MASYAALLAH, CINTA

MASYAALLAH, CINTA
Episode. 46


__ADS_3

Hari ini Yumna dan Wafri akan makan malam bersama di rumah Kyai Asy'ari dan Umi Hana. Sebelum shalat Magrib mereka sudah sampai di kediaman Kyai Asy'ari. Wafri dan Yumna langsung masuk dan menyalami Abi yang duduk diruang tamu.


"Umi mana, Abi?" tanya Yumna.


"Umi mu ada di dapur, temui saja ke dapur, Nak."


Yumna menganggukkan kepalanya, kemudian dia berjalan menuju dapur.


"Assalamualaikum, Umi." ucap Yumna sambil menyalami Umi Hana.


"Waalaikumsalam," jawab Umi Hana.


"Umi lagi masak apa? Yumna bantu ya,"


"Ini tinggal bikin sambal terasi dan goreng tempe. Kamu goreng tempenya aja biar Umi yang bikin sambal terasinya."


Yumna mengganggukan kepalanya. "Siap, Umi." dengan sigap Yumna menggoreng tempe yang di bilang Umi Hana tadi.


Di sela-sela Yumna menggoreng tempe, Umi Hana pun bertanya pada Yumna.


"Yumna, bagaimana keadaan kamu?"


"Alhamdulillah baik, Mi."

__ADS_1


"Berarti sudah bisa program hamil lagi dong,"


Yumna yang mendengar perkataan Umi Hana menelan ludah yang terasa berat dan hanya tersenyum tipis, dia tidak menjawab apapun.


"Umi sudah tidak sabar segera memiliki cucu, yang kemarin tidak jadi tidak masalah berarti belum rezeki, semoga segera bisa mendapatkan rezekinya kembali," ucap Umi Hana bersemangat.


Lagi-lagi Yumna hanya tersenyum tipis tidak menjawab apapun.


"Kamu tahu 'kan Yumna, kalau Umi hanya memiliki Wafri seorang, jadi pastinya Umi ingin Wafri memiliki kketurunan.Kalau bisa tidak hanya satu, mungkin dua tiga atau lebih."


Yumna yang mendengar ucapan Umi Hana hanya menggenggam sendok penggorengan itu dengan kuat. Dia tahu selama ini mertuanya tersebut begitu menginginkan kehadiran seorang cucu, tapi apa boleh dikata dia pun tidak bisa menentukan takdir. Sejujurnya dia juga menginginkan kehadiran seorang anak, tapi dengan kondisinya saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan pada mertuanya, kalau dia dan Wafri Berencana untuk memasang kontrasepsi. Pastinya mertuanya akan begitu sangat kecewa.


"Ada lagi, Umi? biar Yumna bantu."


"Sudah selesai, kamu pindahkan saja semua menu ini dan piringnya-piringnya ke atas meja makan."


"Baik, Mi." Yumna melakukan apa yang diperintahkan oleh mertuanya.


Sepeninggal Yumna, Umi Hana yang tadi sedang mengulek cabe menghentikan kegiatannya. Dia menarik nafas kemudian membuangnya.


"Maafkan Umi Yumna, Umi hanya manusia biasa yang begitu menginginkan seorang cucu. Umi harap kamu benar-benar bisa memberikan Umi seorang cucu sebagai penerus dari keluarga ini."

__ADS_1


Azan maghrib berkumandang. Wafri dan Abinya bersiap untuk menuju Masjid, sedangkan Yumna dan Umi Hana tetap di rumah untuk melaksanakan ibadah shalat maghribnya di rumah. Setelah melakukan shalat Magrib Wafri dan Kyai Asy'ari kembali pulang ke rumah. Tiba di rumah mereka langsung menuju meja makan.


"Wwah ... semua yang tersedia makanan kesukaan Wafri nampaknya," Ucap Wafri senang.


"Tentu saja, kalau begitu ayo kita makan," ucap Umi Hana.


Kiai Asy'ari, Umi Hana, Wafri dan Yumna duduk di bangku Mereka masing-masing. Umi Hana mengambilkan makanan untuk Kyai Asy'ari. Begitu juga dengan Wafri yang piringnya sudah diisi oleh Yumna. Mereka pun langsung menikmati makanan mereka masing-masing.


"Yumna, Umi lihat tadi kamu sibuk di dapur. Apa kamu tidak shalat?"


Yumna menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Umi. Yumna lagi berhalangan."


"Oh ... berarti selesai halangan ini kamu masa subur dong, semoga kamu segera hamil lagi ya."


"Uhuuukk ... uhuuukk ..." Yumna yang sednag menelan makanan langsung tersedak.


Wafri segera mengambilkan air putih dan memberikannya kepada Yumna. Yumna meminumnya perlahan, sednagkan Wafri membantu mengusap punggung Yumna.


"Umi tidak usah membahas masalah itu, kita bahas yang lain saja ya," ucap Kyai Asy'ari.


"Emang apa salahnya si, Abi. Umi 'kan hanya menyampaikan pendapat, salahnya di mana?" Kyai Asy'ari hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sang istri.

__ADS_1


"Umi, Insya Allah kalau sudah waktunya semua pasti terjadi. Tapi untuk saat ini kami lebih mementingkan kesehatan Yumna karena Yumna juga baru selesai operasi. Jadi kami ingin keadaan atau luka operasi Yumna benar-benar sembuh terlebih dulu."


__ADS_2