
Eunha melepaskan pegangannya dengan mingyu saat sampai di kantin, karena terlalu banyak orang di situ jika mereka melihat nanti menjadi prasangka buruk bagi mereka
Di sekolah ini semua murid yang masuk kedalam kelas unggul tidak boleh berkencan antar siswa kerena mengganggu proses pembelajaraan
Mingyu tersenyum lalu pergi meninggalkan eunha dan menyusul teman-temannya
Di sekolah ini juga terkenal dengan geng para anak lelaki, geng yang paling populer adalah geng seventeen yang di ketuai oleh s.coups dan juga salah satu anggotanya adalah mantan ketua osis yaitu mingyu
Para guru tidak tergangu dengan terbentuknya mereka karena mereka juga tidak banyak membuat masalah hanya saja membuat keributan antar anak perempuan
Mingyu dan eunha juga berteman baik semua kelas unggul 3c berteman baik dengan geng seventeen
Saat acara kelulusan kakak tingkat mereka satu tahun yang lalu, mereka merencanakan project acara hiburan dengan tarian atau yang sering di sebut dance
Mereka sangat kompak dan berhasil membuat nama mereka gempar satu sekolahan baik sekolah lain juga mengetahuinya
"Kak eun?"
Eunha terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan itu
"Permisi kak eun?" panggilnya satu kali lagi
"Oh? Jaemin? Ada apa?" tanya eunha
"Ini ada bunga untuk kakak" kata jaemin lalu meninggalkan eunha
"Tunggu jae-!" teriak eunha
"Itu dari aku"
Eunha terkejut lalu menoleh ke belakang ternyata orang itu adalah mantan kekasihnya saat sedang duduk di kelas satu sma
Taeyong menarik tangan eunha lalu mengusir orang yang hanya duduk di kantin tapi tidak memesan apa pun
Eunha hanya diam memegangi bunga itu dan menurut pada taeyong
"Mau makan apa? Tteokbokki?" tanya taeyong
Eunha tidak menjawabnya dia hanya menatap taeyong datar
"Tteokbokki dua!!" teriak Taeyong
"Baik!!"
Eunha beranjak dari kursi kantin dan berniat meninggalkan taeyong
"Eun! Setidaknya kau hargai perjuangan ku! Aku bahkan sudah memesankan tteokbokki untuk mu"
"Aku tak menyuruh mu membelikannya untuk ku!" bentak eunha
Taeyong hanya terdiam menatap eunha lekat-lekat biasanya perempuan itu tidak bersikap seperti ini ketika ia memaksanya makan bersama
"Aku tak butuh bunga mu!" eunha melempar bunga itu pada taeyong
"Aku sudah lelah! Dan berapa kali aku ucapkan?! Aku tak akan mau kembali dengan mu! Setelah kau yang memutuskan untuk mengakhiri semuanya! Berhentilah mengganggu ku!" teriak eunha lalu ia berlari meninggalkan taeyong
Taeyong hanya diam menyimpan segudang rasa malu di dalam dirinya apalagi saat semua orang mentertawakan dirinya
Taeyong mengeraskan rahangnya dan membuang bunga itu asal
'Ingat eun! Kau akan menyesal mengatakan itu pada ku! Akan ku buat kau tak bisa melupakaan ku selamanya' -taeyong
***
Jungkook masih membaca laporan karyawan nya satu persatu
Setelah di ceknya dan masih ada beberapa karyawan yang salah menulis laporan segera di panggilnya tangan kanan dari Jungkook tentu juga berpengaruh bagi perusahaan ini
"Kyungsoo!" Teriak jungkook
__ADS_1
"Ada apa?"
Kyungsoo datang dengan ekspresi bingung
"Tolong kau beritahu kedua orang ini cara membuat laporan yang baik dan benar, tidak asal-asalan seperti ini" jelas Jungkook
Kyungsoo berjalan mendekati Jungkook lalu mengambil map yang di dalamnya berisi kertas laporan
Jungkook mengacak rambutnya lalu sesekali ia melihat handphonenya yang berdering karena pesan masuk
Lalisa: Jungkook kapan kau akan datang ke apartemen ku lagi? Aku sangat rindu dengan mu
Jungkook: aku sangat sibuk hari ini, nanti malam atau besok aku akan mampir kesana
Lalisa: emm okey, tapi Jungkook aku...
