
"Bodoh! Kenapa menjadi seperti ini?!" marah lisa
Lisa membanting semua barang-barangnya yang berada di kamarnya.
"Siapa yang berani menyelamatkan eunha!" teriak lisa
Lisa melirik sehun yang sedang duduk santai di hadapannya.
"Satu-satunya cara menyingkirkan eunha memang membunuhnya, tapi itu tidak berhasil, hasilnya jauh dari dugaan ku, aku pikir jungkook tidak menyukai dia" ujar lisa
Sehun masih menatap lisa yang bergumam sendiri.
"Kau sehun!" teriak lisa
Sehun menatapnya heran, dia menaikan satu alisnya "apa? Aku?"
"Jika membunuhnya tak bisa, maka harus menyingkirkan nya saja"
"Terserah kau tapi aku tak mau bermain terlalu jauh" jawab sehun
Lisa tertawa "hei, bukankah kau belum mendapat jalang yang baru?"
"Apa maksud mu?" tanya sehun
"Sudahlah, aku yakin kau mengerti maksud ku, eunha? Bukankah dia menarik?" ujar lisa
"Kau gila?! Kau suruh aku untuk memperkosanya?! Aku akan mati di bunuh oleh jungkook!!" marah sehun.
"Dasar bodoh! Aku akan membuat semuanya terbalik, seolah-olah eunha yang bersalah"
"Terserah! Aku tak mau bekerja sama dengan mu lagi" sehun meninggalkan lisa
"Sehun!" jerit lisa
"Jangan-jangan kau mulai menyukai eunha?" sebut lisa
Sehun berbalik, "kau masih beruntung aku tidak menyebarkan rahasiamu"
"Sehun! Dasar kau kaparat!" teriak lisa.
---
"Maafkan aku, aku tidak tahu jika cerita yang sebenarnya seperti itu.." ujar eunha
Jungkook memeluk eunha erat dari belakang, bayangan mereka terlukis di depan kaca.
"Lebih baik lagi jika kita bertemu ibu mu dan ibu ku" gumam jungkook.
"Iya.." jatuh.
"Eunha? Kau tak apa?" tanya jungkook.
"Akhir-akhir ini aku merasa pusing" ucap eunha
"Mungkin karena ingatan mu" lanjut jungkook.
Mereka berjalan ke tempat tidur, jungkook memeluk eunha dari belakang saat tidur.
"Sebenarnya yang aku pikirkan bukan karena itu"
"Jadi?" tanya jungkook
"Sudahlah, ayo tidur ini sudah larut malam"
Jungkook mengangguk, lalu mereka tertidur dan perlahan semua lampu mansion meredup.
-Pagi-
"Selamat pagi nyonya" sapa maid
"Pagi" balas eunha.
__ADS_1
"Tuan, kau sudah sembuh?" tanya maid
"Ya, sudah sedikit enakan" jawab jungkook.
Eunha berjalan melewati sohyun yang membantu menyiapkan sarapan.
"Maid sohyun?" panggil eunha
"Y-ya?" jawab sohyun.
"Sedang apa kau disini? Maid yang lain sudah pergi, apa kau mau mengganggu kami berdua" ujar eunha
Sohyun membulatkan matanya, lalu di lihatnya jungkook, tapi jungkook tak merespon sama sekali.
"Maaf" ucap sohyun lalu ia segera pergi.
"Hari ini kau tak bekerja?" tanya eunha
"Tidak, aku ingin beristirahat, lagi pula bukannya kita ingin mengunjungi rumah ibu mu?" jawab jungkook.
Eunha tersenyum lalu memasukan sesuap nasi kedalam mulutnya.
"Hoek!" eunha berlari ke kamar mandi, di susul dengan jungkook.
"Kau kenapa eun?" tanya jungkook.
"Aku pusing, perut ku serasa mual" jawab eunha.
"Apa perlu ku panggilkan taehyung?" tanya jungkook
"Tidak perlu, sebentar lagi juga akan hilang.. Hoek.."
Sementara di dapur.
"Jika menyingkirkannya dengan cara seperti itu tidak berhasil maka harus dengan cara lain" senyum sohyun.
Sehun berjalan ke dapur, berniat meminta maid membuatkannya kopi, tapi langkahnya terhenti ketika melihat sohyun.
'Wow, sangat menarik' -sehun.
Sohyun membuka bungkus kecil yang berisi bubuk racun, lalu di tuangkannya kedalam teh hangat.
"Maid yuna!" panggil sohyun
Maid yuna menoleh lalu menghampiri sohyun "ada apa?" tanyanya.
"Antarkan ini pada nyonya dan tuan jungkook, gelas yang ada garis berwarna emas itu punya tuan jungkook, yang tidak ada garis itu punya nyonya" ujar sohyun
Maid yuna mengangguk lalu mulai mengantarkannya.
