MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode. 59


__ADS_3

Umi Hana terdiam dan tidak berkutik dengan apa yang dikatakan oleh Kyai Asy'ari.


Wafri tiba di rumah dan segera masuk ke kamar, dia melihat Yumna yang tertidur. Wafri mengusap kepala Yumna dan mengecup keningnya, setelah itu Wafri masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Saat Wafri menutup pintu kamar mandi, Yumna membuka matanya. Ternyata, Yumna hanya pura-pura tidur saat dia mendengar Wafri membuka pintu kamar, Yumna tahu apa yang dilakukan suaminya, semua demi kebaikannya saat ini, Yumna tidak menyalahkan Wafri, dia hanya tidak menyangka dengan keadaan yang menimpa dirinya ditambah dengan ucapan Umi Hana yang meminta Wafri untuk menikah lagi dan memberikannya cucu.Yumna makin merasa dirinya tidak berarti.


"Astaghfirullahaladzim, kuatkan hamba Ya Allah." berkali-kali Yumna beristighfar dan meremas baju di dadanya. Beberapa saat kemudian Wafri keluar dari kamar mandi.


"Kamu sudah bangun, Sayang?" tanya Wafri.


Tapi Yumna hanya melihat Wafri sekilas kemudiam kembali melihat jendela.


"Mas tadi ada membeli makanan, Mas ambilin ya biar kamu makan, setelah itu bisa minum obat," ucap Wafri sembari menggunakan pakaiannya.


Walau tidak dijawab oleh Yumna, tapi Wafri tetap mengambilkan makanan. Setelah itu Wafri ingin menyuapi Yumna, Tapi Yumna menolaknya.


"Biar aku sendiri saja, Mas," ucap Yumna yang ingin bangkit dari tempat tidur.


"Kamu mau ngapain? kaki kamu masih sakit," ucap Wafri yang melihat Yumna bergerak.


"Aku ingin bersandar, Mas."


Wafri membantu Yumna untuk bersandar di sandaran tempat tidur. Wafri meletakkan nampan yang berisi piring dengan menu yang menggugah selera diatas paha Yumna. Tapi karena hati dan perasaan Yumna yang tidak baik-baik saja, membuat dia tidak berselera untuk makan. Yumna hanya mengaduk-aduk makanan tersebut.


"Kenapa tidak di makan? gak suka ya? atau mau yang lain?"


Yumna menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak lapar, Mas," ucap Yumna.


"Makanlah sedikit, Sayang. Karena kamu mau minum obat. Mas suapin ya ..., Mas yakin kalau Mas suapin Pasti enak," ucap Wafri sambil menggoda Yumna.


Yumna pun tidak menolak, saat Wafri mengambil makanan tersebut dari pangkuannya dan Yumna membuka mulutnya. Satu, dua suap pun berhasil masuk ke dalam perut Yumna.

__ADS_1


"Enak 'kan?" tanya Wafri.


Yumna tersenyum tipis mendengar godaan suaminya.


"Sudah Mas, aku sedang tidak selera."


"Baru juga dua suap, satu lagi ya."


Yumna menggelengkan kepalanya.


"Mas aja yang makan, aku sudah kenyang," tolak Yumna.


Wafri meletakkan nampan tersebut di nakas samping tempat tidur, kemudian Wafri memberikan obat dan vitamin untuk Yumna minum.


"Apa kamu ingin membersihkan diri atau mengganti pakaian, Dek? biar Mas Bantu.


Yumna pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Mas suami siap meladeni yang mulia Ratu," ucap Wafri menggoda Yumna.


Yumna tersenyum tipis dengan sikap Wafri.


Wafri menggendong Yumna dan membawanya ke kamar mandi. Kemudian mendudukkan Yumna di atas kloset.


"Mas keluar saja! aku bisa sendiri."


"No, Mas akan tetap di sini menemani kamu."


"Tapi aku malu, Mas," ucap Yumna yang menundukkan kepalanya.


"Apa yang harus kamu malu kan? karena Mas sudah lihat dan sudah merasakan semuanya," ucap Wafri menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Seketika muka Yumna memerah bak kepiting rebus mendengar ucapan Wafri. Akhirnya Yumna pun pasrah ditungguin Wafri di dalam kamar mandi. Setelah buang air kecil, Wafri membantu Yumna melepas pakaian dan mengelap badan Yumna. Wafri habya bisa menelan ludah, dan menahan napasnya.


"Ujian berat ... ujian berat, sabar Wafri," ucap Wafri dalam hati saat ia membersihkan tubuh Yumna.


Setelah tubuh Yumna selesai di bersihkan, Wafri memasangkan handuk dan kembali menggendong Yumna dan mendudukkan Yumna di tepi tempat tidur. Kemudian Wafri mengambil pakaian tidur untuk Yumna dan membantu Yumna kembali memasangkannya.


"Mas ... yang sakit itu hanya telapak kakiku, tanganku masih bisa bergerak, jadi biar aku sendiri saja yang memakai pakaian ini."


"Tapi Mas ingin membantu kamu, jadi kamu ga boleh protes."


Lagi-lagi Yumna hanya pasrah saat Wafri membantunya menggunakan pakaian. Tapi ada kenyataan lainnya, saat Wafri membantu Yumna berpakaian, berkali-kali ia menelan ludahnya melihat tubuh istrinya itu.


"Kenapa hanya dengan melihat tubuhnya saja, langsung seperti terkoneksi dengan baik dan ikut menegang bagian bawah ini," batin Wafri sambil menggelengkan kepalanya.


Yumna melihat perubahan pada wajah Wafri, dia merasa heran apa yang terjadi pada Wafri.


"Mas, kenapa wajah Mas jadi merah begini? apa Mas sakit? tapi gak panas," ucap Yumna sambil menempelkan tangannya di kening Wafri.


Wafri menggelengkan kepalanya. "Mas, baik-baik aja, hanya sedikit kepanasan mungkin AC nya kurang dingin," jawab Wafri berkilah.


Yumna mengernyitkan keningnya, karena menurutnya AC di kamar ini sudah cukup dingin. Wafri segera bergegas memakaikan pakaian Yumna.


"Oke, sudah beres. Kamu mau baring?"


"Tidak Mas, aku hanya ingin bersandar dulu."


"Baik, Kalau begitu Mas ingin ke kamar mandi dulu."


"Mau ngapain? bukannya Mas sudah mandi?" tanya Yumna heran.


"Hehehe biasa, ada urusan sebentar. Sepertinya air ledeng tersumbat," ucap Wafri segera berlalu.

__ADS_1


Yumna pun mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh suaminya tersebut.


__ADS_2