Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Penasaran


__ADS_3

Arjuna pulang lebih awal, kini dirinya berada di dalam kamar Davina. Matanya menelusuri seisi kamar, bahkan rasa penasaran itu semakin besar.


"Apa sih yang disimpan? padahal itu masa lalu, terus apa hubungan dengan saya yang masa kini. Padahal itu masa lalu, seharusnya saya tidak usah harus tahu." ucap Arjuna.


Namun matanya, menuju pada sebuah lemari pakaian, Arjuna lantas mendekat ke arah lemari tersebut. Arjuna membuka lemari itu, banyak pakaian milik Davina yang menggantung.


"Dimana ya, dia simpan laptop itu?" ucap Arjuna.


Arjuna terus mencari, dan ada sebuah koper warna pink, Arjuna ambil dan membuka isi koper tersebut.


Saat di buka, ada sebuah jaket tebal, sarung tangan dan syal. Arjuna terus mengambil seluruh isinya, hingga Arjuna menemukan sebuah laptop.


"Apa ini yang di maksud laptopnya?"


Arjuna lantas membuka laptop, dan menyalakan laptop tersebut, namun laptop tersebut di password.


"Apa ya Password nya?" ucap Arjuna.


Arjuna mencoba memasukan dengan kata sandi nama istrinya tanggal lahir, namun tetap salah. Dan mencoba di balik, namun tetap salah.


"Kok tidak bisa sih? apa ya!"


Arjuna mencoba lagi tetap gagal, hingga yang terakhir mengacak tanggal lahir istrinya, dan berhasil masuk.


"Yes akhirnya masuk juga." ucap Arjuna.


Arjuna lantas membuka satu persatu file, namun tidak ada yang mencurigakan, lantas Arjuna terpikir oleh hidden file, lantas mencoba membukanya, dan ada file tersembunyi.


Arjuna melihat berbagai judul video, lantas Arjuna membuka satu persatu file tersebut. Arjuna terbelalak kaget, saat melihat Davina berjoget dengan pakaian seksi, bahkan terlihat Jimi mantan kekasihnya.


Banyak photo - photo milik Davina dengan mengenakan pakaian seksi. Bahkan beberapa photo bersama sang mantan pun ada, yang membuat hati Arjuna marah.


"Mas! "


Arjuna menoleh kaget, saat tiba - tiba Davina sudah berada di dalam kamar.Arjuna langsung berdiri, dan Davina merebut laptop tersebut.


"Kata siapa? Mas buka laptop saya! ini tahu kan? kalau ini adalah hal pribadi saya, bahkan Mami pun di larang untuk, membuka laptop ini. Dan Mas, tidak sopan membuka laptop milik saya." bentak Davina.


"Maafkan Mas, hanya ingin lihat saja."


"Katakan! Mas tahu dari mana? tentang video ini."


"Mas tidak maksud gimana - gimana."


Davina lantas mematikan laptop tersebut, dan membawanya keluar, Arjuna langsung mengejar istrinya.


"Yank, tunggu yank." panggil Arjuna.


"Apa Mas! mau minta penjelasan ini?" bentak Davina.


"Bukan begitu maksud Mas, tapi kalau memang itu masa lalu, kenapa kamu tidak membuang video itu?" ucap Arjuna yang tetap tenang.


"Mas tidak perlu tahu." ucap Davina.


"Katanya, dulu kamu hampir di per****sa?" ucap Arjuna.

__ADS_1


"Kata siapa?" tanya Davina.


"Apa itu benar? dan video itu maksudnya apa?"tanya kembali Arjuna.


" Kata siapa?" tanya Davina.


"Jawab kata siapa?" bentak Davina.


"Ada saja yang bilang, apa itu benar?" ucap Arjuna.


"Katakan! siapa yang bilang." ucap Davina marah.


Arjuna langsung memeluk tubuh istrinya, yang masih dalam keadaan marah, dengan tetap menahan emosi, Arjuna berusaha tetap tenang.


"Mas tidak mempermasalahkan masa lalu yang gila, atau gimana. Karena itu masa lalu, mas hanya ingin kita fokus pada masa sekarang dan masa depan." ucap Arjuna.


