MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode 40.


__ADS_3

Pagi ini Yumna sudah berada di ruang perawatan, ia tersadar tadi malam setelah melakukan operasi, kemudian ia pun dipindahkan ke ruang perawatan. keadaan yumna jauh lebih baik dari sebelumnya, mukanya juga lebih cerah dan tidak pucat lagi.


"Sayang, kamu udah bangun? Gimana keadaan kamu pagi ini?" ucap Wafri yang melihat Yumna sudah bangun ketika iya keluar dari kamar mandi.


"Aku tidurnya lama banget ya, Mas? sepertinya ini udah pagi?"


Wafri pun berjalan mendekat ke tempat tidur, tidak lupa ia mengecup kening sang istri.


"Iya, ini sudah jam 08.00 pagi. Mungkin karena efek obat dan juga tubuh kamu yang masih lelah makanya tidurnya jadi nyenyak. Apa kamu mau sarapan? biar Mas suapin."


"Aku mau minum, Mas. Aku haus."


Wafri dengan sigap mengambilkan air putih dan membantu Yumna untuk minum.


"Sarapan yuk! biar Mas suapin, biar setelah itu kamu bisa minum obat."


Yumna mengangguk 'kan kepalanya. Dengan telaten Wafri menyuapkan Yumna makanan.

__ADS_1


"Mas, nggak sarapan?"


"Iya dong, nanti setelah ini Mas gantian sarapan. Kamu tenang aja," ujaw Wafri.


"Makasih ya Mas sudah dampingi Yumna, Mas pasti capek banget."


"Sssstt ... nggak boleh ngomong kayak gitu, Mas nggak pernah capek untuk dampingi dan ngurusin kamu. Mas senang bisa mengurusi kamu dengan tangan Mas sendiri, justru kalau kamu sakit begini Mas ikutan jadi sedih. Mas ingin kamu cepat sembuh dan ceria lagi."


Yumna tersenyum mendengar ucapan Wafri.


"Mas saat di USG kemarin, walau kondisiku sudah lemah dan kesadaranku juga menurun tapi aku bisa sedikit mendengar apa yang dikatakan oleh dokter. Saat itu aku mendengar bahwa aku hamil dan aku juga mendengar kalau akan dilakukan operasi. Sebenarnya apa yang terjadi, Mas? apa aku keguguran lagi?"


"Sebenarnya saat itu-"


'cekrek'


Seseorang masuk ke dalam ruangan Yumna, ternyata dokter yang menangani operasi Yumna kemarin dan juga seorang perawat.

__ADS_1


"Dokter? Silakan masuk, Dok!" seru Wafri saat melihat seorang dokter perempuan yang menangani operasi Yumna kemarin.


Dokter tersebut melakukan pemeriksaan pada Yumna.


"Alhamdulillah, keadaan bu Yumna sudah jauh lebih baik tinggal pemulihan saja. Kita akan memantau selama pemulihan di rumah sakit. Bagaimana bu Yumna? apa yang Ibu rasakan?" tanya Dokter tersebut.


"Hanya terasa ngilu di bagian perut Dokter dan sedikit pusing saja," jawab Yumna.


"Itu lumrah dirasakan bagi setiap orang yang selesai melakukan operasi, dengan teratur minum obat maka lukanya akan cepat sembuh dan keadaan bu Yumna akan juga segera pulih."


Yumna pun menganggukkan kepalanya pelan.


"Oh ya Pak Wafri, bisa ikut dengan saya ke ruangan sebentar. Karena ada yang ingin saya jelaskan."


"Oh iya, Baiklah Dok." Jawab Wafri.


"Sayang, kamu Mas tinggal sebentar ya. Mas mau ke ruangan Dokter dulu."

__ADS_1


Yumna pun menganggukkan kepalanya. Kemudian Wafri mengikuti Dokter tersebut ke ruangan beliau.


"Silakan duduk Pak Wafri, begini Pak Wafri, saat melakukan operasi darurat kemarin seperti yang saya bilang sebelumnya kalau operasi tersebut dilakukan karena terjadinya kehamilan ektopik terganggu atau yang sering disebut KET di mana kehamilan itu terjadi di saluran tuba tepatnya pada Tuba di sebelah kiri dan berakibat pecah, Akibat pecahnya saluran tuba tersebut terjadinya perdarahan di dalam dan itu semua Alhamdulillah berhasil kita lakukan dan kita tangani. Tapi ada satu hal yang harus Bapak tahu, saat saya melakukan operasi kemarin saya menemukan adanya miom di indung telur sebelah kanan bu Yumna tapi miom itu saat ini masih berukuran kecil, saat saya melakukan USG transvaginal miom itu tidak kelihatan dikarenakan rongga di rahim yang sudah dipenuhi oleh darah. Dan kemarin saya tidak bisa melakukan pengangkatan pada miomnya karena keadaan bu Yumna yang tidak stabil, untuk ke depannya bu Yumna harus benar-benar menjaga pola hidup baik dari segi makan, istirahat emosi itu semua harus baik aga miom yang ada sekarang tidak semakin besar."


__ADS_2