Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Kabar mengejutkan


__ADS_3

"Mau kemana?" tanya Arjuna saat melihat Davina membereskan semua peralatan medis nya.


"Pulanglah, terus mau ngapain disini?" jawab Davina kembali bertanya.


"Saya kan ingin dengar kamu ucapkan sayang." ucap Arjuna.


"Apaan sih, memangnya perlu ya?" ucap Davina.


"Yaiyalah perlu lah, biar saya itu bisa tidur nyenyak." ucap Arjuna.


"Kamu itu akan tidur nyenyak, kan itu obat ada obat tidurnya. Nggak perlu jawaban dari saya itu apa, saya pulang dulu." ucap Davina langsung mengambil tasnya.


"Besok kesini lagi ya?" pinta Arjuna.


"Nggak perlu kesini, besok juga sembuh. Itu obat saya manjur, buktinya kamu sudah nggak lemas lagi, dan wajah kamu sudah cerah kelihatan sehatnya." ucap Davina.


"Ya kan sudah di bilang obatnya itu kamu."


"Terserah saya mau pulang." ucap Davina lantas keluar dari kamar Arjuna.


Arjuna bangun, dengan tenaga yang masih belum pulih, Arjuna mengantar Davina hingga pintu depan.


"Hati - hati." ucap Arjuna.


"Iya, makasih ya." ucap Davina.


"Sama - sama, ucap Davina sambil melambaikan tangan.


Arjuna lantas memutuskan untuk kembali istirahat, tapi saat akan menutup pintu. Niken datang, sambil membawa sebuah rantang.

__ADS_1


" Niken, kamu mau kemana?" sapa Arjuna.


"Saya kesini, dengar kata mba Ratna, Mas sakit?" ucap Niken.


"Sudah baikan kok, tadi sudah minum obat dari dokter." ucap Arjuna.


"Oh, ini saya buatkan bubur untuk Mas." ucap Niken.


"Makasih Niken, saya setiap hari itu sarapan bubur, kamu bawakan bubur lagi." ucap Arjuna.


"Kalau mau bisa saya ganti."


"Nggak perlu, nanti saya makan kok. Kamu mau masuk?" ucap Arjuna.


"Nggak usah, saya harus pamit. Nanti ada yang lihat saya kesini, bisa - bisa saya kena marah." ucap Niken menjelaskan.


****


Hoek.. hoek.. hoek...


Ibu Tika memuntahkan semua isi perutnya, tubuhnya begitu sangat lemas, karena sejak pagi tubuhnya menolak untuk masuk sesuatu.


"Mami..!! " panggil Davina saat baru sampai.


"Iya sayang, kamu sudah pulang." ucap Ibu Tika.


"Mami." panggil Davina sambil menatap ke arah Ibu Tika, yang terlihat sangat pucat.


"Mami sakit?" tanya Davina.

__ADS_1


"Nggak enak badan nak." jawab Ibu Tika.


"Davina periksa Mami ya." ucap Davina dengan mengambil stetoskop dari tas nya.


"Davina, Mami nggak sakit." ucap Ibu Tika.


"Lantas Mami kenapa?" tanya Davina.


"Mami hamil!! " jawab Ibu Tika, yang membuat Davina syok.


"Mami jangan bercanda." ucap Davina.


"Mami tidak sedang bercanda, memang Mami hamil, tadi pagi Mami cek ternyata positif.' ucap Ibu Tika bahagia.


" Mami nggak pakai pengaman ya? sampai Mami hamil lagi apa Mami nggak lihat umur terus saya ini sudah besar Mam, masa jarak adik sama saya malah sangat jauh." ucap Davina.


"Maafkan Mami nak, Mami juga tidak menyangka bakalan jadi seperti ini" ucap Ibu Tika.


"Tapi Kan Mam, nanti anak saya akan tumbuh besar dengan anak Emak nanti.Lagian ya, Mami kok masih mau tidur dengan pria tua . "


"Kalau Mami itu masih sangat mencintai Daddy kamu, insya Allah dengan doa - doa Mami, dengan hamilnya Mami, Daddy kamu akan semakin sayang sama Mami." ucap Ibu Tika.


"Terserah Mami, kalau masih tetap dia seperti itu. Mami dari awal kan sudah bisa membacanya, dan saya tidak suka kalau Mami mencintai dia, karena hamil Mami itu jadi seolah banyak harapan sama dia. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2