanya hari ini tidak mungkin terjadi jika perjodohan itu tidak di rencanakan.


Ya, mereka telah memutuskan untuk merubah segalanya, melupakan kenangan buruk yang ada.


___


Tzuyu bangun dari tidurnya, di lihatnya langit yang berubah menjadi gelap, padahal sebelum ia menutup mata langit tampak sangat cerah.


Dia melihat handphonenya, berharap bahwa seseorang mengirimkan pesan.


Tidak seperti yang di harapkannya, dia tertawa sembari terus mengusap wajahnya kasar.


Air matanya mengalir, mengingat kejadian yang pernah di alaminya.


Dia menangis sejadi-jadinya, menutup mulutnya kuat agar kakaknya tidak mendengar tangisnya.

__ADS_1


Sehun, dia benar-benar menghilang, tak akan pernah kembali lagi, perannya begitu berarti dalam hidup teman-temannya.


Tzuyu sudah bisa mengendalikan emosinya, dia bangkit lalu berniat membersihkan tubuhnya.


___


"Joshua" ucap perempuan itu


Joshua menatapnya malas, dia berpikir bagaimana dia bisa berpacaran dengan perempuan seperti dia?!


"Apa?"


"Jika kau terus seperti ini! Ada baiknya kita akhiri hubungan ini" marahnya


Joshua tersenyum, kata-kata yang di tunggunya telah di ucapkan oleh perempuan itu.


"Bagus kim yerim, sebaiknya kita putuskan hubungan ini"


Joshua berdiri meninggalkan yerim di cafe itu sendiri, sedangkan yerim berteriak keras pada joshua, berharap dia kembali dan meminta maaf.


Joshua hanya menyeringai sambil mengemudikan mobilnya, di lihatnya yerim yang mengejar lalu melemparkan tasnya.


"Aku tak peduli" senyum joshua


Dia sudah sangat muak dengan sifat yerim yang kekanakan, dia hanya memanfaatkan jabatan joshua untuk benteng pertahanannya.


"Huhh...hidup ini sangat rumit" keluh joshua


Dia berpikir untuk datang ke rumah eunha, tapi niat itu di urungnya setelah ia sadar bahwa eunha telah menjadi milik jungkook.


"Aku juga harus bahagia!" Tawa joshua


Dia tertawa kecil melihat jalanan sekitar, mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi seperti remaja yang di Landa emosi, remaja? Joshua tidak patut di sebut seperti itu lagi, usianya sudah menginjak dua puluh tahun ke atas sekarang.


___


Tae oh, terus merengek karena tidak terlalu di perhatikan, tapi sohyun terus membujuknya agar tidak terus menangis.


"Tae oh, kemarilah" panggil sohyun


Tae oh menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam kamarnya dan menutupnya hingga timbul suara yang keras.


Prilakunya membuat gelak tawa bagi sohyun dan kai.


"Nama apa yang cocok buat dia?" Gumam sohyun sambil menunjuk perutnya.


"Kaiso? Atau kim hyune?" saran kai


Sohyun menggeleng.


"Bagaimana jika..Kim Hyun joe?" Senang sohyun


"Itu terlalu panjang"


"Aku senang"


Mereka berdua berdebat memberikan nama untuk anak mereka, lalu di sisi lain taeoh sedang merasa kesal karena iri dengan adiknya yang masih di dalam kandungan itu.


"Menyebalkan! Ku pikir jika mempunyai adik baru aku tetap di perhatikan!!" Jerit tae oh


___

__ADS_1


"Lalisa" panggil seseorang


Lisa menoleh dengan tatapan lelahnya, di lihatnya adiknya di samping orang yang memanggilnya tadi.


Lisa ikut menangis melihat adiknya jennie yang menangis.


"Maafkan aku" gumam lisa


Jennie menggeleng "tidak, ini bukan salah mu" tangisnya


"Dengan siapa kau kesini?" Tanya lisa


Jennie memperkenalkan laki-laki yang berdiri tepat di sampingnya.


"Kenalkan, dia kekasih ku, taeyong" ujar Jennie



Lisa mengangguk kemudian dia menggenggam tangan jennie erat.


"Tenang! Aku pasti akan mengeluarkan mu dari sini" ucap jennie


Lisa telah di tangkap atas kasus percobaan pembunuhan karena hampir membunuh eunha.


Segala usaha di lakukan jennie agar lisa bisa keluar dari penjara itu, di bantu dengan taeyong.


Bagaimana dengan misterius? Kabarnya dia telah di tangkap lalu di penjara, tapi polisi masih merahasiakan identitasnya.


___


Tzuyu berjalan mendekati makam sehun, sebelum ia kembali ke rumah sakit untuk bekerja.


"Sehun...andai waktu bisa di ulang, tak akan ku biarkan hidup mu berakhir seperti ini" gumam tzuyu


Tzuyu telah berusaha untuk melupakannya tapi ia selalu saja teringat pada sehun.


Kali ini, dia benar-benar ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dan melupakan kenangan buruk di hidupnya.


Tapi seseorang menyentuh bahunya, membuat tzuyu berhenti berdoa untuk sehun.


"Kenapa?" Tanya tzuyu


Orang itu tersenyum.


"Aku akan membantu membalaskan dendam mu" ujarnya


"A-apa?!" Terkejut


"Kau pasti sedih melihat kekasih mu di bunuh" senyumnya


"omong kosong! Apa maksud mu!" Marah tzuyu


Orang itu melepaskan cengkraman tangan tzuyu di bajunya.


"Sehun itu di bunuh dengan sengaja, kau tau kan? Aku yakin kau pasti sangat ingin membalaskan dendam mu"


Tzuyu menatapnya tak percaya.


"Ayolah...jika kau mau membalaskan dendam mu..aku bisa membantu mu..dengan syarat..kau harus membantu ku juga" seringai sungyoon.


EPILOG END.

__ADS_1


Season 2 coming soon..


__ADS_2