Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Kembali Bersatu


__ADS_3

"Jadi Daddy cerai sama Vera! Alhamdulillah ya Allah." ucap Davina.


"Yank, kamu itu." tegur Arjuna saat mereka sarapan pagi.


"Kamu kenapa ceraikan Vera Mas? bukannya kamu cinta mati sama dia, dan dia itu cinta pertama kamu. Dan Mas pernah bilang, akan hanya maut yang akan memisahkan, tapi sekarang Mas malah menceraikan Vera." ucap Ibu Tika.


"Dia sudah keterlaluan sama kamu, dia sudah di lewat batas." ucap Pak Haris.


"Tapi Mas, manusia itu kadang ada khilaf nya." ucap Ibu Tika.


"Iya ada khilaf, tapi tidak seperti ini. Seperti bukan manusia, dan saya juga ada batasnya." ucap Pak Haris.


"Saya dukung Daddy, dan Mami nggak usah banyak mikir. Sekarang keluarga kita sudah bersatu lagi, saya bahagia dengan Mas Arjuna, Mami sama Daddy bahagia." ucap Davina, dan Ibu Tika hanya tersenyum sendu.


****


"Nanti Mas jemput jam berapa?" tanya Arjuna.


"Jemput seperti biasa, Mas mau makan siang sama tidak?" jawab Davina dan kembali bertanya.


"Liat nanti ya, kalau ada waktu kosong Mas ke rumah sakit jemput kamu jam makan siang."


"Kalau gitu, saya turun Mas. I love you."


"I love you too." ucap Arjuna dengan mengecup kening Davina.


Davina pun turun dari mobil, lantas melambaikan tangannya, sampai mobil menghilang dari pandangan matanya.


Davina masuk kedalam rumah sakit, dan berjalan ke arah ruang prakteknya. Terlihat daftar nama - nama pasien, hari ini yang sudah masuk sekitar 20 orang.


"Pagi dok." sapa suster Anita.


"Pagi juga, kita langsung visit ya. Sudah ada pasien yang daftar, mereka pagi - pagi sudah ambil antrian. " ucap Davina.


"Mari dok, kota visit dari VIP dulu terakhir kelas tiga." ucap suster Anita.


"Ok, dan dokter magang bisa ikut dengan saya hari ini." ucap Davina keluar dari ruang prakteknya.


Tiga orang dokter magang, mereka mengikuti Davina untuk mengecek, kondisi pasien. Mereka pun mencatat setiap yang di lontarkan Davina dari mulutnya.


"Dokter, ini pasien terakhir dikelas 3, sejak semalam istrinya mengeluh sakit, dokter jaga semalam sudah memberikan obat, tapi tetap tidak ada hasil." ucap suster Anita.


"dokter Rivalno." ucap Joe, salah satu dokter magang.


Davina berjalan dengan membuka tirai, terlihat wanita tersebut terbaring lemah, dan melihat kondisinya menurun.


"Apa yang dirasa?" tanya Davina.


"Perut saya sakit dok, semalam di kasih obat, di periksa saya terkena lambung. Tapi masih tetap sakit, sampai sekarang." jawabnya.


"Tipes ya, sudah tiga hari dirawat."ucap Davina.


"Dok, ini rasanya beda dok." ucapnya.


"Beda, gimana rasanya?" ucap Davina.


"Sakit."


Davina mengecek, dan saat di tekan bagian samping perut merasakan sangat sakit, suami pasien datang saat tahu dokter tengah memeriksa istrinya.


"Istri saya bagaimana dok?" tanyanya.

__ADS_1


"Dia terkena usus buntu, segera operasi ya." jawab Davina.


"Operasi dok!" ucap suami pasien.


"Benar operasi ya, kalau tidak segera operasi ini bahaya."


"Dok, apa tidak ada obat selain operasi? kami tidak memiliki biaya."


"Masuk kesini pakai jaminan kesehatan kan? itu sudah tercover Pak jadi satu."


"Benar kah dok?"


"Benar Pak, mungkin ada obat biasanya yang di luar itu. Tapi bapak jangan khawatir, saya akan bantu bapak. Asal satu, semangat kan istri Bapak, agar tidak patah semangat untuk sembuh."


"Terima kasih dok."


"Sama - sama."


"Tolong buatkan jadwal operasi pasien ini."


"Baik dok." ucap Suster Anita.


