MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode 29


__ADS_3

Di sudut ruangan yang berbeda, Salma menatap kejadian itu dengan senyum tipis dan sinis. Dia tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi, ia berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Di sudut ruangan lainnya ada Ustad Andi yang merasa kesal karena pernikahan Ustad Wafri dan juga Jamilah yang tidak jadi dilanjutkan. Padahal ia berharap pernikahan itu bisa terjadi, agar rumah tangga Wafri dan Yumna bisa goyah dan tidak bahagia.


"Alhamdulillah, Mas. Akhirnya masalah ini selesai."


"Terima kasih, Sayang. Kamu sudah mempercayai Mas sejauh ini," ucap Wafri.


"Insya Allah selamanya, Mas. Tapi Yumna masih penasaran bagaimana caranya Mas menyelesaikan ini semua?" Wafri pun tersenyum dan Menoel hidung Yumna.


"Ada deh, rahasia."


"Iiih ..cerita dong," ujar Yumna yang penasaran.


"Suami kamu tuh hebat, dia bisa menyelesaikan ini dengan cepat," ucap Kiai Malik.


Yumna menatap Wafri seperti ingin meminta penjelasan.


"Iya deh .. Mas ceritain, Kemarin itu saat pulang dari masjid, Mas bertemu dengan salah satu warga yang mengatakan kalau ada seorang pria yang memprovokasi warga dan membagikan beberapa foto. Pria tersebut juga mengatakan kalau mas ini adalah pria yang tidak benar dan suka keluar masuk club. Saat Mas bertanya siapa pria tersebut, warga itu pun tidak mengetahuinya. Mas teringat kalau di rumah Ayah ada CCTV di luar pagar. Mas inisiatif untuk melihatnya mana tahu ada orang yang dicurigai, saat Mas mengecek CCTV Mas mengenali seorang lelaki yang gelagatnya mencurigakan, orang tersebut adalah Ghozali. Mas lihat dia sedang membagi-bagikan beberapa lembar kertas tapi tidak begitu jelas di rekaman kertas apa yang dibagikannya. Nah, saat kemarin warga menunjukkan foto-foto tersebut Mas langsung ingat dengan Ghozali. Malam hari saat kamu sudah tertidur, Mas pergi ke rumah Ghozali tapi ia tidak ada dan tetangganya bilang kalau putrinya sedang dirawat di rumah sakit x. Mas menemui Ghazali di sana dan meminta penjelasan padanya. Dia menjelaskan semuanya, setelah itu Mas menghubungi Anton. Alhamdulillah saat Mas menceritakan duduk perkara nya ia pun bersedia membantu Mas dan siap hadir memberi keterangan karena kebetulan dia sedang di kota ini. Setelah itu Mas menghubungi pak Kosim dan menceritakan semuanya, pak Kosim bersedia untuk datang dan menyelesaikan masalah ini. Kurang lebih seperti itu Dek ceritanya."


Yumna tersenyum dan mencium punggung tangan Wafri.


"Alhamdulillah, akhirnya semua masalah ini dapat diselesaikan. Abi bersyukur semua masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, semoga dengan adanya masalah ini hubungan kalian menjadi lebih kuat lagi dan derajat kalian berdua diangkat oleh allah subhanahu wa ta'ala. Abi berharap rumah tangga kalian menjadi sakinah mawadah warrahmah."


"Amiin," jawab Wafri dan Yumna bersamaan.


**


Di rumah sakit Jamilah mengalami kehilangan darah yang cukup banyak, karena goresan yang dilakukan pada pergelangan tangannya ternyata cukup dalam. Dokter meminta pada keluarga untuk mencarikan donor darah.

__ADS_1


Ibu Jamilah terus menangis tersedu-sedu, ia tidak menyangka putri kesayangannya bisa bersikap seperti ini. Putri yang dulu lemah lembut, pintar solehah, berubah menjadi orang yang tidak dapat dikenalinya hanya karena cinta dan juga obsesi nya pada seorang pria.


**


"Maafkan saya Ustad Wafri, saya terpaksa melakukan ini karena terdesak dengan ekonomi. Saat itu saya butuh dana secepatnya untuk biaya operasi anak saya," ucap Ghozali sambil tertunduk menyesal.