"Saya hanya tidak suka, bagi orang yang ingin tahu, tentang masa lalu saya. Dan saya tidak ingin mengingat masa lalu itu." ucap Davina.


"Katakan, ada apa dalam video itu? kenapa masih menyimpan mantan? Mas hanya ingin tahu, jawaban dari kamu."


"Dalam banyak video itu, ada teman yang sudah meninggal dunia. Dan kenapa saya pakai, pakaian seksi itu karena pakaian itu, dan siapa yang memotret, adalah Almarhum. Kenapa masih ada Jimi, karena ada dia. Hanya untuk kenang - kenangan, walau saya tidak ingin mengingatnya karena terlalu sakit, cara dia meninggal dunia."


"Oh begitu kalau kamu hampir di per*****sa, kenapa kamu masih baik, pada Jimi?"


"Karena, dia lakukan tanpa sadar, ada yang sengaja memasukkan obat kedalam minumannya." ucap Davina memberikan penjelasan.


"Maafkan Mas, maaf ya?" ucap Arjuna.


"Ya Mas, tapi saya hanya ingin tahu. Mas dari siapa, bisa tahu ini semua?" ucap Davina bertanya.


"Ya ampun, si nenek lampir itu? "


"Nggak menyangka banget dia."


"Mas nggak terlalu menanggapi, dia juga datang sambil mabuk, tapi ini yang buat penasaran."


"Tapi dia tahu dari siapa ya Mas?"


"Katanya sosial media kamu, yang telah lama tidak aktif."


Hahahahha


"Saya tahu maksud dia seperti ini, tapi kan lucu saja, tapi dia tahu dari mana ya?" ucap Davina


"Nah itu, patut kamu curigai."ucap Arjuna.


" Kamu harus hati - hati, bahkan Mami kamu juga." ucap Arjuna kembali.


"Biarlah, nanti juga dapat karma." ucap Davina.


****


"Alhamdulillah sehat Bu, janinnya juga aktif, masuk usia 4 bulan." ucap dokter Kiki.


"Alhamdulillah." ucap Ibu Tika, yang ditemani oleh Davina.

__ADS_1


"Se usia Mami, apa bisa melahirkan normal?" tanya Davina.


"Kita lihat sikon nanti, soalnya usianya kan rawan." ucap dokter Kiki.


"Kamu belum ada tanda - tanda?" tanya dokter Kiki.


"Iya, anak Mami kok belum hamil juga?" ucap Ibu Tika.


"Santai saja, slow. " ucap Davina.


"Jangan santai gitu, usaha dong."


"Mami, usaha setiap hari. Kan belum di kasih." ucap Davina.


"Kalau saya boleh kasih saran, nanti bisa cek kesuburan kamu dan suami kamu."


"Santai saja, nikah saja baru 2 bulan." ucap Davina.


****


"Mas." ucap Davina sambil jemarinya bermain di atas dada milik Arjuna.


"Kenapa?" tanya Arjuna.


"Kita kok belum di kasih anak ya! " jawab Davina.


"Sabar yank, kita kan nikah baru kemarin. Kalau sudah saatnya nanti juga di kasih." ucap Arjuna.


"Kalau kita tidak di kasih anak gimana?"


"Kita belum tahu, pasti ada keajaiban. Kita banyak doa dan usaha."


"Kalau misalnya kita tidak di kasih bagaimana?"


"Yasudah, mau gimana lagi. Tapi usaha dan doa tetap saja, jangan patah semangat, dan jangan berpikir yang terlalu jauh."


"Ya takut saja Mas, takut kamu juga meninggalkan saya."


"Ya nggak lah Yank, apapun itu Mas tetap ada disamping kamu. Niat Mas dari awal, berumah tangga sama kamu, membentuk suatu keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah." ucap Arjuna dengan mengecup bibir Davina.


"I love you Mas."


"I Love you too sayang." ucap Arjuna dengan mengecup kening istrinya.


****


"Ini harga gono gini buat kamu, dan sudah ada didaftar itu." ucap Pak Haris.


"Kenapa kamu kasih saya, hanya uang 1 M?"


"Kamu harus mengerti, uang segitu sudah terlalu besar. Rumah, mobil, semuanya itu buat kamu, lantas jangan ganggu saya."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2