
"Neneeeek.....!!!!" Teriak Elia sambil berjalan menuju Rose dan Zeni.
Rose yang melihatnya pun merasa senang.
Mereka saling berpelukan,,
"Nenek ayo kita jalan-jalan ke mall,," pinta Elia dengan manja.
"Baiklah,,ayo Zeni,," jawab nenek.
"Hmmm, serius tidak pulang kerumah dulu? Dengan pakaian saya yang seperti ini?" Tanya Zeni..
"Tidak masalah, sekalian nanti kita belanja kebutuhan kalian" jawab Rose.
Zeni pun nampak bersemangat ("hiihiii kapan lagi dapat traktiran begini").
.
..
...
"Bos, target sudah keluar, namun ada yang menjemputnya."..
"Batalkan saja dulu, lakukan semua dengan mulus tanpa jejak,,"
"Baik"..
"bagaimana dengan paketnya? Apakah sudah dikirim ke penerimanya?"..
"Semua sudah dijalankan sesuai rencana bos"..
"Bagus"..
("sebelumnya sangat mudah bagiku untuk melakukan sesuatu, kenapa sekarang kau mengacaukannya, hati dan fikiranku sulit disatukan lagi, kau, kau,,, seharusnya tidak termasuk dalam rencanaku, seandainya dua tahun lalu, kau tidak muncul dihadapanku, maka aku tidak perlu mencintaimu seperti ini,, Uuch! Kenapa merepotkan sekali")..
.
..
...
Zeni, Elia dan Rose sedang bersenang-senang di sebuah mall, tiba-tiba..
Drriiit,,drriiiiiit,driiiiit,,, (ponsel Rose)
("Halo bu, kunci yang Qei minta tadi pagi, sampai saat ini masih belum sampai?")..
"Ooch Qei, ibu lupa nak, ini ibu akan ke kantormu, tunggu sebentar, sekitar lima belas menit, kebetulan ibu ada di mall Lotre, tak jauh dari kantormu.." jawab Rose.
("Biar Qei kirim orang untuk mengambilnya kesana? Jadi ibu tidak perlu repot-repot kemari..")..
"Ech, jangan (jika ada yang diutus kemari, kemungkinan dia akan tahu mengenai Elia), ibu saja yang kirim orang kekantormu" pinta Rose.
("Baiklah kalau begitu")...
Rose bingung hendak mengutus siapa, akhirnya pandangannya tertuju pada Zeni.
Zeni pun sudah mulai curiga...mereka pun saling pandang..
"Hmmmm,, Zeni bisa bantu tante?" Tanya Rose.
" Apa maksud tante bawa barang ke Tuan Qei? Aach jangan donk tan,, Zeni takut" Zeni sedikit cemberut,,
"Jangan takut, nih sana kamu ganti dress yang tante belikan,, Qei tidak akan marah-marah lagi" ucap Rose.
__ADS_1
"apa hubungannya dress dengan mengantar barang?" Tanya Zeni.
"Sudah pakai saja, kasian Elia, dia masih ingin bersama tante, iya kan Elia (Rose main mata dengan Elia)"..
"Iya betul, kau saja yang antar barangnya ke kantor ayah, heeheee... Kan sudah di traktir banyak sama nenek .. mau ya?" timpal Elia.
"Ya lah, ya lah,, aku juga,, huuuuuchh" Zeni sedikit kesal.
Zeni pun menurut dan segara mengganti pakaiannya.
Rose dan Elia melakukan tos berdua, seakan rencananya berhasil.
"Sayang, bagaimana jika Zeni suatu saat menjadi ibumu ? Tanya Rose kepada Elia.
Elia tersenyum "tapi Zeni terlalu bodoh dan ceroboh nek, hiihiii aku khawatir, ayah tidak akan tahan"..
Rose dan Elia nampaknya sangat bahagia, jika Zeni bisa menjadi bagian dari keluarga mereka.
.
..
...
Zeni masuk kedalam ruangan yang dijaga penuh pasukan.
Semua orang menatap Zeni.
Tempat itupun jadi heboh, karena kedatangan Zeni,,
"Kenapa gadis secantik itu, berkeliaran ditempat seperti ini"
"Wow!!! Siapa dia, cantik sekali.."
"Pasti bidadari dari langit yang diutus kemari..Ahaa,haaa,,"
Zeni mengabaikannya ("kenapa tante menyuruhku memakai dress mini seperti ini, membuatku malu saja, uuch" gumam Zeni).
"Permisi, saya ingin mengantar barang untuk Tuan Qei dari Nyonya Rose,,"
"Tunggu sebentar"
Disisi lain ada beberapa prajurit yang sedang berbincang,,
"Paket dari mana itu?"..
"Entahlah, sudah ada sejak tadi pagi, tapi belum ada yang memindahkannya, mungkin ada yang lupa membawanya, lebih baik kita pindahkan saja keruang resepsionis, agar tidak hilang,,"
Paket itupun dipindahkan di meja resepsionis, di dekat Zeni berdiri,, tak sengaja Zeni pun melihatnya dengan tembus pandang, dan..
