
Davina dan Arjuna sampai di hotel, untuk menginap semalam dan besok kembali pulang ke tanah air. Saat di hotel, Davina bertemu kembali dengan Jimi.
"Loh kok ketemu lagi!" ucap Arjuna.
"Iya ya, kita bertemu disini." ucap Jimi.
"Kamu, menginap disini juga?" tanya Davina.
"Iya dong, besok saya pulang juga. Kalian kapan pulang? jangan - jangan sama seperti saya besok?"ucap Jimi.
" Nggak kok, kita tidak pulang besok." ucap Arjuna.
"Oh saya kira, pulang besok." ucap Jimi.
"Yaudah Jimi, kami duluan ya." ucap Davina.
Arjuna dan Davina pergi meninggalkan Jimi, dengan cepat mereka masuk kedalam lift, untuk ke arah kamar yang akan ditempati satu malam.
"Yank, mantan kamu itu seperti sengaja deh. Di kapal pesiar ketemu, disini ketemu lagi. Jangan - jangan dia ingin ganggu rumah tangga kita deh." ucap Arjuna.
"Nggak boleh berburuk sangka sama orang, mungkin saja ini kebetulan." ucap Davina.
"Ya mungkin, jangan - jangan nanti di pesawat kita satu pesawat lagi." ucap Arjuna.
"Dia kayaknya tinggal di negara lain deh, dengar sih dia jadi dokter di Afrika."
"Syukurlah dia jauh, kalau masih satu negara. Rasanya dia saingan berat, sangat berat."
"Takut ya?"
"Ah kagak takut."
Pintu lift terbuka, keduanya mengikuti room boy ke arah kamar mereka, dengan tipe suite room.
"Thank's you. " ucap Arjuna sambil memberikan tips pada room boy.
"You're welcome." ucapnya lantas pergi.
"Mas, oleh - oleh kita hampir satu koper, kamu pintar deh terakhir disana jalan sendiri pulang - pulang beli koper."
"Ya kalau tidak beli koper, ini bawa susah Yank." ucap Arjuna.
Davina lantas memeluk tubuh suaminya, di cium kedua pipi dan memasukkan tangannya di balik kaos yang dipakai Arjuna.
"Mau ya?" tanya Arjuna sambil mengecup bibir.
"Mau dong, besok kita sudah pulang. Kenapa tidak menikmati malam terakhir, kita hari ini di kamar saja, sampai besok pulang. Lagian, kita sudah puas jalan - jalan, dan baru datang jiga, kita sudah keliling." ucap Davina sambil memegang bagian ini Arjuna.
"Sayang, kamu jangan pancing."
"Mas begitu menggoda." ucap Davina langsung menyambar bibir Arjuna.
Keduanya saling berciuman, Davina langsung mengangkat kaos yang di pakai Arjuna hingga lepas, Arjuna lantas berganti membuka pakaian Davina.
****
"Sudah Yank, capek!" ucap Arjuna, karena Davina lebih agresif.
"Ah segitu saja kalah." ucap Davina dengan menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Habis, kamu yang terus memimpin. Mas kan jadi konek terus, nggak berhenti - berhenti.Sekarang tinggal lemesnya saja, Mas mau tidur."
"Uh enak saja tidur."
Davina lantas turun dari atas tempat tidur, dengan masih bergulung selimut, Davina duduk di depan meja makan untuk memakan roti daging, yang di beli di luar hotel.
Ponsel Davina berdering, Ibu Tika telepon dan Davina mengangkat telepon dari Maminya.
"Assalamu'alaikum Mami." ucap Davina memberikan salam.
"Walaikumsalam Davina, gimana kabarnya sayang?" tanya Ibu Tika dari seberang.
"Alhamdulillah baik Mami, kita sehat dan happy banget." jawab Davina dari seberang.
"Syukur Mami senang dengarnya, kapan kamu pulang?"
"Besok Mami, tapi kita pulang ke rumah Mas Arjuna dulu. Sekitar 3 hari disana, nanti pulang ke rumah."
"Yasudah hati - hati, Mami tunggu loh, Mami sudah kangen."
"Sama Mami, I love you."
"I love you too."
****
"Mak, masak banyak?" tanya Sinta.
