
"Biasa beli cincin dimana?" tanya Arjuna.
"Biasa itu di tempat langganan Mami, saya juga suka beli disana, karena di desain oleh si pemilik toko perhiasan nya, bahkan bisa request model, yang tidak ada di jual di luar sana." jawab Davina.
"Boleh kita kesana." ucap Arjuna mengarahkan mobilnya ke tempat toko perhiasan.
"Toko nya ada Plaza c, lantai 3." ucap Davina.
"Ok."
Mobil pun akhirnya parkir di lantai 3 Plaza C, dengan bergandengan tangan, keduanya menaiki lift menuju ke lantai 3.
Saat sampai di lantai 3, toko perhiasan Emerald Jewelry tak jauh dari Lift. Keduanya langsung masuk kedalam toko tersebut, berbagai macam berlian dengan nilai jutaan bahkan ratusan ada di dalamnya.
"Selamat siang Nona Davina." sapa langsung pelayanan toko perhiasan.
"Siang Amalia" balas Davina.
"Nona mau cari apa?"
"Saya mau tunangan, ingin cincin buat minggu depan, bisa tidak ya di rancang cepat?" tanya Davina.
"Koko Liem ada di luar negeri, mungkin akan di buat disana, dan barangnya akan di kirim saat pulang" jawab Amalia.
"Pulangnya kapan ya?" tanya Davina.
"Kalau buat Nona, akan pulang cepat. Dia sedang pulang kampung, sudah satu minggu disana."
"Lihat desainnya dong."
"Baik, tapi Nona bisa request dengan batu permata yang mana."
"Koko disana jual perhiasan juga kan? stok pasti ada kan?"
"Tenang saja, pasti ada."
"Mas, mau pake batu apa? ada Zamrud, Safir, , kristal, mutiara juga ada." tunjuk Davina.
"Kamu sukanya yang mana?" tanya Arjuna.
"Saya suka Zamrud bagus deh." jawab Davina.
"Boleh."
"Harga per gram yang Zamrud berapa?"
__ADS_1
"Kalau di totalnya desain khusus model, yang ingin request biasa kita jual 75 juta." ucap Amalia.
"75 juta! " ucap Arjuna.
"Karena ini Zamrud." ucap Davina.
"Baru cincin tunangan saja 75 juta, belum mahar, belum biaya pesta pernikahan." ucap Arjuna tersenyum terpaksa.
"Mas, yang mana nih model buat cincinnya?" tanya Davina.
"Terserah kamu." ucap Arjuna garuk - garuk kepalanya.
Arjuna menjauh dari Davina, dan memilih cincin lain, Arjuna melihat cincin emas putih dengan desain yang sederhana.
"Mba, kalau yang ini berapa?" tanya Arjuna.
"Yang ini jatuh di harga 10 juta." jawab pelayan toko perhiasan.
Arjuna menoleh ke arah Davina, yang sedang memilih model cincin, Arjuna ragu ingin membelikan cincin pertunangan yang sederhana.
"Dav." ucap Arjuna pelan, saat mendekat.
"Ya Mas ada apa?" tanya Davina.
"Bisa kita keluar sebentar?" jawab Arjuna.
Arjuna dan Davina keluar dari toko perhiasan, kedua nya lantas berdiri tak jauh dari toko perhiasan.
"Sebelumnya maaf banget, tapi kamu jangan marah ya."ucap Arjuna.
" Kenapa Mas? katakan saja, saya nggak marah kok." ucap Davina.
"Masalah cincin, apa nggak bisa harga di bawah 15 juta atau 20 juta?"
"Memangnya kenapa?"
"Mungkin bagi kamu, dan keluarga kamu harga segitu biasa, bahkan barang branded bisa beli dengan mudah. Sedangkan Mas, tidak bisa memberikan barang mahal setiap saat ingin membelinya, mungkin hanya mampu beli satu, jujur Tabungan Mas hanya ada 200 juta, itu cukup untuk modal nikah. Kalau buat tunangan beli cincin harga segitu, hanya sisa 140 juta belum untuk mahar, sewa gedung dan pegangan kita." ucap Arjuna.
Davina tersenyum dengan memegang tangan Arjuna, Davina sadar kalau calon suaminya, berbeda dengan dirinya.
