Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Tanjakan Maut


__ADS_3

"Loh kok tidak naik mobil sama - sama!" ucap Ibu Tika.


"Nggak ah Mam, kita pakai mobil sendiri saja." ucap Davina.


"Kenapa?" tanya Ibu Tika lagi.


"Biar nggak mengganggu." ucap Arjuna.


"Ah nggak, kalian satu mobil sama kita."


"Nggak Mam, kalau satu mobil kita nggak bebas. " ucap Davina.


"Nggak begitu juga Nak, ih ah kamu mah. Yaudah, nanti di Vila Bestari arah curug Watu." ucap Ibu Tika.


"Ok Mam." ucap Arjuna.


"Loh kok, bawa mobil!" ucap Pak Haris.


"Anak - anak, ingin bawa mobil sendiri." ucap Ibu Tika.


"Ya nggak asik dong." ucap Pak Haris.


"Yang nggak asik itu, malah satu mobil sama Mami dan Daddy." celetuk Davina.


"Oh gitu ya, ok kalau begitu." ucap Pak Haris, lantas membuka pintu mobilnya.


Davina dan Arjuna masuk kedalam mobil mereka, dan Pak Haris dan Ibu Tika masuk kedalam mobil mereka.


"Mas, saya itu bahagia banget, tahu orang tua akrab begini. Daddy sudah kembali sama Mami, saya bahagia sama Mas." ucap Davina.


"Alhamdulillah Yank, doa kamu terkabul."


"Iya Mas, alhamdulillah." ucap Davina memeluk lengan Arjuna yang sedang menyetir mobil.


"Mas, saya tuh senang banget. Baru kali ini, saya sama Davina jalan - jalan sama Mas." ucap Ibu Tika.


"Iya sayang, Mas juga senang. Akhirnya ini adalah kebahagiaan Mas, yang selama ini dicari." ucap Pak Haris.


"Biasanya jalur padat merayap, ini sedang tidak padat merayap." ucap Ibu Tika.


"Iya, padahal ini satu jalur. Mungkin karena kita terlalu pagi, coba kalau siang. Sepertinya kita tidak bisa cepat sampai Vila." ucap Pak Haris.


"Aduh, pas tanjakan Mas ini naik, tepinya jurang lagi." ucap Ibu Tika.


"Bismillah saja Mam."


"Mas macet nih, Mobil Daddy mana ya?" ucap Davina.


"Itu di belakang truk." ucap Arjuna sambil menunjuk.


"Ini sih, sudah mulai merayap." ucap Davina.


"Weekend biasa." ucap Davina.


"Iya, nih padat merayap." ucap Arjuna.


Pak Haris merasakan sesak dan sakit, saat mobil sudah mulai jalan kembali. Pak Haris membuka semua jendela mobil.


"Kenapa Mas?" tanya Ibu Tika.


"Rasanya sakit banget." jawab Pak Haris, sambil memegang dadanya.


"Sakit kenapa Mas? berhenti dulu." ucap Ibu Tika.


"Nanti pas sudah di atas, ini posisi masih menanjak."


"Aduh gimana nih? berhenti saja Mas."

__ADS_1


"Tidak bisa Mam, nanti akan macet panjang."


"Tapi kan Daddy begini."


Aaaaarrrrrggghhhhh


"Mas..!! "


"Mas, bangun Mas."


Mobil tiba - tiba mundur, dan mobil di belakang pun menghindari tanpa di sengaja, kaki Pak Haris menginjak gas.


"Aaaaaaaaa" teriak Ibu Tika.


Braaaaakkk


Mobol masuk kedalam bawah truk, dan mengakibatkan tabrakan beruntun di belakang nya.


Braaakkk


"Mas..!! "


"Astagfirullah, Daddy sama Mami." udak Arjuna segera turun dari mobil.


Davina pun berlari ke arah mobil orang tuanya, dan melihat mobil hancur bagian depan.


"Mami.. Daddy... hiks.. hiks.. " teriak Davina.


"Tolong Pak, tolong bantu." ucap Arjuna.


Warga berbondong-bondong menolong Pak Haris dan Ibu Tika, Polisi pun datang dan segera mengevakuasi korban.


"Masih hidup." ucap salah satu warga mengangkat Ibu Tika.


"Mami..!! " ucap Davina.


"Daddy...!! " teriak Davina.


"Davina, to - tolong Mami, adik kamu mau keluar." ucap Ibu Tika terbata.


"Kita ke rumah sakit Mami." ucap Davina.


