
Eunha merenung sendirian di kamarnya, ia masih memikirkan hal-hal yang terjadi di hari sebelumnya.
Entah apa yang di lakukan sungyoon selanjutnya, eunha yakin dia sedang marah besar.
Keputusan bodoh yang eunha lakukan adalah menerima tawaran itu, bodoh sekali pikirnya.
Dia berpikir bagaimana jika sungyoon mengancam atau melakukan hal aneh yang lainnya?! Seharusnya dia menuruti kata Joshua, kenyataannya kadang ia masih berpikir seperti anak kecil tidak tahu apa yang terjadi setelah perbuatannya.
Yang pasti dia harus menjauhi sungyoon, dan tidak berpergian sendirian.
Tok tok
Eunha menoleh, lalu berdiri membukakan pintu kamarnya.
"Eunha? Kau ada waktu?" Tanya joshua
Eunha mengangguk lalu mengikuti Joshua ke ruang tamu.
"Aku ingin membeli baju perempuan, tapi aku bingung memilihnya..maukah kau temani aku?" Tanya joshua
Eunha mengangguk lalu kembali pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.
"Ada apa dengannya?" gumam joshua bingung
Saat kembali tampilan eunha lebih rapi dari sebelumnya, mereka berdua pergi bersama menuju mall yang dekat dengan rumahnya.
"Eun, menurut mu, perempuan itu menyukai baju seperti apa?" Tanya joshua
Eunha berpikir sejenak "aku sangat menyukai dress, tapi siapa sangka jika perempuan yang ingin kau berikan baju itu tidak menyukai nya"
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya joshua
"Memangnya siapa perempuan itu?" Tanya eunha penasaran
"Aish, nanti kau juga tahu.." gumamnya
Mereka terus berjalan, melewati baju-baju perempuan yang berjejeran.
Tak lama kemudian langkah joshua terhenti ketika melihat sesuatu.
"Ada apa?" Tanya eunha
"Joshua!" Jerit seseorang
Perempuan itu berlari menghampiri joshua dengan laki-laki di sampingnya.
Bukan hanya joshua yang terkejut dengan kedatangan perempuan itu, tapi begitu juga dengan eunha yang langsung terdiam di tempatnya.
"Sedang apa kau disini?" Tanya joshua
"Kau bercanda? ini kan tempat baju perempuan.. seharusnya aku yang bertanya pada kau? Sedang apa kau datang kemari"
'tentu saja mencari baju untuk mu!' -joshua
"Oh, halo? Kau eunha bukan?" Tanya perempuan itu
Eunha mengangguk " iya benar"
"Ternyata benar, joshua! Jangan lupa datang ke acara ulangtahun ku nanti malam ya!" Ujar nya
Joshua mengangguk, "ngomong-ngomong siapa dia?" Tanya joshua
"Dia? Pacar ku" senyumnya
__ADS_1
Deg
Joshua tertawa canggung lalu memegang tangan eunha erat.
"Halo, nama ku sungyoon" dia memperkenalkan dirinya sendiri
"Aku joshua" balas joshua
Eunha hanya diam, sedari terus memperhatikan ke depan, ia takut menatap wajah sungyoon.
Sungyoon dan perempuan itu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Eunha, ayo kita pulang" ucap joshua
"Kenapa?" Tanya eunha
"Ah untuk apa membelikannya lagi"
"Kau bodoh, jangan terang-terangan bersikap seperti itu..siapa pun bisa tahu sikap kekonyolan mu, perempuan itu bukan hanya satu! Kau dengar? bukan hanya satu, Jadi mari lupakan dan cari yang lain..soal pestanya..jika kau tak datang itu akan membuat tanda tanya bagi perempuan itu.."
"Jadi aku harus bagaimana?"
"Mari kita cari kado yang lain, tidak perlu baju..dan ayo pergi bersama ku..emm, bagaimana kita buat sedikit sandiwara?" Kekehnya
"Hei kau ini!" Joshua mendorong kepala eunha pelan
"Kalau di pikir-pikir..bukannya aku masih punya hutang pada mu?" Tanya eunha
"Benar, taruhan waktu itu kan?"
"Ya"
"Sebagai gantinya kau harus menjadi pacar pura-pura ku" gumam joshua
Mereka berjalan lagi mencari sesuatu yang bisa di berikan pada perempuan itu.
Menurut eunha pergi bersama joshua mungkin lebih baik jika di lihat oleh sungyoon, perasaan eunha juga jauh lebih baik mendengar ia sudah memiliki pacar baru..tapi dia tak berpikir kelanjutannya lagi.
____
"Ahh senangnya.. ternyata sungyoon tidak benar-benar menyukai ku" gumam eunha
Dia membanting tubuhnya di atas kasur lalu membuka handphonenya.
Gfriend (99+)
Sowon (15)
Sinb (40+)
Umji (2)
Yerin (50+)
Yuju (20+)
'mereka pasti mengkhawatirkan ku' batin eunha
Joshua datang menghampiri eunha yang sedang menatap layar handphonenya.
"Kau kangen dengan mereka?" Tanya joshua
"Tentu saja" jawab eunha
__ADS_1
Joshua duduk di samping eunha yang tengah asik memainkan handphonenya.
"Kapan kau ujian?" Tanya joshua
"Emm, kira-kira sekitar seminggu lagi? Atau tak sampai? Kau sendiri?"
"Aku juga seperti itu"
"Kenapa?"
"Jika liburan, kau akan pergi kemana?" Tanya joshua
"Mungkin hanya berdiam di rumah?"
"Huh, bagaimana dengan teman mu?"
"Momo dan mina akan pulang ke Jepang"
"Kau tak ingin pulang?" Tanya joshua
Eunha meletakkan handphonenya lalu melihat joshua dengan ekspresi yang membingungkan.
"Pulang? Bukanya itu bahaya?"
"Jadi kau tak mau pulang?"
"Tentu saja aku mau!"
"Kalau begitu ayo pulang"
"Bagaimana dengan misterius itu?"
"Dia sudah tertangkap"
"Benarkah?!" Seru eunha
Joshua mengangguk, saking senangnya eunha bahkan melompat dari tempat tidurnya.
Joshua tertawa melihat eunha yang menari dengan ekspresi gembira.
"Eunha.. bolehkah aku mengungkapkan sesuatu untuk yang terakhir kalinya?" Tanya joshua
Eunha mengangguk lalu kembali mendengar perkataan joshua.
"Kau berjanji tak membenci ku?"
"Aku tak akan pernah membenci mu! Kau sudah ku anggap sebagai kakak laki-laki ku! Bahkan peran kak jin kalah dengan mu!" Kekeh eunha
'benarkan? Hanya kakak laki-laki?' - joshua
"Rahasia ini hampir aku sembunyikan selama satu tahun lebih" gumam joshua
"Cepatlah! Jangan membuat aku penasaran"
"Tapi kau jangan khawatir"
"Joshua!" Marah eunha
Joshua tertawa selanjutnya ia keluar dari kamar eunha.
"Hei! Kau mau kemana?! Katanya mau bercerita!" Jerit eunha
"Kesinilah!" Panggil joshua
__ADS_1
Dia mengikuti kemana arah joshua berjalan, langkah itu berakhir ketika mereka sampai di taman belakang.