
Huh..lelah sekali menemani mereka belanja seharian, padahal memang aku yang mengajak duluan, jadi salah ku sendiri.
Aku langsung tidur di atas kasur sambil bersembunyi di balik selimut, ku lihat foto-foto teman ku saat masih berada di seoul.
Aku tersenyum, mengingat moment ku saat bersama mereka.
"Hei eunha" panggil joshua
Aku menoleh menatapnya malas.
"Jungkook menunggu di bawah" senyumnya
"APA?! J-JUNGKOOK!!!" Jerit ku
Setelah mendengar itu dari joshua, aku langsung keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
Jungkook! Ooh apakah dia benar-benar datang?!
"Eunha" panggil bibi joshua
Aku menoleh "ada apa bibi?"
"Ayo makan, sudah waktunya makan malam" ujar bibi itu
Aku menurut mengikutinya ke dapur.
"Joshua kau bilang ada jungkook!" Marah ku
Joshua tertawa, lalu kembali makan, aku menerjang kaki kursinya sehingga kursi itu tergeser.
"Kalian ini bertengkar terus" tawa bibi itu
Aku duduk di samping bibi, kemudian mulai memakan makanan malam yang telah di siapkan bibi.
"Kau sangat ingin bertemu jungkook?" Tanya joshua
Aku hanya diam, sambil terus mengunyah makanan
"Tunggulah liburan semester ke lima, kita akan pulang ke seoul" gumam joshua
"Huh, percuma..aku tetap tidak akan bisa bertemu dia"
"Kenapa?"
"Ayah bilang, Jungkook sangat sibuk"
"Kau harus menunggu setidaknya sampai kuliah kita selesai"
Benar, aku harus pulang setelah kuliah ku selesai..mungkin orang itu sudah tertangkap.
"Tapi..aku tak mendengar kabar orang jahat itu lagi dari jungkook.."
"Serius?" Tanya ku
Joshua mengangguk "kita juga harus berhati-hati, orang itu bisa saja datang kemari..maka dari itulah kau harus menurut pada ku! Jangan berbicara dengan orang asing" marah joshua
"Tapi yang kemarin dia baik kok.."
"Dari mana kau tau dia baik?! Kau saja baru mengenalnya"
___
Joshua benar, aku tak boleh berbicara dengan orang asing, tapi bagaimana dengan sung yoon?
TING!
Sungyoon: halo! Aku sungyoon orang yang meminta nomor mu tadi :)
Yaah!!! Baru ku bicarakan, orangnya langsung mengirimkan pesan! Aku harus bagaimana?!
Eunha: maaf aku sedang sibuk (delete)
Eunha: oh iya (sent)
Astaga!
Sungyoon: kau sedang apa?
Eunha: tidak ada hanya membalas pesan mu
Sungyoon: kau tidak terganggu?
Eunha: iya aku sedikit terganggu (delete)
Eunha: tidak, santai saja
Bodoh sekali aku!
Sungyoon: emm besok siang kau ada waktu senggang?
Eunha: iya
Tunggu jika bertanya seperti itu pasti ada maksudkan?!
Sungyoon: ayo makan siang bersama ku
Astagaaa! Bagaimana ini?
Eunha: dimana?
Sungyoon: cafe jyp di dekat kampus
Eunha: oke!
__ADS_1
Sungyoon: selamat tidur
Eunha: juga
Ok Joshua! Maafkan aku! Kini aku telah melanggar peraturan mu...tidak apa! Dia orang baikkan?
"EUNHA!" teriak joshua
Aku berlari ke kamarnya setelah dia berteriak
"Kau..." Gumamnya pelan
"Maafkan aku!!!" Jerit ku
Aku langsung mendorongnya keluar dari kamarnya sendiri.
Astaga aku bahkan lupa menghilangkan noda darah haid ku sendiri di sini.
Kemarin, aku dan bibi sedang menonton di kamar joshua, aku bahkan tak tahu jika hal itu akan terjadi.
Aku membuka sprei kasur joshua lalu membawanya keluar.
"Akan ku bersihkan" cengir ku
Dia langsung masuk kedalam kamarnya dan duduk di kursi sambil memainkan ponsel.
Kalau di pikir-pikir sifat Joshua perlahan berubah kepada ku, semakin dingin..entah aku tak tahu kenapa dia berubah menjadi seperti itu.
Dan juga! Kejadian ini sangat memalukan!! Dia melihatnya kan?! Dia itu bukan saudara ku :( astaga memalukan.
"Hei, kenapa kau masih berdiam di situ"
"Ooh ok, aku akan mencucinya"
Aku berlari ke tempat pencucian baju, sebelum Joshua marah pada ku lagi.
"Aneh padahal dulu joshua sangat baik pada ku, bahkan dia tak pernah marah pada ku" gumam ku sendiri
"Apa dia membenci ku? Atau dia sudah menganggap ku sebagai saudaranya sendiri? Atau bahkan sebagai kakak ipar..tidak..sudah bukan lagi"
"Apa?"
Aku membalikkan badan ku terkejut setelah mendapati joshua di belakang ku.
Astaga matilah aku! Pasti aku akan di marahinya.
"Kenapa kau ada di sini" gumam ku
"Ini kan rumah ku"
Dia berjalan kedapur mengambil air untuk di minum.
"Eunha..menurut mu hadiah apa yang bagus untuk perempuan?" Tanya joshua
"Maksud mu"
"Teman perempuan ku sebentar lagi akan ulang tahun"
Aku mengangguk malas kemudian memasukkan sprei yang kotor tadi ke mesin cuci.
