Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Akhirnya Tunangan


__ADS_3

Arjuna memainkan jemari Davina, memainkan cincin yang tersemat di jari manisnya. Davina sangat bahagia, hari dimana dirinya resmi menjadi tunangan pria, yang awal membuatnya ilfeel.


"Mas bahagia kan?" tanya Davina.


"Oh jelas, Maa bahagia. Kita selangkah lagi, bakalan menjadi pasangan suami istri." jawab Arjuna.


"Mas, nanti kalau kita sudah nikah, Mas rencana ingin punya anak berapa?" tanya kembali Davina.


" Lima yank. " jawab Arjuna.


Plaaakkk


"Awwww sakit Yank." ucap Arjuna, saat lengannya di pukul keras.


"Lima enak saja, Mas saja sana yang melahirkan." ucap Davina dengan wajah cemberut.


"Lah, lantas berapa?"


"Aturan pemerintah, cukup dua anak saja."


"Tapi kalau nanti di kasih lebih gimana?"


"Ya nggak gimana - gimana Mas, masa kita menolak rejeki."


"Ya berarti mau dong di kasih lima."


"Kan ada KB Mas."


"KB ya!"


"Iya KB."


Arjuna tersenyum lanjut kecup bibir, Davina langsung mencubit paha Arjuna, hingga merasakan sakit.

__ADS_1


"Apa sih? dari tadi KDRT terus."


"Di lihat sama yang di dalam tuh, main cium lagi. "


"Ya nggak apa - apa, sudah sah.".


" Ih.. Sah dari mananya, kita nikah saja belum."


"Kan cium boleh Yank, kecuali minta itu tuh." ucap Arjuna, dengan matanya menuju ke bagian dada.


"Ih.. baru tahu, punya calon suami mesum."


"Hahahaha... baru tahu ya?" ucap Arjuna terkekeh.


"Ih.. nyesel saya, nerima kamu jadi calon suami." ucap Davina.


"Apa kamu! "


****


"Coba lihat takut Salah liat." ucap dokter Toni, menggunakan Lup untuk melihat jari manis Tiara.


"Calon Nyonya Arjuna." ucap Tiara.


"Ya deh, sekarang mah berbunga - bunga, terlove - love pas waktu itu, saya nggak suka cowok, sekarang giliran kenal cowok, sudah di lamar, beda cerita. " ucap dokter Farah.


"Gimana, saat kenal cowok? rasanya enak kan?" goda dokter Toni.


"Kalian itu kenapa sih? seolah saya itu suka jeruk ya tadinya." ucap Davina, dokter Toni dan dokter Farah langsung tertawa.


"Ya nggak, kamu kan itu anti cowok, gara - gara nggak suka sama Daddy kamu, eh sekarang kan sudah bisa buktikan kalau cowok itu tidak semuanya sama." ucap doker Farah.


"Yayaya, sekarang saya itu sedang bahagia, sebentar lagi akan menjadi nyonya Arjuna.'

__ADS_1


****


" Wuis selamat ya, akhirnya tuh dokter dapatkan juga." ucap Fuji.


"Ya dong, usaha tidak mengkhianati hasil." ucap Arjuna.


"Jadi kapan resminya?" tanya Farhan.


"Tunggu saja lah, nanti juga ada undangannya." jawab Arjuna.


"Fuji, kok saya tuh kenapa jadi kepikiran dokter Davina ya." ucap Farhan.


"Kenapa memangnya?"tanya Fuji.


" Arjuna kan sering Gembala kambing, kadang cari rumput. Saya sudah bayangin, orang secantik dia, seputih dia gembala kambing, anak orang , di nikahin hanya untuk jadi pengembala kambing." jawab Farhan.


Hahahaha..


Keduanya tertawa terbahak-bahak, akhirnya mereka berdua diam, saat mulut mereka di masukan gorengan bakwan.


"Terus tertawa, gembala kambing juga halal, dari pada kamu, atur bebek saja nggak bisa, bebeknya kemana, yang punya nya juga kemana mengarahkan jalannya." balas Arjuna.


"Hahahaha... !" Fuji tertawa terbahak - bahak.


"Diam kamu, dari pada kamu. Ngatur istri saja nggak bisa, malah kamu yang di atur istri." balas Farhan.


"Jadi lebih baik mana?" tanya Arjuna.


"Lebih baik tidak punya beban." jawab Fuji.


"Hahahaha.. sama kali itu sih." ucap Arjuna, sambil tersenyum.


.

__ADS_1


.


__ADS_2