Jungkook: ada apalagi?
Lalisa: teman-teman ku membeli tas keluaran terbaru, tas itu sangat cantik
Jungkook: lalu?
Lalisa: sebentar lagi kan aku akan berulang tahun...apa boleh kau belikan aku itu? :)
Jungkook: nanti akan ku transfer uangnya
Lalisa: Yeay! Jungkook aku cinta kamu
Jungkook: tapi kau harus bayar itu semua ketika aku datang ke apartemen mu
Lalisa: tentu saja! Itu hal yang biasa kita lakukan kan?
Jungkook melihat jamnya lalu berdiri meninggalkan ruangan itu
Saat keluar beberapa karyawan melihatnya dan tersenyum
"Ini waktu makan siang, sebaiknya kalian semua istirahat" ujar Jungkook
Jungkook berjalan mendekati ruangan kyungsoo
Tok..tok..
"Masuk"
Jungkook masuk lalu melihat Kyungsoo sibuk dengan pekerjaannya
Ia duduk di kursi tepat di depan meja kyungsoo dan mengamatinya
"Kau tak ingin makan siang di luar?" Tanya Jungkook
"Aku membawa bekal dari rumah" jawab kyungsoo
"Seperti anak kecil saja" ejek Jungkook
"Aku hanya takut bahaya makanan luar"
"Kau bisa makan di restoran terpercaya di bandingkan makan di pinggir jalan"
Kyungsoo menghentikan pekerjaannya lalu menatap Jungkook
"Jika kau datang kesini untuk mengajak ku makan keluar, pergilah aku tak ikut"
Jungkook tertawa lalu mengambil cangkir kopi yang kosong di atas meja kyungsoo
"Kkk, baiklah selanjutnya aku serahkan urusan kantor pada mu"
Kyungsoo hanya mengangguk lalu kembali sibuk dengan pekerjaannya
"Jangan sampai telat makan nanti kau sakit dan tak ada yang bisa membantu ku"
__ADS_1
Kyungsoo tertawa lalu Jungkook keluar dari ruangan itu
Seorang pegawai lewat di hadapan Jungkook
"Hei!" Panggil jungkook
"Oh ada apa pak?" Tanyanya
"Kim yerim? Kau pegawai baru disini?" Tanya Jungkook
"Iya pak"
Jungkook mengamati tubuh perempuan itu dari atas sampai kebawah.
Yerim sedikit bingung melihat Jungkook yang mengamatinya.
"Ada apa pak?" Tanya yerim
Jungkook menggelengkan kepalanya lalu memberikan cangkir bekas kopi tadi.
"Tolong cuci ini"
Pegawai itu segera mengambil cangkir dan pergi dari hadapan Jungkook.
Jungkook berjalan ke dekat parkiran dan masih membayangi pegawai tadi.
"Aah!"
Jungkook menggaruk tengkuknya yang terasa sedikit gatal.
"Hei Jungkook!" Teriak seseorang
"Ya Jimin!" Balasnya
"Apa kabar?! Sudah lama aku tak bertemu dengan mu"
"Aku baik bagaimana dengan mu?"
"Aku juga baik, aku kesini ingin mengasih sesuatu"
"Apa itu?"
Jimin mengeluarkan kertas di kantongnya lalu muncul wanita di sampingnya.
"Undangan?" Tanya Jungkook
"Ya kami akan menikah Minggu besok" jelas wanita itu
"Ahh senang mendengarnya" senyum Jungkook
Jungkook terasa sedikit canggung dengan topik pembicaraan ini
"Datanglah! Jangan sampai tak datang" ujar jimin
Jungkook mengangguk, dan wanita itu menggandeng lengan Jimin dan pergi bersama.
'pasti akan bahagia sesudahnya' -jungkook
Tring..! Tring...!
*Suara telpon
Jungkook mengangkat telponnya
'ada apa?'
'cepatlah pulang ayah dan ibu sudah sampai di rumah'
'aku dalam perjalanan pulang'
__ADS_1