
Wafri menunggu dengan gelisah di depan ruangan operasi. Beberapa menit yang lalu Yumna telah memasuki ruangan operasi tersebut untuk melakukan tindakan operasi darurat. Wafri teringat ia belum memberi kabar kepada kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
Ia pun segera memberi kabar kepada keluarganya, detik berlalu menit pun berganti wafri terus berdoa dan berdzikir meminta kepada Allah agar diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan untuk istrinya Yumna. Beberapa saat kemudian Kyai Asy'ari beserta Umi Hana dan juga Kiai Malik beserta Bunda Laila sampai di rumah sakit, mereka segera menghampiri Wafri yang duduk di barisan bangku depan ruang operasi.
"Wafri bagaimana keadaan Yumna?" tanya Bunda Laila yang tampak sangat khawatir.
Wafri yang terkejut dengan kedatangan keluarganya langsung menyalami mereka satu persatu.
"Sedang ditangani di dalam Bunda."
"Emang Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Umi Hana.
Saat Wafri ini menjelaskan, pintu ruangan operasi terbuka dan tampak seorang perawat keluar.
"Keluarga Ibu Yumna?"
"Ya, Sus. Saya suaminya," ujar Wafri dengan sigap langsung berdiri dan mendekat.
"Ibu Yumna membutuhkan tambahan darah lagi karena terjadi penurunan pada hb-nya, mungkin keluarga ada yang bergolongan darah sama dengan bu Yumna, kalau ada dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu karena kalau kita menunggu dari pihak rumah sakit mencarikan lagi itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama," kata suster tersebut.
"Kalau begitu saya saja, Sus. Kebetulan golongan darah saya dan Yumna itu sama," ucap Kiai Malik.
"Boleh, kalau begitu silakan ikut dengan saya kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, Apakah bapak bisa mendonorkan darah untuk bu Yumna atau tidak."
__ADS_1
kemudian Kiai Malik pun mengikuti suster tersebut, sedangkan Wafri dan yang lainnya tetap gelisah menunggu di depan pintu ruangan operasi.
beberapa saat kemudian Kiai Malik kembali bersama dengan suster tadi.
"Maaf, Pak ... Bu, dari hasil pemeriksaan Bapak Malik tidak bisa mendonorkan darah kepada bu Yumna karena tekanan darah beliau yang cukup rendah mungkin keluarga bisa mencari bantuan kepada sanak saudara lainnya," ucap Suster tersebut.
"Bagaimana iniAyah?" ucap Bunda Laila mulai gelisah dengan mata yang sudah menganak.
"Ibu tenang saja, Ayah akan menghubungi keluarga yang lain."
"Wafri juga menghubungi keluarga dan teman-teman yang lain Ayah, Bunda. Semoga ada yang mempunyai golongan darah AB seperti Yumna," ucap Wafri menimpali omongan Kiai Malik.
Di tengah kekalutan mereka semua tiba-tiba seseorang bersuara dan membuyarkan kepanikan mereka.
Semuanya berbalik dan melihat siapa yang berbicara.
"Salma ..." ucap Bunda Laila tersenyum dan terharu. "Kamu beneran Nak ingin membantu adikmu?" tanya Bunda Laila berjalan ke arah Salma.
Salma pun menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih, Nak. Kamu memang anak Bunda yang baik, yang peduli yang dari dulu selalu menyayangi adikmu," ucap Bunda Laila meneteskan air matanya sambil memeluk Salma.
Wafri juga ikut mendekat kepada Salma.
__ADS_1
"Terima kasih Salma atas kebaikan kamu ini, semiga Allah membalasnya dengan hal lebih baik." Wafri berucap tulus pada Salma.
Salma hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, ayo Mbak ikut dengan saya. Kita akan melakukan pemeriksaan, apakah Mbak bisa mendonorkan darah untuk pasien," ucap suster tersebut.
Salma pun mengikuti langkah perawat tersebut. Setelah beberapa waktu, Salma kembali ke depan ruang operasi.
"Bagaimana, Nak?" tanya Kyai Malik.
"Alhamdulillah, golongan darahku cocok ayah dan tadi aku juga sudah mendonorkan darahku. Semoga bisa membantu kesembuhan untuk Yumna."
"Masya Allah ... Alhamdulillah semoga Allah memberikan balasan yang baik untuk anak ayah yang baik ini," ucap Kiai Malik sembari mengusap kepala Salma.
"Amin," jawab Salma sembari tersenyum.
Kemudian mereka semua kembali menunggu di depan ruangan operasi, hampir 1 setengah jam Yumna berada di dalam ruangan operasi dan dokter pun keluar menemui keluarga.
"Bagaimana, Dok?"
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, walaupun pasien mengalami pendarahan dan penurunan pada hb-nya, sejauh ini keadaannya masih stabil kita akan menunggu pasien sadar setelah itu akan kita pindahkan ke ruang rawatan."
"Alhamdulillah."
__ADS_1
Semua yang mendengar penjelasan dokter pun mengucap rasa syukurnya.