"Bunga?" Jawab ku
"Hei dia ulang tahun"
"Entahlah, coba kau beli pakaian saja" ujar ku
Joshua hanya menyeringit lalu meninggalkan eunha Sendirian di tempat itu.
Author pov
Saat joshua menaiki tangga ia terus melirik kearah eunha, tanpa sadar ia tersandung anak tangga.
BRUK
"Ughh" joshua meringis kesakitan
"Suara apa itu?" Teriak eunha
"Tidak ada" balas joshua
Langkahnya terhenti, ia melihat luka memar di lututnya.
"Ahh sial, hanya memikirkannya aku menjadi seperti ini! Kenapa kau tak kunjung sadar sih eunha?!" gumamnya
Setelah itu dia kembali berjalan memasuki kamarnya.
"Jung eunha, pada akhirnya aku tak bisa mendapatkan mu kan.."
Joshua membuka handphonenya, melihat beberapa foto eunha yang ia curi.
"Aku harus bagaimana? Perasaan ini kadang tak menentu..saat aku bersama dia aku merasa senang, tapi jika aku melihat mu bersama laki-laki lain membuat ku marah.."
Ia berjalan lalu membanting tubuhnya di atas kasur.
"Dan juga, pada akhirnya aku akan melupakan mu perlahan-lahan"
*Siang
Setelah eunha menghabiskan waktu untuk berdiam menunggu momo dan mina, ia memutuskan untuk pergi tanpa sepengetahuan mereka.
Saat sampai di cafe jyp, ia berjalan ke pojok ruangan yang banyak di letakkan tanaman.
Ia menyenderkan tubuhnya ke pinggir, sambil menunggu sungyoon.
__ADS_1
Sambil menunggunya, eunha melihat-lihat tumbuhan itu, ia menciumi setiap aroma bunga.
Tak lama kemudian munculah sosok laki-laki yang nyaris eunha kira jungkook, dia melihat sekitar mencari perempuan yang akan di temuinya.
Akhirnya ia tersenyum mendapati gadis yang sembari terus menciumi aroma bunga.
"Eunha" panggilnya
Eunha menoleh dan tersenyum, ia langsung mengikuti kemana sungyoon berjalan.
"Kau mau pesan apa?" Tanya sungyoon
"Samakan saja dengan mu" jawab eunha
Sungyoon mengangguk lalu pergi memesan makanan.
"Huh..aku yakin joshua sedang berkencan dengan wanita yang ia maksud" gumam eunha
Lalu, sungyoon berjalan dengan membawa satu nampan berisikan makanan.
"Kau suka waffle?" Tanya sungyoon
"Sangat" seru eunha
"Syukurlah" senyum sungyoon
Mereka berdua memakan makanan yang di pesan, eunha tersenyum ketika menyicipi waffle yang di belikan sungyoon.
"Ini sangat enak dan manis" gumam eunha
"Manis seperti mu" senyum sungyoon
"Apa?" Tanya eunha
___
"mau ku antarkan pulang?" Tanya sungyoon
Eunha menggeleng "tidak perlu repot-repot, aku pulang bersama teman ku" senyum eunha
Tak lama kemudian momo menghampirinya.
"Hei kau tertangkap! Kencan tanpa memberitahu" marah momo
Eunha menarik tangan momo menjauh dari situ "sungyoon kami pulang dulu"
Sungyoon melambaikan tangannya, lalu dia merasakan kantong jaketnya bergetar.
"Lagi dan lagi, aku bosan" gumam sungyoon
'halo? Ayah'
'tenang saja, aku bisa melakukannya sendiri, kau tak perlu khawatir'
'ya, aku akan menjaga kesehatan ku'
Sungyoon berjalan meninggalkan cafe itu, sementara eunha yang menarik tangan momo dengan paksa.
"Eun kau marah? Berarti memang benar kan kau berkencan dengan sungyoon?" Canda momo
Eunha menatapnya kesal, mendorong kepalanya pelan.
"Kami hanya makan siang bersama tak lebih!" marah eunha
Momo tertawa karena berhasil membuat eunha marah dan sedetik setelahnya mina berlari menghampiri mereka.
"Kalian kemana saja!" Marah mina
Mereka hanya diam, lalu berjalan meninggalkan mina.
"Hei kalian jahat sekali" mina berjalan menyusul mereka
"Eunha ku dengar kau berkencan dengan sungyoon?" Celetuk mina
Eunha membalikan badannya lalu menatap mina dengan penuh amarah.
"Sudah berapa kali aku bilang! Kami tidak berkencan"
Perkataan eunha mengundang gelak tawa semuanya.
"Tunggu, bagaimana kita buat sandiwara" gumam momo
Eunha menyeringit, dia tak mengerti maksud dari perkataan momo.
"Jika kau berhasil menjadikan sungyoon kekasih mu, maka aku akan mengabulkan satu permintaan mu! Dan mobil ku akan ku berikan pada mu" seringai momo
Bukan eunha namanya jika tidak tergiur dengan taruhan, pertama ia pernah melakukan itu dengan joshua, walaupun akhirnya dia kalah.
"Kau bisa pegang janji mu?" Senyum eunha
"Aww, eunha kau berubah" senyum mina
"Tentu saja" jawab momo
Eunha menyetujui taruhan yang di berikan oleh momo.
'itu sangat mudah' - eunha
'aku yakin pada akhirnya kau jatuh cinta pada sung yoon' - momo
'aku harus menjadi penengah' -mina
__ADS_1