"Saya maafkan, saya harap Mas Ghozali tidak mengulanginya lagi. Kalau ada apa-apa ceritalah dengan saya, insyaallah saya akan membantunya."


"Terimakasih, Ustad Wafri," ucap Ghozali yang begitu merasa malu diperlakukan masih baik oleh Wafri. Padahal ia sudah membantu Jamilah untuk menyebarkan fitnah tersebut.


Kemudian Wafri mendekati temannya Anton.


"Terimakasih Anton, kamu sudah membantu aku dan juga bersedia jauh-jauh datang ke sini."


"Hahaha ... sama-sama bro, itulah artinya teman. Aku tidak bisa lama-lama di sini, karena nanti sore aku harus kembali ke jakarta."


"Sayang Sekali, padahal aku ingin mengajakmu untuk istirahat dulu di sini. Kamu jarang kesini, menginap lah dulu."


Anton pun berpamitan pulang pada semuanya, Wafri mengantar temannya itu hingga masuk ke dalam mobil. Kemudian Anton melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Kiai Malik.


Saat di lampu merah ia melihat seorang gadis yang duduk dengan beberapa pemulung, tukang sapu dan anak jalanan. Gadis itu tampak bahagia, tertawa dan makan bersama. Mereka makan nasi kotak yang sama. Seorang gadis yang cantik putih di bingkai indah dengan gamis warna sage dan jilbab besar menutupi tubuhnya dengan warna Senada.


'Cantik'


Satu kata itu meluncur dari mulut Anton, dia terus memandangi ciptaan tuhan tersebut.


'Tin ... tin ... tin'


bunyi klakson mobil menyadarkan lamunan Anton. Dia melihat lampu sudah berubah menjadi hijau dan para pengendara di belakangnya sudah tidak sabar ingin melaju. Anton pun menginjak gasnya dan melajukan mobil tersebut.

__ADS_1


Matanya terus memandang perempuan di ujung jalan hingga pemandangan tersebut pun tidak bisa dilihatnya lagi. Senyuman serta keanggunan perempuan itu terbayang-bayang di pelupuk mata Anton.


"Oh my God, Apa yang terjadi padaku?" ucap Anton menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia pun tersenyum sendiri dan melajukan kendaraannya.


**


"Kenapa cepat sekali pulang, saudaraku?menginaplah lagi di sini." ucap Kiai Malik pada Kyai Asy'ari.


"Hahaha ... kamu ini bisa saja, bagaimana mungkin aku bisa lama-lama meninggalkan yang di sana, aku masih punya tanggung jawab di sana, sama seperti kamu di sini," ucap Kiai Asy'ari.


"Baiklah, kalau begitu sering-sering main ke sini."


"Tentu," ucap Kiai Asy'ari. "Wafri ... Yumna, apa kalian akan kembali bersama Abi dan Umi?"


"Abi dan Umi duluan saja, kami menyusul belakangan," jawab Wafri dan diangguki oleh Yumna.


"Baiklah, kalau begitu Abi sama Umi jalan dulu ya."


"Iya, Abi ... Umi," jawab Yumna dan Wafri bersamaan.


Setelah mereka saling berpamitan Kiai Asy'ari dan Umi Hana pun meninggalkan kediaman Kiai Malik. Kemudian Yumna dan yang lainnya masuk ke dalam rumah mereka, duduk bersama di ruang keluarga.


"Alhamdulillah, Ayah begitu lega akhirnya masalah ini bisa selesai dengan baik, apa yang terjadi ini semua adalah ketentuan Allah SWT. Seperti hadis riwayat Muslim. 'Shuhaib, ia berkata. Rasulullah Saw. bersabda: Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang yang beriman. Jika ia dianugerahi nikmat, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar maka itu juga baik baginya [HR. Muslim]. Semoga kita bisa lebih baik lagi dengan adanya Kejadian ini," ucap Kiai Malik.


"Aamiiin," jawab Wafri, Yumna dan juga Bunda Laila.


"Bunda juga berharap semoga Ustadzah Jamilah diberikan Hidayah dan bisa sadar atas kesalahan yang diperbuatnya," ucap Bunda Laika.


"Aammiiin," Lagi-lagi mereka mengaminkan secara bersama.

__ADS_1


"Jadi bagaimana selanjutnya, Mas? apa masalah ini akan kita bawa ke jalur hukum?" tanya Yumna.


__ADS_2