Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Rasa Mual


__ADS_3

Hoek.. hoek..


Davina memuntahkan semua isi perutnya, sehingga membuat dirinya lemah. Arjuna segera menolong Davina, yang terduduk lemas di dalam kamar mandi.


"kamu kenapa Yank?" tanya Arjuna panik.


"Nggak tahu Mas, rasanya mual dan pusing, nggak enak banget, ini rasanya seperti di aduk - aduk." ucap Davina.


"Pusing banget ya?" tanya Arjuna.


"Bukan pusing banget, malah perut terasa di aduk - aduk." ucap Davina.


"Tadinya makan apa?" tanya Arjuna .


"Makan apa sih, nggak makan apa - apa."ucap Davina.


" Hoek.. hoek.."


Davina langsung berlari kembali masuk kedalam kamar mandi. Dengan langkah cepat , Davina langsung memuntahkan isi perutnya kedalam wastafel.


Arjuna membantu memijat tengkuk leher Davina, hingga yang keluar hanya angin. Davina membasuh wajahnya, terlihat tampak lemas.


"Hari ini jangan masuk lagi, ijin saja." ucap Arjuna.


"Iya Mas." ucap Davina berjalan masuk kedalam kamarnya.


"Papa." panggil Danil yang meminta gendong.


"Danil ikut Mas ya, kakak sedang sakit." ucap Arjuna sambil menggendong Danil.


****


"Eh.. Danil, ikut sama Abang yuk!" ajak Farhan, tapi Danil tidak mau, dan tetap melingkarkan kedua tangannya di leher.

__ADS_1


"Istri saya muntah - muntah, kalau nggak muntah, Danil Jadwalnya sama dia." ucap Arjuna.


"Nanti kalau sekolah, siapa yang jaga!"


"Nanti sih sama Ibu saya."


"Eh istri kamu muntah - muntah, jangan - jangan hamil."


"Nggak tahu, tuh soalnya saya belum tanya lagi." ucap Arjuna.


"Coba nanti kalau pulang, kamu tanyakan. Siapa tahu, rejeki." ucap Farhan.


"Amin..! semoga yang di tunggu hadir juga." ucap Arjuna.


***


Danil bermain sendiri, agar Arjuna fokus pada kerjaannya, memberikan air dalam satu ember dan bebek karet. Dengan asik, Danil main air hingga baju nya basah.


Sesekali Arjuna melihat adik iparnya, yang masih santai bermain sendiri di halaman depan ruangannya.


"Sudah biasa, di kasih air dia anteng disitu." jawab Arjuna.


"Bawa ganti nggak?"


"Nggak, lupa saya."


Saat sedang bersama Fuji, menyelesaikan beberapa laporan yang harus segera di kirim ke markas besar, Danil berjalan masuk dengan pakaian yang sudah basah kuyup.


"Papa."


"Ya nanti." ucap Arjuna dengan fokus di layar laptop.


"Jun, itu basah semua." tegur Fuji.

__ADS_1


"Kamu lanjutkan, daya buka pakaian dia."ucap Arjuna.


" Aduh, lupa nggak bawa baju. Bawa pampers saja, pulang dulu ya sama kakak di rumah." ucap Arjuna.


"Fuji, saya ijin keluar sebentar. Mau antar Danil pulang." ucap Arjuna.


"Ok."


***


"Ya Mas, kamu di kasih air ya. Ini kayak orang mandi, sudah tahu kepala pusing begini." protes Davina.


"Ngomong - ngomong, masih mual?" bisik Arjuna.


"Iya kenapa?" tanya Davina.


"Barangkali hamil, kamu sudah telat berapa bulan?" tanya kembali Arjuna.


"Haaaaa... saya lupa Mas." ucap Davina langsung lari masuk kedalam kamarnya.


"Kamu hamil Yank? kalau iya benar Hamil, Mas sudah jadi calon hot Daddy dong." ucap Arjuna.


Davina mencoba cek urine, dengan alat testpack yang di belinya. Davina yang dengan hati dag dig dug, dengan mata mengintip sebelah untuk melihat hasilnya.


"Yank.. kamu sedang apa sih? kamu di kamar mandi sedang mandi atau buang air ?" ucap Arjuna.


Davina membuka matanya dengan sempurna, dan matanya terbelalak, saat melihat hasilnya. Namun dari luar, Arjuna terus mengetuk pintu.


"Yank.. kamu tidur ya! buka dong.. ini Danil, mau di mandikan atau langsung pakai pakaian?" ucap Arjuna.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2