
Wafri menunggu di luar ruangan sembari dokter melakukan pemeriksaan. Dia teringat kalau dia belum melakukan Shalat Zuhur. Segera Wafri menuju mushola rumah sakit dan melaksanakan 4 rakaat. Setelah Shalat ia segera menghampiri ruang IGD, dan kembali duduk dan menunggu hasil pemeriksaan istrinya.
"Ustad, bagaimana keadaan Mbak Yumna?" tanya mbak Siti yang menyadarkan lamunan Wafri.
"Mbak Siti, Astaghfirullah saya sampai lupa dengan Mbak Siti karena fokus dengan istri saya."
"Tidak apa-apa Ustad, saya mengerti. semoga Mbak Yumna segera pulih."
"Aamiin, makasih Mbak."
"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu Ustad."
"Terimakasih, Mbak Siti. Ini ada sedikit uang untuk ongkos pulang, Mbak," ucap Wafri sembari menyodorkan uang pada Siti.
"Tidak perlu, Ustad. saya ikhlas membantu dan Kebetulan saya sudah dijemput suami saya, kalau begitu sata pamit Ustad."
"Baiklah kalau begitu, Terima kasih sekali lagi."
Siti pun meninggalkan Wafri dan pulang kerumah. Sesaat kemudian dokter keluar dan memanggil Wafri.
__ADS_1
"Suami bu Yumna?"
"Iya saya, Dok."
"Kami sudah melakukan pengambilan darah dan pengecekan, hasil dari pemeriksaan tersebut ada dua hal yang ingin saya sampaikan kepada Bapak, pertama dari hasil pengambilan darah ditemukan terdapat adanya hormon HCG di mana hormon HCG itu adalah hormon yang terdapat pada ibu hamil, jadi kemungkinan Ibu Yumna ini sedang hamil tapi kehamilannya kemungkinan beresiko karena bu Yumna saat ini terus merintih dan merasakan sakit pada perutnya, dan yang kedua dari hasil pengambilan darah juga diketahui HB Bu Yumna itu turun dan keadaan pasien juga semakin lemah Oleh sebab itu kita akan melakukan transfusi darah, kita membutuhkan 3 kantong darah nanti pihak rumah sakit akan membantu mencari golongan darah jika kurang maka saya berharap Pak Wafri bisa mencari tambahan darah yang sesuai dengan golongan darah istri Bapak. Untuk selanjutnya Bu Yuna akan kita lakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG untuk memastikan apa benar Bu Yumna hamil atau tidak. Oleh sebab itu bapak bisa mendampingi bu Yumna untuk melakukan USG."
Wafri menganggukkan kepalanya dan ikut masuk ke dalam ruangan IGD tersebut. Wafri bersyukur dan merasa lega bisa melihat Yumna yang sudah sadar.
"Sayang," ucap Wafri yang menyentuh tangan Yumna kemudian mencium kening istrinya itu.
"Mas," ucap Yumna begitu lirih.
"Aku kenapa, Mas? Perutku sakit sekali aku tidak kuat, Mas," ucap Yumna yang merintih kesakitan.
"Sssttt ... tidak boleh berbicara seperti itu, ada Mas di sini, dan ada dokter juga. Kamu harus kuat Sayang," ujar Wafri menciun kening Yumna.
Kemudian dua orang perawat datang dan mendorong tempat tidur Yumna. Wafri terus mengikuti kemanapun Yumna di bawa, sampai di sebuah ruangan yang bertuliskan poli kandungan.
Yumna dan Wafri masuk ke dalam ruangan tersebut, dan di dalam sudah menunggu seorang dokter perempuan paruh baya.
__ADS_1
"Siang Pak, saya dokter spesialis kandungan yang akan memeriksa keadaan istri Bapak."
"Ya Dok silakan," ucap Wafri mempersilahkan pada Dokter tersebut.
"Kalau begitu kita akan mulai ya Pak, biar tidak membuang-buang waktu."
Wafri menganggukkan kepalanya, Dokter meletakkan gel di atas perut Yumna, kemudian melakukan USG. Beberapa saat Dokter terus menggerakkan alat di atas perut Yumna tapi sepertinya ia tidak menemukan apapun. Dia pun mengakhiri pemeriksaan USG tersebut.
"Pak ... Bu, saya dari hasil USG yang saya lakukan, say tidak menemukan adanya kantong hamil dalam kandungan bu Yumna, tapi dari hasil pemeriksaan darah dan keadaan umum pasien, saya mencurigai sesuatu, Pak. Kemungkinan istri bapak ini memang hamil, tapi dari hasil USG tidak kelihatan, ada kemungkinan terburuk yang ingin saya sampaikan, kemungkinan hamil yang terjadi ini adalah kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, untuk memastikannya saya akan melakukan sonografi ****** atau USG transvaginal."
Wafri menghela napas dengan berat, dia hanya bisa pasrah dengan apapun, yang terpenting baginya adalah keadaan Yumna. Wafri menganggukkan kepalanya, kemudian Yumna yang dibantu oleh perawat menekukkan kedua kakinya. Dokter kemudian melakukan USG transvaginal, setelah beberapa saat Dokter selesai melakukan pemeriksaan, dan Perawat kembali merapikan Yumna.
"Begini, Pak. Saya akan menjelaskan beberapa poin, dari hasil yang sudah saya dapatkan benar adanya kalau istri Bapak mengalami kehamilan ektopik bahkan ini adalah kehamilan ektopik terganggu atau yang sering disebut KET, terganggu di sini saya katakan karena ia sudah mengalami perdarahan yang disebabkan terjadinya pecah pada saluran tuba falopi. Jadi kehamilan tersebut terjadi di saluran tuba karena indung telur yang terus semakin membesar dan Tuba tidak dapat menampungnya maka terjadilah seperti ini. Jadi untuk menyelamatkan keadaan pasien kita tidak bisa menunggu lama dan kita akan melakukan operasi darurat karena juga sudah terjadi perdarahan di dalam."
Bagai tersambar petir Wafri terkejut mendengar pernyataan dokter.
"O-operasi, Dok?"
"Iya, kalau tidak kita lakukan segera maka keadaan pasien akan semakin memburuk. Seperti yang sudah disampaikan oleh Dokter di IGD tadi, kita juga akan melakukan transfusi darah, untuk jaga-jaga harap dipersiapkan keluarga yang bersedia untuk memberikan darah pada pasien khawatir darah yang dicarikan oleh pihak rumah sakit itu kurang."
__ADS_1