MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode. 47


__ADS_3

Setibanya di rumah Yumna lebih banyak diam. Sejak kejadian tersedak saat makan tadi Yumna tidak begitu ceria dan tidak begitu banyak mengeluarkan kata apapun.


Wafri pun mendekati Yumna yang sedang membuka kerudungnya.


"Sayang, kamu kenapa? Mas lihat dari tadi kamu lebih banyak diam. Kamu kepikiran dengan ucapan Umi ya?" tanya Wafri.


Yumna menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, Mas. Aku hanya capek pengen istirahat," ucap Yumna.


"Kamu yakin tidak ingin cerita dengan Mas?"


"Benar Mas, aku tidak apa-apa. Oh iya Mas minggu depan aku mulai kuliah ya Aku tidak ingin jauh tertinggal dengan mata pelajaran. Aku juga bosan kalau di rumah terus Mas," ucap Yumna mengalihkan pembicaraan.


"Oke, Yang penting kamu hati-hati dan jaga kesehatan. Oh ya sayang, besok kita jadi ke dokter?"

__ADS_1


Yumna menganggukkan kepalanya, setelah mereka berdua membersihkan diri mereka pun naik ke tempat tidur untuk beristirahat.


Keesokan harinya setelah sarapan Yumna dan Wafri bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Setelah semuanya siap mereka berdua segera menuju rumah sakit tempat mereka akan berkonsultasi dan Yumna memilih berkonsultasi dengan Dokter SPOG yang kemarin menangani operasinta.


Selain beliau adalah dokter perempuan, Beliau juga adalah dokter yang sudah mengetahui riwayat keadaan Yumna. Saat tiba di rumah sakit mereka menunggu di depan poli kandungan. Berapa saat mereka menunggu, akhirnya tiba giliran Yumna. Yumna dan Wafri pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Halo ... selamat pagi, apa kabar Bu Yumna?"


"Alhamdulillah, baik Dokter."


"Masya Allah, Dokter bisa saja memujinya."


"Jadi ada apa datang ke sini? apa vitaminnya habis?"


Yumna menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Begini Dokter, kami datang ke sini ingin konsultasi mengenai kontrasepsi yang aman atau yang cocok untuk istri saya," ucap Wafri.


"Oh ... seperti itu. Baik, begini Bu Yumna dan Pak Wafri, melihat riwayat Bu Yumna yang sebelumnya mengalami kehamilan luar kandungan dan juga ada luka bekas operasi memang sebaiknya dilakukan jarak untuk kehamilan berikutnya, agar keadaan rahim tersebut benar-benar siap untuk menerima kehamilan selanjutnya. Mengenai kontrasepsi itu masing-masing ada plus dan minusnya, karena di dalam kontrasepsi tersebut ada hormon buatan jadi itu pasti akan mempengaruhi hormon di dalam tubuh seorang wanita. Dari keadaan bu Yumna sendiri, menurut saya kontrasepsi yang cocok itu adalah suntik 3 bulan ataupun ****** dengan risiko yang sangat minimal untuk keadaan Bu." Dokter SPOG tersebut menjelaskan kepada Yumna dan Wafri.


"Lalu bagaimana dengan suntik 3 bulan Dokter? bukankah itu juga ada hormon buatan di dalamnya?"


"Iya benar, tetapi di dalam suntik 3 bulan itu ada namanya hormon progesteron. Nah hormon progesteron tersebut itu memiliki risiko yang minim terhadap keadaan rahim Bu Yumna. Maksud saya di sini, itu lebih baik daripada jenis kontrasepsi yang lainnya dengan hormon yang bisa mempengaruhi atau memperburuk keadaan rahim Bu Yumna."


Yumna hanya mengganggukan kepalanya.


"Terima kasih Dokter atas informasinya, sekarang kami mengerti. Untuk selanjutnya kami akan memutuskan ingin memakai kontrasepsi apa setelah kami berdiskusi lagi," ucap Wafri.


Yumna yang mendengar perkataan Wafri hanya tersenyum tipis. Saat keluar dari ruang praktek Dokter, Wafri merasa lega karena sang Dokter ternyata bisa diajak bekerja sama.


Ya sekedar informasi, kemarin pulang dari toko Wafri singgah ke Rumah sakit dan menemui Dokter. Wafri minta tolong kepada Dokter agar tidak memberitahu keadaan penyakit Yumna karena hingga saat ini Yumna belum mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2