"Mas, saya juga punya tabungan. Tidak minta dari Mas semua, untuk sewa gedung, catering, MUA bisa patungan."
"Nggak, Mas ingin sepenuhnya dari Mas."
"Kalau Mas keberatan untuk cincin tadi, bisa ganti yang lain. Tapi itu tetap beli, karena saya suka modelnya."
__ADS_1
"Kalau beli cincin mahal itu nanti gimana? kita kan mau punya niat, kita tahan dulu. Jangan kita nikah, orang tua menyumbang dana. Kita ini sudah mampu, kita kerjakan semuanya berdua, jangan merepotkan orang lain, cukup kedua orang tua kita mengeluarkan uang sampai kita menempuh pendidikan yang tinggi, masa nikah harus minta lagi."
"Maaf ya Mas."
"Mas yang minta maaf, maaf kalau Mas belum jadi suami, tapi sudah mengatur kamu." ucap Arjuna.
"Iya Mas nggak apa - apa."
"Kita beli yang sesuai budget ya, maafkan Mas." ucap Arjuna dengan membelai wajah Davina.
****
"Nak, nanti kita adakan di hotel kan? masa pernikahan anak pertama nggak mewah, Daddy kamu ingin pesta yang mewah, biasa di hotel biasa keluarga mengadakan acara." ucap Ibu Tika.
"Mami, sebaiknya yang sederhana saja." ucap Davina.
"Kenapa sayang? Daddy kamu saja, acara tunangan ingin diadakan di hotel mewah, karena akan mengundang teman - teman Daddy dan Mami." ucap Ibu Tika.
"Masalahnya Mam, Mas Arjuna tidak mau membebankan orang tua." ucap Davina.
"Membebankan bagaimana, masa anak Daddy mau nikah acara biasa - biasa saja, pertunangan kamu dan pernikahan harus mewah. Kapan lagi mengadakan acara seperti ini, hanya sekali dalam seumur hidup." ucap Pak Haris.
"Daddy masalahnya Mas Arjuna itu, hanya ingin saya dan dia saja yang mengeluarkan biaya dari lamaran sampai pernikahan. Tadi saja mau beli cincin pertunangan harga 65 juta nggak boleh yang biasa saja, sesuai budget." ucap Davina.
"Kan Daddy nggak minta dia nanggung semuanya, Daddy sama Mami juga punya niat untuk syukuran acara pernikahan kalian."
"Dia tidak mau merepotkan orang tua."
"Ya sudah Daddy, kalau memang ingin yang sederhana kita hargailah, kita ikuti apa mau anak." ucap Ibu Tika.
"Daddy nggak mau sederhana, Daddy ingin mewah, masalah biaya memang Daddy sudah niat."
****
"Yank, Mas nggak enak Yank. Buat acara hotel untuk pertunangan kita sama pernikahan, kalau dari Daddy semua Mas nggak enak. Apa kata orang, menantunya hanya kasih uang segini, tabungan Mas segitu hanya cukup acara lamaran nanti, Mas masa nikah harus jual kambing." ucap Arjuna.
"Karena keluarga Daddy berkelas semua, Daddy pun tidak mau kalau acara untuk anaknya biasa - biasa saja. Tapi dia tidak membebankan Mas atau kita, orang tua saya punya niat sendiri." ucap Davina.
"Mas nggak enak jujur, apa kata orang. Mas hanya anak seorang petani, Mas juga tidak meminta pada Emak, Mas menabung dari dulu, karena niat untuk modal nikah. Mewah tidaknya kan, yang penting niatnya."
"Kita nurut saja Mas."
"Jujur sama Mas, apa kamu ingin pernikahan yang mewah?" tanya Arjuna.
"Dulu, pernah bermimpi suatu saat kalau menjadi kenyataan, ingin pernikahan seperti negeri dongeng. Ulang tahun megah, tapi ulang tahun pun tidak pernah, hanya berdua dengan Mami, kata Mami sekarang tidak terwujud, suatu saat kamu nikah akan seperti negeri dongeng. Kata saya, Mami akan mewujudkannya? kata Mami, Daddy dan Mami akan wujudkan." ucap Davina mengingat.
__ADS_1
"Maaf Mas tidak bisa, Mas belum mampu. Kalau mau seperti itu, tunggu tahun depan, Mas akan wujudkan." ucap Arjuna sedih.
.