****


Arjuna menunggu di kantin rumah sakit, tapi Davina belum juga terlihat. Beberapa kali menghubungi tidak ada jawaban.


"Pak Arjuna." sapa Leo, salah satu perawat rumah sakit.


"Eh hi." sapa Arjuna.


"Pak Arjuna menunggu Ibu dokter ya?"


"Iya, kok belum lihat ya?" tanya Arjuna.


"Oh gitu ya, yaudah kalau begitu saya pulang lagi, kalau nanti bertemu tolong sampaikan saja."


"Siap Pak."


****


"Anita, tolong pesannya makan siang. Saya lapar, belum makan. Kamu mau ke kantin kan?" ucap Davina.


"Tidak dok, tapi nanti saya pesan kan biar diantar ke sini."


"Iya, tolong ya."


"Dok, tadi suaminya menunggu di kantin. Saya bilang sedang operasi, terus dia pulang lagi." ucap Leo.


"Pasti banyak panggilan tak terjawab." ucap Davina mengambil ponsel dari kantong celananya.


"Tuh kan betul banyak panggilan tak terjawab." ucap Davina mencoba menghubungi kembali.


"Mas."


"Iya."


"Saya baru selesai operasi, maaf ya tidak di angkat."


"Iya tidak apa - apa kok, mas mengerti. Kamu sudah makan sayang?"


"Sudah Mas, sudah pesan tadi."

__ADS_1


"Yaudah Mas masih ada kerjaan,


" Ya sayang."


****


"Arjuna, ada tamu." ucap Fuji.


"Siapa?" tanya Arjuna.


"Nggak tahu, tante - tante seksi banget." jawab Fuji.


"Mertua saya! " ucap Arjuna.


"Masa mertua kamu, dandan nya seperti itu. Tapi sepertinya, dia mabuk."


"Siapa sih?" ucap Arjuna beranjak bangun.


*


*


"Tante!" ucap Arjuna saat melihat Ibu Vera datang.


"Hi Arjuna." sapanya.


Dengan mengenakan dress di atas lutut, memperlihatkan belahan dada yang hampir kebawah, dan sedikit menonjol, hingga Arjuna memalingkan wajahnya.


"Kenapa kamu? nggak nyaman ya!" ucap Ibu Vera.


"Maaf Tante, ada apa ya?" tanya Arjuna.


"Saya hanya ingin bertemu menantu saya, ingin lihat dia saat kerja." jawab Ibu Vera sambil menyalakan korek api, untuk membakar sepuntung rokok.


"Kamu pasti sudah tahu kan masalahnya?" ucap Ibu Vera.


"Maaf Tante, saya tidak ikut campur. Karena saya orang baru, dan saya tidak peduli, hanya peduli sama rumah tangga saya saja." ucap Arjuna.


"Hey jun, kamu itu salah memilih Davina. Masih banyak, wanita yang lebih dari Davina. Kamu lihat ini, siapa ini." ucap Ibu Vera sambil memperlihatkan beberapa lembar photo.


"Ini masa lalu Tante, saya tahu dia. Dan kami bertemu saat bulan madu, jadi tidak aneh."


"Kamu tidak tahu, lihat di depan Jimi terlihat seksi, photo nya beredar di akun sosial media dia yang lama, apa kamu tidak tahu? kalau dia pernah hampir di per******sa sama Jimi."


Arjuna tersenyum tipis, lantas menyerahkan kembali photo - photo tersebut, Arjuna bangun dari duduknya.


"Tante boleh pergi, saya masih ada kerjaan."


"Satu video, kamu lihat." tunjuk Ibu Vera.


Arjuna melihat video Davina, yang sedang berjoget di bawah lampu disko, dengan alunan musik dj bahkan sambil menegak minuman beralkohol.


"Dia itu peminum berat, tapi saya tutupi."


"Itu kan masa lalu Tante, dia sekarang tidak seperti itu. Maaf Tante, saya permisi." ucap Arjuna langsung pergi.


"Kamu tahu, video satu lagi."


Arjuna menghentikan langkah kakinya, dan membalikkan tubuhnya. Ibu Vera berjalan, mendekati Arjuna.


"Semua tersimpan di laptop lama milik Davina, kamu cari saja laptopnya. Kamu akan tahu semuanya, dan yang pasti kamu akan menyesal."

__ADS_1


.


.


__ADS_2