
Arjuna langsung berbaring di samping Davina, dengan memeluk guling sambil menatap langit - langit kamar.
"Maaf Mas, tadi pas mandi baru keluar." ucap Davina.
"Kenapa nggak bilang sih Yank? dari awal kek bilangnya, ini kan sudah konek, tuh si otong ngambek bikin sakit. " ucap Arjuna.
Davina langsung memiringkan tubuhnya, dan wajahnya tepat di depan milik Arjuna, sehingga Arjuna bangun dari tidurnya.
"Ma- mau apa kamu Yank? kok ada di depan otong? kamu mau pakai mulut?"
"Eh tong, kamu jangan marah. Sabar, tunggu sampai satu minggu. Sarang lebah milik kamu, sedang di palang pintu." ucap Davina sambil mencolek milik Arjuna, sehingga Arjuna melihatnya geli.
"Mas kok tahu model begituan? hayo.. jangan - jangan Mas itu? hayo...!! " ucap Davina.
"Apa Sih Yank, kamu buat orang mikir."
"Tadi bilang, mau lewat mulut? itu tahu dari mana?"
"Orang dewasa tahu semua, kata siapa tidak tahu." ucap Arjuna.
"Sekarang tidur, besok kita berangkat pagi - pagi." ucap Arjuna kembali.
Arjuna lantas kembali berbaring, Davina lantas memeluk tubuh suaminya, dengan jari nya bermain di sekitar dada.
"Mas, nanti mau tinggal dimana?" tanya Davina.
"Kamu mau dimana?" tanya kembali Arjuna.
"Tinggal disini saja ya Mas, kasihan Mami sedang hamil. Kalau Mami tinggal sendiri, saya tidak tega. Apalagi Mami tidak suka, dengan mempekerjakan orang lain." jawab Davina.
"Boleh nggak apa - apa kok, dimana saja."
"Daddy kan tidak kesini setiap hari, kasihan Mami." ucap Davina.
"Iya, Mas mengerti kok."
"Mas."
"Hmm."
"Rasanya gimana, mau tidur sama istri?"
"Rasanya masya Allah, tidak bisa di ceritakan." ucap Arjuna.
****
"Awas jangan sampai ada yang tertinggal, nanti sudah di tengah lautan baru ingat lagi." ucap Ibu Tika.
"Sudah masuk semua kok Mam." ucap Davina.
"Mami, kami berangkat dulu. Mami jaga kesehatan." ucap Arjuna.
"Hati - hati ya kalian." ucap Ibu Tika.
"Davina jalan dulu Mam, adek bayi jaga Mami, jangan buat Mami sedih." ucap Davina.
__ADS_1
Ibu Tika mencium kedua pipi Davina, lantas Davina mencium punggung tangan Ibu Tika, begitu juga Arjuna.
"Assalamu'alaikum Mami." ucap Davina.
"Walaikumsalam." ucap Ibu Tika, sambil melambaikan tangan, dan terus menatap hingga mobil hilang dari pandangan matanya.
Lantas sebuah mobil masuk, Ibu Tika berdiri di depan pintu, dengan memutar kedua bola matanya, Ibu Tika menatap Ibu Vera yang berjalan mendekat.
"Anak dan menantu Mba sudah berangkat?" tanya Ibu Vera.
"Sudah, kenapa?"
"Tidak apa - apa, hanya tanya saja." ucap Ibu Vera lantas duduk di sofa, tanpa disuruh kembali.
"Ada apa? kamu kalau tidak ada maksud, tidak mungkin akan datang Kesini."
"Saya hanya ingin bilang saja, tolong jangan rebut Mas Haris."
"Vera - vera, kamu itu kenapa sih? disini yang rebut suami itu siapa? kamu atau saya! dan kamu itu seharusnya sadar diri, kamu itu hanya istri siri, sedangkan saya istri sah. Dan salah saya dimana? bukanya selama ini kamu yang menang? Vera, kini ini sudah tua, lebih baik banyak ibadah. Urusan masalah poligami, saya sudah tidak ingin bahas lagi. Seharusnya kamu sadar, saya itu banyak berkorban untuk kamu, tapi apa? kamu yang serakah."