"Iya, ini Emak lagi persiapan buat Mas sama mba kamu, katanya pulang kesini." jawab Emak.
"Terus, mereka sudah naik pesawat belum?" tanya Sinta.
"Mak, shubuh masih di bandara! Mas itu bukan dari Jakarta ke bandung Mak, Mas itu dari Eropa. Emak tahu kan Eropa? naiknya pesawat bukan naik angkot." ucap Sinta gemas.
"Terus masalahnya apa Sinta? kan Mak masak buat Mas kamu."
"Mak, Mas itu nggak bakalan sampe rumah sore, belum nanti pesawat transit, belum perjalanan dari sana kesini itu tidak sejam dua jam Mak, Mas itu bisa jadi baru sampai nanti besok. "
"Kamu sok tahu, seperti pernah keluar negeri saja."
"Mak, 14 jam Mak." ucap Sinta.
"Sore juga sampai." ucap Mak.
"Kalau tidak tertunda."
"Mak, kunci mobil mana? mau saya cuci sebelum ke bandara." ucap Paijo.
"Ini kuncinya, kamu cuci nanti ashar kamu tunggu di bandara." ucap Emak sambil menyerahkan kunci mobil.
"Memang, jam segitu sudah pasti mereka ada di bandara?" tanya Paijo.
"Dari pada mereka menunggu lebih baik, kamu tunggu disana, datang lebih awal."
"Sinta, Mas kamu sudah naik pesawat belum?" tanya Paijo.
"Kata Mak, shubuh baru di bandara." jawab Sinta.
"Sekarang baru jam 7,mereka sudah naik pesawat belum?" ucap Paijo.
__ADS_1
"Nah makannya itu, Mak sok tahu." ucap Sinta langsung pergi.
"Sudah kamu sana pergi, nih ongkos buat cuci mobil."
****
"Kamu nanti, gaun ini pajang di depan ya. Ini harga diskon, keluaran terbaru dari butik kita." ucap Ibu Tika.
"Ya bu, oh iya bu. Satu pelanggan minta cancel dulu, karena dia ingin merubah model bajunya."ucap Lestari.
" Atas nama siapa?" tanya Ibu Tika.
"Atas nama Stephani." jawab Lestari.
"Ok, nanti suruh dia kirim gambarnya."
Pak Haris datang ke butik, setelah pulang dari rumah sakit. Ibu Tika menyambut suaminya dengan sebuah ciuman, mendarat di bibir.
"Gimana butik hari ini? banyak pelanggannya!" tanya Pak Haris.
"Alhamdulillah banyak Mas, berkat doa Mas." jawab Ibu Tika.
"Alhamdulillah, Mas ingin ajak kamu makan di luar, bisa kan?" ucap Pak Haris.
"Bisa, nanti saya bilang ke Lestari."
"Tutuplah lebih awal, saya ingin bersama kamu."
"Iya Mas, saya akan bilang ke Lestari."
Ibu Tika berjalan, mendekati Lestari yang sedang menata deretan gaun pesta.
"Lestari, kita tutup lebih awal. Karena saya mau pergi sama bapak." ucap Ibu Tika.
"Nggak apa - apa bu, ini masih jam 5 sore. Kita kan tutup jam 7 malam, biar ini urusan saya." ucap Lestari.
"Tutuplah lebih awal, kamu tidak ingin jalan menikmati weekend, besok sabtu kamu kan libur, dan ini ada bonus buat kamu, pakailah buat bersenang - senang." ucap Pak Haris dengan memberikan sejumlah uang pada Lestari.
"Makasih Pak." ucap Lestari senang.
****
"Paijo! " panggil Emak.
"Iya Mak, ada apa?" tanya Paijo.
"Ini jam berapa? kamu ke Bandara." jawab Emak.
"Mak, Bandara dekat Mak. Santai saja, kalau mereka sampai nanti juga telepon." ucap Paijo.
"Jangan sampai anak dan menantu saya, menunggu lama disana. Mereka itu bawa banyak barang, kalau sampai ada orang jahat gimana? kamu sana cepat pergi, lebih baik kamu menunggu lama dari pada anak dan menantu saya menunggu lama."
"Iya, ini berangkat." ucap Paijo menurut.
.
.
.
__ADS_1