MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode.41


__ADS_3

"Saat melakukan operasi kemarin saya terpaksa harus melakukan penyayatan yang cukup besar seperti orang melahirkan seksio sesarea itu dikarenakan perdarahan yang sudah terjadi di dalam sehingga menutupi hampir keseluruhan permukaan rahim. Semua itu saya lakukan agar memudahkan kerja dalam penanganannya, dan saat itu saya juga memastikan dan melihat keadaan tuba dan ovarium yang satunya Pak. Makanya saya bisa melihat kalau terdapat kista di ovarium yang kanan." Dokter SP.OG tersebut kembali menjelaskan.


Wafri tidak tahu harus berkata apa, dia masih saja tidak percaya dengan semua yang terjadi yang sangat begitu cepat. Kemarin ia mengetahui istrinya hamil tapi kehamilan itu harus diakhiri karena mengancam nyawa Yumna, saat ini ia mendengar bahwa selain istrinya baru menyelesaikan operasi ia mengetahui fakta bahwa Yumna memiliki miom di indung telurnya.


Wafri hanya bisa menarik napas kemudian menghembuskannya perlahan.


"Jadi bagaimana untuk kedepannya, Dok? apakah kami bisa ... bisa-"


Wafri tampak ragu untuk mengatakannya, ia bahkan terlihat menggigit bibir bawahnya dah meremas jari jemarinya. Dokter bisa memahami apa yang ingin Wafri katakan atau yang ingin Ia tanyakan.


"Saya mengerti keraguan dan ketakutan Pak Wafri saat ini. Sejujurnya dengan kondisi tuba yang sudah diangkat maka tersisa satu Tuba yang masih bagus, tapi saat ini di indung telur tuba yang masih bagus itu terdapat kista. Dari Sebagian besar kasus yang sudah ada dengan adanya kista ataupun miom itu akan mempersulit untuk terjadinya kehamilan, bahkan bisa sulit hamil," ucap Dokter Sp.OG.

__ADS_1


Wafri yang mendengarkan langsung tertunduk lemas dan lesu, dia bahkan tidak tahu harus berkata apa.


"Tapi Pak Wafri tidak perlu harus berpikir sampai sejauh itu, sekalipun ada satu persen kemungkinan ataupun peluang untuk hamil, itu tidak masalah karena bukankah kita masih mempunyai Tuhan, kita masih mempunyai Allah tempat kita mengadu dan tempat kita meminta. Walaupun hanya satu persen peluang kalau Allah berkehendak maka semua akan terjadi."


"Astaghfirullahaladzim."


Wafri segera beristighfar dan mengusap wajahnya.


Dokter pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Untuk saat ini dan sampai tiga atau enam bulan ke depan, bu Yumna jangan sampai hamil terlebih dahulu, agar keadaan rahim dan luka bekas operasi benar-benar sembuh. Di samping itu bu Yumna bisa terus meminum suplemen ataupun vitamin penyubur dan penyehat kandungan. Ini semua akan menjadi PR yang besar untuk Pak wafri, bagaimana pak Wafri menjelaskan kepada bu Yumna nantinya, agar bu Yumna tidak semakin emosional ataupun memikirkan hal ini sehingga berdampak pada kesehatannya," ujar Dokter panjang lebar.

__ADS_1


Wafri pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah, Dok. Kalau begitu saya permisi dulu dan kembali ke ruang perawatan istri saya."


Ternyata di luar ruangan tepatnya di depan pintu ruangan Dokter tersebut, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan antara Dokter dan Wafri yaitu Umi Hana. Niat hatinya ingin mengetahui perkembangan sang menantu tapi justru ia mendengar hal yang membuat ia sedih, di saat ia begitu mendamba cucu ia justru mendengar kenyataan bahwa kesempatan Yumna hamil itu sangat sedikit dengan rasa kecewa dan sedih yang begitu dalam.


Umi Hana berjalan lunglai meninggalkan tempat tersebut. Wafri keluar ruangan ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya kemudian menerbitkan senyum di wajahnya barulah ia berjalan menuju ruangan Yumna. Ketika tiba di ruangan Yumna ia mendapati sang istri yang sedang berbicara dengan Abinya yaitu kyai Asy'ari.


"Kenapa lama sekali Mas?" tanya Yumna.


Wafriavri pun tersenyum dan tidak langsung menjawab pertanyaan Yumna, melainkan menyalami tangan Kyai Asy'ari kemudian ia duduk di bangku di samping tempat tidur Yumna. Wafri melihat Yumna dan tersenyum. Di dalam hati Wafri sudah bertekad untuk tidak mengatakan apa yang dikatakan Dokter tersebut kepada Yumna untuk saat ini, ia akan menjelaskannya secara perlahan agar Yumna tidak syok sehingga emosinya tidak terganggu.


"Iya, tadi dokter menjelaskan bagaimana keadaan kamu dan memberitahu suplemen ataupun vitamin yang harus kamu konsumsi nantinya dan kamu juga dilarang untuk bekerja yang terlalu berat dan beraktivitas yang terlalu banyak, karena ingat kamu itu habis operasi, ada luka jahitan yang harus kamu rawat," ucap Wafri menjelaskannya dengan santai sembari menggenggam jemari Yumna.

__ADS_1


__ADS_2