Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik

Mas Tentara Kepentok Dokter Cantik
Yang Terbaik


__ADS_3

Davina membuka pintu kamar mandinya, Arjuna yang sedang menggendong Danil, sama - sama menatap Davina.


"Gimana? hasilnya positif atau negatif!" tanya Arjuna.


"Ehm... kasih tahu nggak ya! " Davina.


"Yank, kamu jangan begitu! jangan buat penasaran."


"Hmmm.... taraaaa! " tunjuk Davina memperlihatkan alat testpack pada Arjuna.


Mata Arjuna membuka sempurna, saat melihat tanda dia garis merah di alat tersebut.


"Alhamdulillah ya Allah!" ucap Arjuna memeluk tubuh Davina.


"Penantian kita selama ini terkabul Mas." ucap Davina.


"Iya sayang, alhamdulillah!" ucap Arjuna.


"Danil! kamu mau jadi Om." ucap Davina sambil mencubit kedua pipi gembul nya.


"Akhirnya kamu ada temannya! nggak bete lagi nanti, tapi Yank nanti gimana anak kita? masa mau seperti Danil. Ini saja kita repot, padahal kita mampu loh bayar baby sister." ucap Arjuna.


"Nggak ah, nggak percaya! takut kenapa - napa." ucap Davina.


"Sudah gini saja, Emak suruh tinggal disini. Emak jaga Danil, kamu juga sedang hamil tidak mungkin akan bisa terus jaga Danil yang super aktif, dan Mas juga sam tidak akan mungkin bisa terus jaga Danil karena Mas juga kerja."


"Nggak enak Mas, ini kan bukan cucu Emak!"


"Hus nggak boleh begitu, lagian itu kambing sama kebun sudah Paijo yang atur."


"Gimana ya mas?"


"Sudah pokoknya Emak tinggal disini."


***


"Gimana ya Jun, Emak tuh bukannya masalah nggak enak itu rumah mertua kamu, tapi ini masalahnya Emak tuh udah disana nggak ada pembantu, kalau peralatan dapur dan lainnya kayak disini nggak ada pembantu juga nggak masalah. Tapi ini modern semua, serba pakai tombol, sapu juga itu yang di sedot. Belum WC nya, bukan jongkok. Emak nggak bisa Jun, Emak ini nggak bisa di ajak jadi orang kaya." ucap Emak.

__ADS_1


"Kan ada Mak, kamar mandi dekat dapur yang WC jongkok. Kalau di kamar Emak yang waktu itu sih, emang gitu. Arjuna juga Mak nanti niat beli rumah sendiri, tapi itu rumah sayang besar di kontrakin mungkin nanti, kalau Danil sudah besar akan di tempati Danil."


"Bawa sini saja ya, Emak nggak betah."


Davina yang sedang duduk di luar bersama Sinta, sedang mengawasi Danil yang sedang bermain dengan anak Paijo.


"Masalahnya Davina tidak mau pakai baby sister, ini juga kalau anak kita lahir masa Emak semua."


"Nggak apa - apa, Emak juga. Soalnya dulu juga gitu, bapak kamu kan nggak ada, Emak rawat kamu sama Sinta."


"Anak kamu lahir, Danil kan sudah besar. Sudah Danil sama Emak disini, Emak nggak bisa tinggal di rumah mewah."


****


"Kalau Danil disini, saya nggak enak." ucap Davina.


"Tapi Emak tidak bisa, tinggal di rumah kita. Kamu tahu kan alasannya, Emak nggak biasa."


"Kan bisa di ajari Mas, masa nggak bisa. Lagian Emak tidak di suruh masak, biar urusan makan kita kok." ucap Davina.


"Ya pemikiran kita, tapi pemikiran Emak beda lagi."ucap Arjuna.


"Kalau Emak tidak keberatan, yaudah Mak makasih, maaf ya Mak jadi merepotkan."ucap Davina.


" Nggak kok, santai saja."


***


Danil sibuk dengan mainannya, saat Davina dan Arjuna akan pulang. Balita gembul itu, hanya melambaikan tangannya, Davina berkaca - kaca lantas memeluk adiknya.


"Kakak pulang ya, Danil jangan nakal." ucap Davina.


"Mama."ucap Danil mencium pipi Davina.


" Udah jangan sedih, kayak di luar kota saja. Masih dalam kota, satu kecamatan, satu kabupaten, jarak rumah saja nggak ada satu jam." celetuk Arjuna.


"Bye.. Danil." ucap Davina.

__ADS_1


"Mas pulang ya." ucap Arjuna.


"Dada.. Ma - ma, Pa - pa. " ucap Danil.


****


"Mas, sepi ya nggak ada Danil!" ucap Davina sambil membuat salad buah.


"Nanti kalau kita libur, Danil bawa pulang."


"Mas! "


"Iya."


"Saya lagi ngidam nih, katanya orang ngidam pasti di kabulkan apa yang di inginkan. Karena biar anaknya, nggak ileran."


"Memangnya lagi ingin apa? kali saja yang di cari mudah." ucap Arjuna.


Davina duduk di samping suaminya, sambil makan salad buah buatannya, sesekali berbagi dengan suaminya.


"Mau apa hem?" tanya Arjuna sambil mengusap, bibir Davina yang terkena yogurt.


"Mau makan sate kambing, tapi Romeo ya! "


"Hah... nggak jangan, Mas nggak mau kalau Romeo, cari kambing lain kalau nggak beli sekarang sama Abang - Abang yang dekat rumah sakit."ucap Arjuna.


" Nggak mau, ingin nya Romeo. Mas potong kambingnya, nanti sate semua."


"Cari yang lain, Mas nggak mau! "


"Yaudah, anak kita kalau ileran itu salah Mas." ucap Davina marah.


"Loh kok salah Mas, kalau ileran bisa saja tumbuh gigi, ileran di hubungkan sama beginian."


"Oh jadi gitu ya, berati Mas itu lebih sayang Romeo, dari pada anak sama istrinya. Romeo lebih berharga ya, ok kalau begitu Silahkan Abang tinggal sama itu Romeo, di kandang sama kambing lainnya." ucap Davina, langsung pergi meninggalkan suaminya.


"Yank...! yank jangan gitu dong. Ah... susah kalau begini, judulnya antara hidup dan mati." ucap Arjuna, menyusul Davina.

__ADS_1


.


.


__ADS_2