Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
[2] Night


__ADS_3

Malam itu telah berlalu, jungkook terburu-buru pergi meninggalkan rumah eunha untuk bekerja.


saat eunha bangun, ia melihat secarik kertas yang tertinggal di atas laci.


'eunha-ya, saat bangun nanti pastikan bahwa diri mu baik-baik saja, jangan berlari nanti kau bisa kesakitan.' tulis jungkook.


"Jungkook! kau membuat ku kesal! lihat saja balasan ku nanti." gumam eunha.


saat berdiri ia merasakan sakit di bagian perut bawahnya, mengumpat atas nama jungkook sambil membuang secarik kertas itu.


"Jungkook pabo! kau sangat kasar!" kesal eunha.


eunha pun segera membersihkan dirinya dan bersiap-siap pergi ke kantor perusahaannya.


semua orang tunduk saat laki-laki itu berjalan, siapa lagi kalau bukan jeon jungkook. CEO besar perusahaan HBO nomor satu di Seoul.


Jungkook berjalan dengan gagah, tangannya sengaja tidak di masukan ke lengan jas. hanya jas itu menempel di pundak jungkook membuatnya menjadi terlihat berwibawa.


raut wajahnya yang dingin, terus menatap ke depan tanpa memperhatikan sekitar hingga sampailah ia ke ruangannya.


"Tuan jungkook, ini berkasnya." serah bawahannya.


jungkook menerima berkas itu, dia melihat secara rinci dari kertas-kertas yang ada di tangannya.


"Selidiki lebih lanjut." kata jungkook sambil menyerahkan berkas itu kembali.


Tok! tok!


sekretaris jungkook datang, wanita seksi dengan rambut yang di kuncir satu. pakaiannya terlalu terbuka namun tidak menggoyahkan iman jungkook.


"Ada apa?" tanya jungkook.


"Tuan jungkook, pukul 11 nanti akan ada rapat di perusahaan XX." kata sekretaris itu.


"Baik, atur jadwalnya." tutur jungkook.


kemudian sekretaris itu pun pergi.


jungkook mendapatkan kopi dari salah satu karyawannya, dia memutar kursinya lalu melihat keluar menatap langit yang cerah.


menyeruput kopi di pagi hari bukanlah hal asing bagi jungkook, setiap pagi dia selalu mendapat kopi dari para karyawannya.


sembari memainkan ponselnya ia tiba-tiba tertawa ketika mengingat eunha, andaikan hari ini jadwal kerjanya tidak terlalu padat jungkook ingin mengunjungi eunha lagi.


"Jungkook." panggil Kyung-soo.

__ADS_1


"Ya?" sahutnya.


"Aku menemukannya, seseorang yang hadir di peristiwa pada saat itu. aku yakin dia mengetahui sesuatu." ujar Kyung-soo.


"Baiklah, nanti malam aku akan ikut dengan mu." kata jungkook.


jungkook merasa pusing, saat itu dia tahu bahwa misterius sudah di tangkap polisi namun kenyataannya orang itu bukanlah misterius yang asli, jungkook merasa khawatir ia sengaja tidak memberitahu eunha karena takut traumanya kembali.


sementara itu di sisi lain.


"Eunha!" panggil seseorang.


Dia seorang laki-laki dengan kemeja putih serta celana hitam yang rapi. Eunha menoleh atas panggilan itu kemudian melambaikan tangannya.


"Apa kabar?" sapa eunha dengan senyumannya.


"Aku baik, kemana saja kau satu Minggu ini?" tanya orang itu.


"Aku..aku menghabiskan waktu itu bersama ibu ku." jawab eunha.


dia tidak ingin tahu lebih banyak, juga ingin langsung bekerja. akhirnya mereka berpisah arah, eunha ke ruangan khusus CEO miracle dan laki-laki itu bergabung di ruangan karyawan lainnya.


"Guanlin..apa yang kamu bicarakan pada nona eunha?" tanya salah satu karyawan.



guanlin satu-satunya karyawan terdekat eunha, selain umur mereka yang sama. ada beberapa hobi yang sama juga pemikiran mereka kadang sejalan.


Eunha sibuk dengan pekerjaannya nyaris beberapa telpon tidak terangkat olehnya karena terlalu fokus.


"Uhmm...ya halo?"


eunha melirik jam yang melingkar di tangannya kemudian tersenyum.


"Baiklah, nanti malam jam berapa?" tanya eunha.


"Oke..aku akan menunggu mu." lanjutnya.


Eunha mengakhiri panggilan telepon itu, dia kembali mengerjakan pekerjaannya dan sesekali meninjau hasil laporan para karyawannya.


Tok! Tok!


"masuk!"


Eunha melihat sekretarisnya yang membawa teh hangat kemudian meletakkannya di atas meja. Eunha tertawa kemudian mengucapkan kata terima kasih pada sekretarisnya itu.

__ADS_1


"Terima kasih." senyum eunha.


"Ya itu bukan hal apa-apa." katanya.


Eunha mengangguk kemudian ia mulai menyeduh teh hangat itu, sekretaris miracle adalah seorang laki-laki muda dengan otaknya yang jenius membuatnya menjadi tangan kanannya eunha.



"Baejin..nanti malam aku akan pergi ke suatu tempat. bisakah kau gantikan aku dalam rapat malam ini?" tanya eunha.


"Tentu saja bisa, ngomong-ngomong dengan siapa kau akan pergi, jungkook?" tanya balik baejin.


"Bukan." jawab eunha.


"Lalu?" bingung baejin.


"Teman lama ku. kau tak perlu tahu." bisik eunha sambil menepuk pundak baejin lalu pergi begitu saja.


"Eunha! jika terjadi sesuatu jangan salahkan aku!" teriak baejin.


"Tentu saja!" seru eunha.


Baejin mendengus dia melihat teh yang di bawakan untuk eunha tadi sudah habis, pikirannya sedikit kacau bercampur aduk dengan masalah perusahaan dan masalah pribadi di tambah lagi eunha yang tak mau menjawab pertanyaannya dengan jelas.


"Oh tuhan! bagaimana jika terjadi sesuatu lalu jungkook pasti akan membunuh ku!" gumam baejin dengan khawatir.


sementara itu disisi lain, Joshua sedang bermain biliar dengan teman-temannya.


"Joshua!" panggil temannya.


"Ada apa?" sahutnya.


"Bagaimana jika nanti malam kita pergi ke bar cloud? aku dengar banyak wanita cantik disana." kata temannya.


"Maaf, malam ini aku sibuk." jawabnya dengan santai lalu melemparkan stik biliar ke salah satu temannya.


"Eh tunggu! ini semua belum berakhir!" teriak temannya.


"Sorry! tapi aku ada urusan penting." sahutnya.


'ya urusan penting, hari ini aku akan bertemu dengan sungyoon. entah apa yang ada di pikiran anak itu mengundang ku ke jamuan makan siangnya.' batin joshua.


"Joshua?" samar-samar terdengar suara perempuan.


"K-kau??" Joshua amat terkejut dengan kedatangan perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2