"Arjuna, bantu Davina mengeluarkan adiknya."


"Mami harus di bawa ke rumah sakit." ucap Arjuna.


"Mami tidak kuat, aaaaaaaa..!" ucap Ibu Tika sambil mengejan.


"Tolong bantu, Mami saya mau melahirkan." ucap Davina.


"Kami akan panggil bidan." ucap Polisi.


"Saya dokter." ucap Davina.


*****


"Terus Mam.. terus." ucap Davina.


Saat sedang proses melahirkan, Ambulance pun datang, dan Tim medis membantu Davina. Jenazah Pak Haris langsung di masukan kedalam mobil Ambulance.


"Hiks.. hiks.. terus Mam." ucap Davina terisak.


"Bu, biar kami yang tangani."ucap salah satu Tim medis.


Tangan Davina yang penuh darah, langsung memeluk tubuh suaminya, dan saat itu terdengar suara tangis bayi.


" Dav." panggil Mami.

__ADS_1


"Mami, hiks.. hiks.. " isak Davina.


"Jaga adik kamu, rawat dia."


"Iya Mami, iya. "


"Maafkan Mami nak."ucap Ibu Tika dengan terbata.


"Mami sama Daddy, akhirnya bisa bersatu." ucap Ibu Tika, lantas menutup mata dengan tersenyum.


"Mami..hiks.. hiks.. Mami. ..!! "


****


"Ya Allah Arjuna, Emak kaget. Saat dapat kabar, Pak Haris dan Ibu Tika meninggal dalam kecelakaan." ucap Emak.


"Minta doanya Mak, sekarang Davina sedang di kamar. Kalau bayinya masih di rumah sakit, Alhamdulillah selamat." ucap Arjuna.


"Ya Allah, kasihan sekali."


"Saya ke depan dulu, nggak enak banyak tamu." ucap Arjuna.


Davina terus menangis, di dalam kamar bersama dokter Farah, dokter Lestari dan Sinta.


"Hiks.. hiks.. baru merasakan orang tua lengkap, malah sekarang dipisahkan, hiks.. hiks.. adik saya yang masih bayi, belum tahu Mami sama Daddy nya." isak Davina.


"Kamu harus ikhlas, dan kamu itu harus merawat adik kamu, seperti yang diamanatkan Mami." ucap doker Lestari.


"Hiks.. hiks.. Mami, Daddy.. hiks.. hiks.. "


***


"Mas Haris.. !! " teriak Ibu Vera langsung memeluk peti Jenazah Pak Haris.


"Hiks.. hiks.. Mas Haris, kenapa kamu pergi Mas, hiks.. hiks.. maafkan saya Mas, hiks.. hiks.. " Ibu Vera terisak menangis.


"Ibu, yang ikhlas ya, Pak Haris sudah bahagia disana." ucap Emak.


"Hiks.. hiks... Mas Haris.. hiks.. hiks.. maafkan saya Mas, hiks.. hiks.. saya banyak salah Bu, saya banyak salah sama dia, hiks.. hiks..as Haris.. hiks.. hiks.. "


"Ibu yang kuat, insya Allah Pak Haris sudah memaafkan ibu sebelum Ibu, sebelum Bapak di panggil yang maha kuasa."


"Dia bilang, saya cinta sejatinya, dia bilang hanya maut yang memisahkan. Maut memang yang memisahkan kita, tapi ternyata cinta sejati Mas Haris Mba Tika. Hiks.. hiks.. maafkan saya mba, maafkan saya, sudah merusak rumah tangga mba, hiks.. hiks.. "


Davina keluar dari kamar, melihat Ibu Vera sedang menangis. Davina dengan kedua mata yang sembab, membuat menangis kembali.


Arjuna lantas memeluk tubuh Davina, untuk menenangkan hati istrinya yang sedang berduka.


"Selamat jalan Mami, Daddy. Sampai jumpa disana, semoga surga, untuk Mami dan Daddy, hiks.. hiks.. " ucap Davina terisak.


"Pak, apa. sekarang bisa langsung di shalat kan?" tanya Pak RT.


"Iya, sudah berkumpul semua. Kita shalat jenazah sekarang." ucap Arjuna.


***


"Davina, maafkan Tante."ucap Ibu Vera.


" Sudahlah Tante, tidak ada yang perlu di bahas lagi, cerita Tante dengan keluarga saya, sudah usai. Daddy sudah meninggal dunia, dan Mami pun juga. Jadi Tante, tidak usah ganggu saya." ucap Davina.


"Tante menyesal."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2