"Hanya kalau bisa, mba pergi jauh - jauh dari Mas Haris, cukup hanya nafkah saja." ucap Ibu Vera.
"Mau dia datang, mau dia tidak kasih nafkah peduli apa, saya tidak peduli lagi."
****
Davina dan Arjuna sudah berada di kapal pesiar, keduanya memilih berjemur di area kolam renang. Banyak para turis mancanegara yang berjemur di kapal pesiar, bahkan turis domestik pun ada.
Kedua mata Arjuna, di suguhkan pemandangan para turis, yang hanya memakai pakaian renang yang seksi. Davina langsung menatap tajam ke arah suaminya.
"Wow, belum lihat." jawab Arjuna.
Plaaakkk
Awwww
Arjuna meringis, saat Davina memukul lengan suaminya, dan duduk menutupi pemandangan yang di lihat Arjuna.
"Kok duduk di depan sih Yank? Mas kan sedang lihat pemandangan laut dari sini."
"Pemandangan laut, atau lihat para cewek seksi?"
"Namanya juga di depan mata, nggak sengaja."
"Pindah, kita kelapangan volly saja." ucap Davina dengan menarik tangan Arjuna.
Arjuna hanya pasrah saat istrinya merajuk, hingga sampai kini mereka ada di sebuah lapangan volly. Terlihat beberapa pria sedang bermain Volly, tubuh atletis membuat Davina kagum.
"Tubuh suami kamu, tidak kalah macho dari mereka." ucap Arjuna.
"Enak juga lihat begini, dari pada tadi."
"Ini juga sama saja, apa kurang lihat body suami kamu yang keren dan berotot? apa hebatnya sih, mending juga saya."
"Saya kan belum lihat punya Abang." ucap Davina.
__ADS_1
"Pindah, jangan lihat orang main volly." ucap Arjuna sambil menarik tangan Davina.
***
Davina cemberut, saat dirinya kembali masuk kedalam kamar. Sedangkan Arjuna, menyalakan televisi.
"Kenapa ujung - ujungnya di kamar Mas? bete tahu, kita disini hanya nonton televisi." ucap Davina kesal.
"Lebih baik disini, dari pada di luar. Mata kita tidak bisa dijaga, yang ada muncul pertengkaran." ucap Arjuna.
"Terus, kita selama 2 minggu, mau didalam kamar saja? tahu begini, nggak usah bulan madu."
"Sudah selesai ngomongnya?" tanya Arjuna.
"Aug ah bete." jawab Davina langsung menarik selimutnya sampai menutupi kepala.
"Yank, masa tidur sih?" tegur Arjuna.
"Bete! " ucap Davina dari balik selimut.
Arjuna tersenyum lantas naik ke atas tubuh Davina, hingga terkunci dan membuat Davina berteriak dan meronta.
"Mas..!! "
"Katanya mau ada gerakan, nggak diam di dalam kamar. Sudah di gini kan masih mau bilang bete nggak?" ucap Arjuna.
"Mas.. lepas, nggak bisa nafas." ucap Davina, Arjuna pun menarik paksa selimut yang menutupi tubuh istrinya.
"Mau apa?" tanya Davina, saat melihat wajah Arjuna yang sangat dekat.
"Mau cium." jawab Arjuna, lantas di kecup oleh Davina.
"Nah cantiknya keluar lagi, nanti malam ada pesta dansa, kita dansa disana. Kapan lagi, kita berdansa di dalam kapal pesiar."
"Ok, saya akan danda yang cantik, dengan gaun yang tidak kalah seksi."
"Benar?"
"Iya, biar Mas tidak tergoda sama wanita - wanita yang ada di dalam kapal pesiar." ucap Davina dengan memegang kedua pipi Arjuna.
"Tergantung!" ucap Arjuna.
"Mas! " bentak Davina dengan menatap tajam.
"Hahahaha ternyata, istri Mas pencemburu." ledek Arjuna.
"Sama Mas juga, Mas itu pencemburu."
"Lucu tahu, kita ini pasangan yang lucu."
.
.
.
__ADS_1