MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode. 55


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah pikiran yumna mulai tidak menentu dia terus terngiang ucapan Dokter tadi. Saat ia bertanya apa dia bisa hamil? tapi dokter tersebut hanya mengatakan


"sekecil apapun peluang teruslah berikhtiar karena Allah yang mempunyai kehendak segalanya"


Yumna bisa menyimpulkan kalau kenyataan saat ini peluang untuk hamil tersebut sangatlah tipis, tidak terasa air mata pun luruh di wajah cantiknya, hingga hijab yang ia gunakan basah. Yumna pun menepikan kendaraannya dan menelungkupkan kepalanya di atas setir.


"Hikss ...kenapa harus aku? kenapa?" teriak Yumna sambil meremas baju di dadanya.


Cukup lama dia mengeluarkan rasa sedihnya, menumpahkan air matanya, hingga terdengar azan ashar berkumandang. Seketika Yumna tersentak dan tersadar telah lupa dengan ketetapan Allah.


"Astaghfirullahaladzim, Ya Allah kau memilihku, kau yang tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan, kau menganggap aku sanggup menanggung semua beban ini, jadi kuatkanlah aku, karena aku tetaplah hamba mu yang ringkih dan lemah," rintih Yumna.


Setelah dia agak tenang, dia pun menghapus air matanya dan kembali melajukan kendaraannya, kemudian berhenti di sebuah masjid dan menunaikan sholat Ashar. Setelah itu Yumna kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah.


Tiba di rumah, dia melihat pintu depan rumahnya yang terbuka, kemudian ia langsung masuk tapi tidak melihat ada orang di ruang tamu. Samar-samar Yumna mendengar ada suara orang berbicara di dapur. Yumna mendekat ternyata itu adalah suaminya Wafri dan juga Ibu mertuanya Umi Hana. Yumna berniat ingin bergabung, tapi saat namanya disebut-sebut, dia pun mengurungkan langkahnya.


"Tidak ada gunanya kamu menutupi semua itu dari istrimu, lambat laun dia akan mengetahuinya juga. Ada baiknya kamu memberitahu dan menjelaskannya, agar kalian bisa mencari solusi dari permasalahan ini," ucap Umi Hana.

__ADS_1


"Solusi apa yang dimaksud Umi, aku terus mengupayakan apapun yang terbaik untuk istriku. Aku ingin dia selalu sehat, kesehatannya adalah yang utama untukku Umi."


Yumna Masih terus mendengarkan pembicaraan tersebut dengan tenang, karena dia juga penasaran rahasia apa yang dimaksud Umi Hana.


"Kamu tidak usah terlalu naif Wafri, kamu tahu kalau saat ini istrimu tidak baik-baik saja. Umi tahu kalau Yumna saat ini memiliki kista dan juga hanya memiliki sebelah saluran tuba dan dokter juga memvonis kalau harapan dia untuk hamil itu sangatlah tipis bahkan tinggal satu persen."


Wafri terkejut mendengar pernyataan Umi Hana.


"Bagaimana Umi tahu?"


Wafri mengernyitkan keningnya, ia teringat di saat ia sedang berbicara dengan Dokter hari itu, Abinya mengatakan kalau Uminya juga datang, tapi tidak terlihat.


"Apa saat itu Umi menguntitku?"


"Umi tidak bermaksud ingin menguntitmu atau ingin menguping. Saat itu Umi hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan Yumna, tapi mungkin Allah ingin memberitahu pada Umi kenyataan yang sebenarnya."


"Tolong Umi, tolong jangan pernah katakan apapun pada Yumna, karena hingga saat ini Yumna belum mengetahuinya."

__ADS_1


"Ini salah satu kesalahanmu, kamu ingin menjaga perasaan dan hati Yumna tapi kamu tidak pernah memikirkan dirimu dan juga tidak pernah memikirkan Umi."


"Apa maksud Umi?"


"Wafri, waktu ini terus berjalan, hubungan kamu dengan Yumna akan seperti ini terus. Yumna itu tidak mungkin bisa hamil. Jadi, bagaimana mungkin kamu bisa memiliki keturunan kalau kamu tetap berharap pada Yumna."


"Umi, Apa maksud dari perkataan Umi?" tanya Wafri semakin bingung mendengar ucapan Umi.


"Wafri, Umi menginginkan cucu. Tapi semua itu tidak mungkin Umi dapatkan dari Yumna. Mungkin kamu bisa memberikan Umi cucu dengan istri kamu yang lain."


"Astagfirullahhaladzim, istighfar Umi ... apa yang Umi ucapkan? tidak pernah terpikirkan oleh Wafri sedikit pun apa yang Umi ucapkan saat ini."


"Tentu kamu tidak akan pernah memikirkan itu, karena kamu juga tidak pernah memikirkan Umi yang begitu menginginkan hadirnya seorang cucu di keluarga kita." Umi Hana terus mengeluarkan pendapatnya.


"Stop Umi! hentikan! hingga kapanpun Yumna akan tetap menjadi istri Wafri dan-"


'Praaang'

__ADS_1


__ADS_2