Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Memiliki Seutuhnya


__ADS_3

"Diam! jangan berisik." ucap Arjuna, saat Arjuna sedang bermain di atas tubuh Davina.


Tubuh Davina menggeliat, saat jari - jari tangan Arjuna, bermain di sekitar dada, dengan seperti bayi, terus menikmati mainan dua benda kenyal seperti squishy.


Tangannya pun tidak tinggal diam, saat jari nya bermain di area sensitif milik Davina. Tangan Davina membekap mulutnya sendiri, saat Arjuna tengah memainkannya.


Bibir mereka saling menyatu, lidah pun saling bermain, hingga bertukar saliva. Suara indah keduanya, memenuhi isi kamar. Dengan beraneka, lukisan bercat merah, menghiasi tubuh Davina yang di buat Arjuna.


Arjuna terus menyapu tubuh Davina dengan lidahnya, hingga berakhir di bagian inti milik Davina. Tampak begitu indah, dengan membuka pintu kanan dan kirinya, lidah pun menjulur masuk, menari di dalamnya.


Aaaahhhhhh


Mmmmpppphhh


"Mas..!! " Tangan Davina mencengkram rambut Arjuna, saat merasakan ada yang akan meledak dan langsung keluar begitu saja.


"Yah Mas, keluar!" ucap Davina.


Arjuna keluar, dan menghisap hingga habis, Davina menggigit bibir bagian bawahnya, saat Arjuna terus memainkan kembali.


"Mas ampun Mas." ucap Davina dengan nafas yang naik turun.


Arjuna melepas semua pakaian yang menutupi tubuhnya, dan Davina yang masih tertutup bagian atasnya, lantas oleh Arjuna di lepas, hingga kini mereka tanpa penutup apapun.


Davina menatap Arjuna dengan tersenyum, sedangkan Arjuna dengan wajah seriusnya, langsung mengarahkan miliknya.


"Tahan ya." ucap Arjuna.


"Pelan - pelan." ucap Davina.


Arjuna memasukan tongkat ajaib miliknya, ke lubang surga kenikmatan, dengan usaha yang maksimal, tidak semudah masuk begitu saja.


Davina memejamkan keduanya matanya, saat merasakan ada bagian yang robek, hingga menggigit pundak Arjuna.


"Mas.. sakit...!! " ucap Davina terisak.


Arjuna diam, tidak meneruskannya. Davina kedua matanya berkaca - kaca, Arjuna mengecup kedua mata Davina yang mengeluarkan air mata.


"Masih kuat?" tanya Arjuna.


"Iya, pelan ya." jawab Davina.

__ADS_1


Arjuna mencoba terus menerobos masuk, hingga usahanya berhasil, dan Davina yang tadinya merasakan sakit, kini sudah merasakan nikmat.


Ah.. ah.. ah.. ah..


Keduanya saling berciuman, hingga keringat keduanya membasahi tubuh mereka berdua, walau AC yang menyala mengalahkan dinginnya.


"Mas keluar lagi."


"Sama - sama yank."


Aaaaarrrrrggghhhhh


Arjuna menyemprotkan air cinta, hingga dalam dan banyak, cairan itu sampai membasahi sprei yang mereka tiduri.


"Enak?" ucap Arjuna dengan nafas yang naik turun.


"Sakit!" ucap Davina.


"Tapi enak kan?"


"Enak." ucap Davina memeluk tubuh Arjuna.


***


Tubuh Davina merasakan remuk, dan sakit di bagian bawah miliknya. Arjuna yang terus meminta, tanpa ampun hingga bermandikan keringat.


Davina tersenyum, saat melihat suaminya yang sedang tertidur pulas karena lelah bercocok tanam.


Dengan geli dan sedikit tertawa, Davina membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya.


"Hi.. otong! gimana rasanya, sudah bertemu sama gua terlarang? enak ya..!" ucap Davina terkekeh dan tiba - tiba milik Arjuna berdiri, sehingga Davina tidak kuat menahan tawa.


Hahahaha...


Hahahaha..


Arjuna bangun, dengan kedua mata yang masih berat, Arjuna melihat tubuhnya tanpa penutup.


"Ada apa sih?" tanya Arjuna.


Hahahahah..

__ADS_1


"Otong! hahaha.. " jawab Davina sambil tertawa.


"Otong kenapa?" tanya Arjuna bingung.


"Itu lihat berdiri, hahahaha.. "


"Kamu apakan dia? bisa berdiri otomatis." ucap Arjuna sambil memegang si otong.


"Tadi saya itu hanya mengajak ngobrol, eh tiba - tiba berdiri." ucap Davina tertawa terbahak - bahak.


Arjuna langsung menutup tubuhnya kembali, dan menutup wajahnya dengan bantal. Sedangkan Davina terus tertawa terbahak - bahak.


****


"Yank, kita nggak cari lagi oleh - oleh? dua hari lagi kapal menepi loh. Ini tinggal satu negara lagi, sebelum kita sampai hotel, dan pulang ke tanah air." tanya Arjuna.


"Jalannya sakit Mas." ucap Davina.


"Sakit kenapa?" tanya Arjuna panik.


"Perih." jawab Davina.


"Kok bisa?"


"Ya bisa lah, Mas enak saja main sogok, ini saya yang rasakan sakit."


"Tapi pas main, bilangnya enak, yasudah terus lanjut." celetuk Arjuna.


"Kalau mau shopping Mas saja, nggak kuat jalannya."


"Nggak asik Mas sendiri, enak juga sama kamu."


"Nggak apa - apa, Mas saja ya, nanti gampang lain waktu kesini lagi."


"Amin, kalau ada rejeki ya."


"Sudah Mas,sana jalan sendiri saja dulu. Kalau sama saya, nanti jalannya bakalan jadi perhatian orang."ucap Davina.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2