"BOOOMMMMMM!!!!!! Itu Bom,,!!! Waaaach,, bagaimana ini, aku tak mau mati disini, Aaaaach, Lariiiiiiii,,,!!!" Zeni teriak panik sambil berlari.
Petugas membunyikan alarm darurat.
Kemudian Zeni kaget, tiba-tiba dia di seret paksa dan dikelilingi senapan di kepalanya, ada lebih lima belas pasukan bersenjata lengkap yang mengelilinginya.
Zeni tersungkur melihat sekeliling, dia mengangkat tangan dengan ketakutan,, dan bertanya "ada, ada apa ini..?"
Kemudian dari belakang Zeni, ada yang memberi tembakan bius, Zeni pun tidak sadarkan diri. Dia dibawa keruang interogasi, tangannya diborgol, masih dengan keadaan tidak sadar..
BYUUUUURR,,, (suara air yang disiramkan kepada Zeni).
"Hei, Nona bangun!!"
Zeni melihat dalam keadaan samar, dan sedikit pusing,, setelah beberapa detik, dia baru sadar sepenuhnya,,
__ADS_1
("Ok, kita ingat-ingat lagi,, awalnya aku hanya ingin membantu tante Rose, dan kemudian aku melihat Bom, aku memperingatkan mereka dan sekarang mereka menangkapku,, lalu mereka akan menganggapku sebagai terosis, mereka akan menyiksaku, selama aku tidak mempunyai bukti, heech,,kenapa selalu begini,,,!!! Huuu,,huuu,huuu,,,") Zeni berbicara sendiri di dalam hati.
.
.
..
"Segera periksa apa yang terjadi, ada keributan apa dibawah?!" Perintah Qei, dari dalam ruangannya.
"Lapor pak, di duga ada seorang penyusup yang membawa bom, ada seorang wanita cantik, sexy, menggemaskan dan idaman semua kaum pria, yang mencurigakan di tempat kejadian, namun sudah di amankan dan saat ini sedang dalam proses interogasi" jawab ajudan sambil menelan ludah.
Qei, mengkrenyutkan dahinya mendengar laporan seperti itu "hmmm, och, baiklah, segera buat laporan untukku mengenai hasil interogasinya" jawab Qei.
("memangnya secantik apa gadis itu, sampai harus menyampaikannya seperti itu..") gumam Qei sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
..
"Nona, kami tidak akan melakukan kekerasan jika kau mau bekerja sama, tolong jawab dengan benar, anda disuruh oleh siapa? Dan apa motif anda"
"Sudah kubilang aku kemari ingin mengantar barang dari Nyonya Rose untuk Jendral Qei..kalau tidak percaya, lihat saja di dalam tas ku,," jawab Zeni kesal.
"Ini tidak cukup bukti Nona, hanya sebuah kunci, anda pun tidak membawa identitas diri.."
"Aaaagrhhh,, kalau begitu panggil saja Jendral kalian kemari!!!! Kuberitahu ya! Kalau sampai Nyonya Rose tahu, kalian memperlakukanku seperti ini, habislah kalian!!!" Ancam Zeni.
Mereka nampak mulai gelisah dan bingung,,tapi,,,"eech, memangnya anda siapa?!"..
Zeni pun mulai bingung juga ("oiya, aku siapa ya?"),,
"Hmmm,,aku tunangannya Jendral Qei, kalau tidak percaya, suruh jendral kalian kemari, dan lihat saja apa yang terjadi pada kalian jika jendral tahu, kalian memperlakukanku seperti ini!" Zeni mulai bersandiwara.
Mereka pun mulai ketakutan,,
"ech, sepertinya betul lah apa yang dia bilang, lagipula dia juga sangat cantik, sepertinya memang betul, dia tunangan Jendral"
"Kalau begitu cepat lepaskan borgolnya"
Mereka berbisik satu sama lain, dan segera melepaskan borgol yang ada ditangan Zeni.
"Hmmm,, maaf nona ini hanya salah paham saja, anda tahu sendiri, kami harus selalu waspada dalam segala hal, tolong jangan laporkan kami ke jendral yang bukan-bukan hee,heee,, anda sangat cantik hari ini,, (sambil membuka borgol)"
"Aach sakitnya,, tuch kan, aku juga basah ni, huuu,huu,," Zeni mulai berulah.
"Akan saya bawakan handuk, nona tenang saja" bergegas.
"Aaaach,, aku juga haus"
"Akan saya ambilkan minum"
"Aduuch, kakiku terkilir, bagaimana ini"
"Saya bantu pijat nona"
"Mana jendral kalian?"
"akan segera kami panggilkan"
"Cepat!!"
"Ba,,ba,,baik!"
.
__ADS_1
..
...