
"Jadi, apa sudah mendingan?" tanya eunha sembari duduk di samping sehun.
Sehun tersenyum, mengangguk pelan sambil memegangi erat tangan eunha.
"Terima kasih"
Eunha sedikit terkejut mendapati telapak tangan sehun yang menempel di tangannya.
Sadar akan hal itu, sehun segera menarik tangannya kembali.
"Maaf" ucap sehun
Eunha mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke jalan.
"Ngomong-ngomong, jika aku berdiam di rumah..apa kau akan bekerja juga?" tanya eunha
"Tentu, mengawasi mu"
"Aish ini sungguh menyebalkan" eunha menghentakan kakinya
"Setelah ini, kau akan pergi kemana?" tanya sehun
Eunha hanya diam seraya menatap jalanan yang penuh dengan kendaraan.
"Ahh, aku sedikit bosan! Andaikan saja hari pendaftaran lebih cepat dari yang seharusnya"
"Kau ingin jalan-jalan?" tanya sehun
Eunha menatap sehun, ia mengubah cara bicaranya menjadi membingungkan.
"Jalan-jalan?" tanya eunha
Sehun menaikan satu alis yang terpaut di wajahnya, kemudian di balas dengan senyuman oleh eunha.
"Apa kau yakin? Maksud ku kau mengajak ku jalan-jalan...apakah jungkook tak marah akan hal itu?" tanya eunha
Sehun mendengus lalu menjawab perkataan eunha "itu jika aku membahayakan mu kan? Lagi pula aku juga sedikit bosan"
"Aku yakin pekerjaan ini sangat membosankan bukan?" celetuk eunha
"Tidak sama sekali, malah aku pikir... Aku bisa terbebas dari tugas-tugas perkantoran"
"Nyatanya, kau masih juga terlibat dengan itukan? Meskipun kau di suruh bekerja untuk ku?"
"Ya begitulah, setidaknya aku tidak terlalu fokus untuk melakukan pekerjaan itu, jungkook akan memanggil ku jika ada keadaan penting saja" jawab sehun
Eunha pov
Aku dan sehun berencana untuk pergi jalan-jalan hari ini, meskipun kami belum tahu kemana kami akan pergi, setidaknya sehun sudah sadar dari mabuknya.
"Jadi kita akan pergi kemana?" tanya sehun
Aku masih terus memikirkan kemana kami akan pergi hari ini, menurut ku tidak ada tempat yang ingin ku kunjungi tetapi aku sedikit bosan saat berdiam saja dirumah, ini aneh.
"Kemana saja" jawab ku
__ADS_1
Sehun tertawa sembari terus mengemudikan mobil, aku malah heran, bisa-bisanya dia tertawa seperti itu.
"Kemana saja? Bagaimana jika aku membawa mu ketempat yang tersembunyi, kau tak takut?" tanya sehun lagi.
"Tidak"
"Kenapa?"
"Karena aku yakin kau tak akan melakukan itu"
"Bagaimana bisa kau menyimpulkan hal itu? Aku bisa saja membunuh mu jika aku mau" ujar sehun
"Hanya saja jika kau ingat tuhan, aku tidak akan pernah takut, lagi pula.. Jika aku mati...kau juga akan mendapatkan balas dari tuhan bukan?"
Deg
Aku melihat raut wajah sehun menjadi tegang, kupikir karena ucapan ku? Atau dia sedikit tersinggung dengan ucapan ku?
"Kau kenapa sehun?" tanya ku
"Tidak apa-apa" balas sehun
Dia bilang 'tidak apa-apa' jelas-jelas raut wajahnya berubah ketika aku mengucapkan kalimat itu, ahh mungkin ini perasaan ku saja, aku memang selalu cepat menyimpulkan.
***
"Hei eunha bangun"
Aku membuka mata ku, astaga ternyata aku tertidur saat perjalanan, tunggu dimana ini? Aku melihati pemandangan yang asing bagi ku.
"Rumah ibu mu?" tanya ku
Sehun mengangguk lalu mengajak ku masuk kedalam rumahnya, saat kami masuk, di sambut dengan aroma lezat, seperti aroma daging sapi yang di panggang, Aku melihat sekitar, tidak ada orang satupun, lantas dari manakah aroma itu?.
"Ikuti aku"
Rumah itu memang tidak terlalu besar, tapi aku sangat kagum, banyak barang-barang yang kuno seperti milik orang jaman dahulu, aku berjalan..melihati foto-foto yang terpajang, ku pikir foto itu tidak terawat karena ku lihat sedikit berdebu, tapi setelah aku perhatikan lagi jenis kertas foto jaman dahulu memang begitu.