"Jangan sampai tertukar yuna"
Sehun menghentikan rekamannya.
"Halo maid imut? Tolong buat kan aku kopi yang spesial" colek sehun.
Sohyun menangkis tangan sehun, lalu membentaknya "kau! Jangan sentuh aku"
"Kejam sekali, kau tahu aku ini lebih kejam...perlu bukti? Kita lihat nanti" tawa sehun.
"Kau gila?!" marah sohyun.
---
"Tuan, nyonya ini tehnya" maid yuna meletakan kedua teh di atas meja.
"Terima kasih" eunha mengambil gelas yang berwarna putih lalu maid yuna meninggalkan mereka.
"Cepatlah minum" gumam sohyun, ia mengintip mereka dari dapur.
PRANK!
__ADS_1
"Sehun ada apa?!" teriak eunha.
Sehun mengambil alih gelas yang di pegang eunha lalu membantingnya.
"Sehun kenapa kau lakukan itu!" marah jungkook.
"Kalian tau? Teh itu sudah di kasih racun" ujar sehun.
Semuanya terkejut termasuk maid yang sedang bekerja.
"Kenapa kau bilang begitu?" tanya jungkook
Sehun menunjukan vidio yang direkamnya tadi, jungkook mengeraskan rahangnya lalu berjalan menuju dapur.
Sementara sohyun yang mati-matian berusaha membuka jendela untuk kabur.
"Nona anda mau kemana?" seseorang menahan tangan sohyun.
"S-saya, saya ingin membeli sayuran! Untuk sarapan tuan dan nyonya" jawab sohyun.
"Benarkah? Tapi kenapa lewat jendela? Kenapa tidak lewat pintu depan?" tanyanya lagi.
"P-pintu depan terkunci! Ku-kuncinya hilang, jadi aku terpaksa lewat jendela"
"Begitu? Kau sepertinya takut sekali pada ku?"
"Apa terlihat begitu? Aku pergi dulu ya!" berjalan.
"Eits, mau kemana? Setelah menumpahkan bubuk racun ke minuman istri jungkook, kau mau pergi begitu saja?" tawanya
"Apa? A-aku tidak!"
"Jangan banyak alasan! Ikut aku" menarik sohyun dengan paksa.
"Kim sohyun!!" teriak jungkook
Ia berkeliling di lantai satu tapi tak melihat sohyun sama sekali, di tanyanya pada salah satu maid yang bekerja, mereka juga sama saja tak tahu sohyun berada di mana.
"Kyungsoo? Kau---" ucapan jungkook terpotong setelah melihat sohyun di tarik paksa.
"Kau mencari maid ini kan?" tanya kyungsoo
Jungkook menyeringit lalu manarik tangan sohyun mendekat.
"Maafkan aku tuan" sohyun bersujud di hadapan jungkook.
"Apa? Memaafkan mu? Kau menumpahkan racun! Bukan memecahkan gelas! Aku tak bisa memaafkan mu!" marah jungkook.
Eunha berjalan melihat mereka "hei, ternyata kau cepat juga ya" ujar sehun, kyungsoo menyeringai.
"Kenapa kau melakukan ini pada ku?!" marah eunha.
Sohyun berdiri lalu menantang eunha "karena aku membenci mu! Kau mengambil tuan jungkook dari ku!"
"Jungkook itu suami ku! Apa hubunganya dengan mu!"
"Kau tahu sebelum itu hubungan ku dan tuan baik-baik saja! Tapi semenjak ada kau tuan merubah sikapnya pada ku! Aku menyukai tuan! Aku ingin kau menjauh dari tuan sekarang juga!" teriak sohyun.
"Kau gila?!"
Sohyun menarik rambut eunha, lalu di dorongnya hingga tertangkap oleh sehun.
"Kau tak apa eun?" mengangguk.
"Kenapa kau tak bersama sehun saja? Cocok sekali bukan? Aku bersama tuan" tawa sohyun seperti orang gila.
"Sohyun! Kau sudah gila ya?!" marah jungkook.
"Aku gila?! Aku memang gila tuan! Aku gila karena mu! Aku mencintaimu sampai-sampai aku gila! Tapi kau malah menyukai perempuan seperti dia!" jerit sohyun.
"Kau, berhentilah bekerja disini! Angkat kaki mu dari sini" jungkook menarik tangan sohyun keluar dari mansion.
__ADS_1
"Tuan dengar, aku sangat mencintai mu! Aku janji akan terus membahagiakan mu, jika kau bersama ku.."
"Kau sudah tau kan? Aku menyukai eunha" jelas jungkook.