Lilin-lilin berjejer di sepanjang dinding, memberikan cahaya yang khas, saat aku masuk ke halaman belakang, ku lihat seorang wanita tua yang sedang memanggang banyak daging, ia sendirian melakukan itu, langkah ku terhenti begitu juga dengan sehun yang menghentikan langkahnya.
Wanita itu menoleh ke arah kami, perlahan senyuman terlukis di wajahnya, sedikit kerutan muncul saat ia tersenyum, wanita itu berjalan perlahan mendekati sehun, ia membelai wajah sehun, walau kadang tangannya sedikit bergetar.
Tangannya yang berkerut itu membuat ku terharu, dia menoleh ke arah ku lalu tersenyum, aku membalas senyuman itu.
"Kenalkan dia jung eunha" ujar sehun
Wanita itu meraih tangan ku lalu memegang erat, hati ku tersentuh entah kenapa karena prilaku wanita itu.
"Jung eunha" sebutnya dengan suara yang terbata-bata
Aku mengangguk, tak lama ia langsung mengajak kami duduk di kursi.
"Duduklah disini" ucapnya
Aku tersenyum lalu duduk di samping wanita itu.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu datang kesini sehun?" tanyanya.
"Salahkah jika aku berkunjung ibu?" balas sehun
Wanita itu terseyum bahagia, air matanya perlahan keluar membuat pipinya yang berkerut terbasahi.
"Aku senang kau mengunjungi ku, aku senang kau masih mengingat ku" tangisnya
Sehun membuang wajahnya, bukan karena ia membenci ekspresi ibunya itu, tetapi karena ia tak sanggup melihat ekspresi itu.
Sehun menatap langit, menahan air matanya yang ingin keluar, hingga matanya mulai memerah karena menahan tangis.
"Ya sudah, ayo kita makan bersama, ibu membuat daging sapi panggang kesukaan mu sehun"
Aku membantu ibu sehun dengan senang hati, sehun juga ikut membantu, selama kami memasak daging sapi itu selama itu pula kami banyak berbincang-bincang.
"Jadi kau istri jungkook?" tanya ibu sehun pada ku
"Ya nyonya"
"Ah, kupikir kau adalah kekasih sehun"
Aku tertawa mendengar perkataan ibu sehun, lalu menjawabnya "tidak, kami hanya sebatas teman dan rekan kerja"
"Benarkah? Tapi kalian tidak memiliki hubungan apapun kan? "
"Ibu, eunha sudah menjelaskan kami tidak ada hubungan yang spesial"
"Iya ibu mengerti, hanya saja ibu takut muncul gosip yang tidak menyenangkan dari kalian"
"Itu tidak akan pernah terjadi nyonya, percayalah, jungkook sendiri yang memperkerjakaan sehun untuk saya"
Ibu sehun tertawa lalu kami semua mulai menyantap daging panggang yang sudah matang.
"Ibu harap kau bisa mendapatkan istri seperti eunha, dia sangat sopan dan juga rajin"
"Ibu" gumam sehun
"Maafkan ibu, tapi ibu belum bisa melupakan kejadian di masa lalu, tak peduli kau membenci ibu yang kedua kalinya, tapi ketahuilah sehun, semua ibu lakukan itu hanya untuk mu, seorang ibu tahu yang mana baik dan buruk untuk anaknya"
"Aku tahu, tapi tolong jangan bahas itu sekarang"
Sehun mengalihkan pembicaraan yang di bicarakan ibunya, aku melihat wajah sehun lagi, wajah yang seperti tidak akan setuju pada sesuatu.
"Ngomong-ngomong nyonya, kau tinggal sendirian di rumah ini?" tanya ku
"Tidak, aku di temani gadis yang periang, walau pun ia tidak tinggal disini, tetapi ia selalu mengunjungi ku"
Aku mengangguk lalu tak lama kemudian terdengar langkah sepatu seseorang.
"Nah itu dia"
Seorang wanita yang manis datang menghampiri mereka dengan beberapa bungkusan, yang ku lihat raut wajah sehun berubah seketika melihat perempuan itu, senyumannya terlihat begitu tulus, entah untuk perempuan itu atau untuk makanan yang di bawanya.
"Halo semua" ucapnya lembut
__ADS_1
Perempuan itu, aku seperti mengenalnya, atau hanya perasaan ku saja?