
******
Laki laki tadi mulai meninggalkan bulan sendirian. Melajukan montornya membelah keramaian kota. Pikirannya berterbangan, malayang layang membayangkan nasib wanita yang hampir ditabraknya tadi. Entah mengapa rasa iba muncul menghantui pikirannya. Ibunya selalu mengatakan bahwa sejelek jeleknya kelakuan Dan kepribadian seorang Wanita dia harus tetap menghargainya, Karena disetiap wanita menyimpan sejuta kisah untuk menghidupkan detak jantung kedua di dalam tubuhnya. Tapi apa iya wanita tadi pantas untuk Di tolong. Pikirannya benar benar tidak bisa membuatnya fokus berkendara, hingga akhirnya dia berbalik arah menuju tempat wanita tadi Berada
Sampai disana dia terkejut dengan tingkah laku wanita tadi. Dia berkelahi seperti layaknya pendekar di film action. Kakinya melayang layang di udara menendang berandalan itu, dan dalam satu tendangan saja mereka terjatuh. Entah apa yang dimakan wanita itu hingga tenaganya menjadi kuat seperti itu. Meninju wajah mereka seperti memukuli Bantal saja.
Baru saja dia tadi berbicara dengannya, tapi wataknya yang tadi dengan yang sekarang benar benar berbedi. Tadi dia benar benar seperti wanita pada umumnya. Anggun dan lembut, tatapan matanya memancarkan kecantikan. Apa lagi lesung pipitnya! astaga.. manisnya sangat lumerr untuk terus dipandang.
Ah tidak tidak...
hanya wajahnya saja yang cantik dan manis, tapi dia sangat konyol. Bagaimana bisa dia berfikiran kalo laki laki tampan itu adalah malaikat. Dan dia menganggap gua malaikat pencabut nyawa! hah yang benar saja, setampan ini dibilang malaikat pencabut nyawa. Benar benar wanita tengil menyebalkan. Kenapa tidak bilang Saja seperti pangeran atau raja mungkin yang lebih Bagus dan enak di dengar.
Laki laki tadi terus memandanginya, hingga pandangannya terhenti ketika melihat seorang laki laki lain mulai berdiri dan mengambil sebongkah kayu yang tergeletak dipinggir jalan. Dia mengambilnya, kemudian berjalan mendekat dengan wanita itu. Laki laki tadi mulai turun dari montornya menuju ke arah wanita itu.
*********
.
.
.
.
"BRUUKKK"
Berandalan yang memegang kayu itu tersungkur dengan posisi tengkurap, tepat di samping bulan berdiri. Bulan terheran melihat berandalan itu bisa tengkurap di dekatnya. Bulan mecoba menoleh ke arah belakang, dia melihat laki laki yang hampir menabraknya tadi berdiri dibelakangnya. Tanpa aba aba dan komando, laki laki tadi menarik tangan bulan dan berjalan menuju montornya. Berandalan lain mecoba menghadang jalan mereka. Laki laki tadi reflex memeluk tubuh bulan dari belakang dan mengayunkannya ke arah berandalan itu.
"tendang mereka." pinta laki laki tadi. Bulan pun mengikuti perkataannya.
"BRUUKKK"
"BRUUKKK"
"BRUUKKK"
Mereka bertiga jatuh tersungkur tak berdaya. Laki laki tadi melepas pelukannya Dan menurunkan bulan lalu kembali menuju montornya. Bagaikan melihat Film action yang romantis bukan haha..
Sepasang pendekar yang kompak berkelahi 😂😂
Dia kembali berjalan dengan langkah cepat, hingga kaki bulan yang tak sebanding dengan kakinya pun berjalan dengan sedikit berlari. Sampai didepan montor Dia menaiki montornya, sedangkan bulan masih berdiam diri dengan rasa bingungnya. Dia mencoba mencerna apa yang terjadi pada laki laki yang ada di depannya ini tadi. Bukankah laki laki ini tadi sudah pergi meinggalkannya, lalu kenapa Dia bisa kembali lagi, apa Dia melupakan sesuatu.
Ya,,, dia pasti melupakan sesuatu. Melupakan bahwa Ada seorang wanita cantik yang membutuhkan bantuannya. Membutuhkan pertolongannya. Pikiran itu terus berlarian di kepala bulan.
"ah kenapa laki laki ini kembali? Katanya GA peduli tapi malah kembali. Dasar laki laki aneh." gumam bulan dalam Hati.
"hey wanita, apa kau akan terus memandangi pria tampan ini. Apa kau ingin mereka menangkap wanita mungil yang sedang berdiri ini!! cepat naiklah, sebelum gua berubah pikiran!!!" seru laki laki tadi dengan nada tinggi.
__ADS_1
Lagi lagi bulan menuruti perkatannya. Dia pun menaiki montor tersebut. Dan montor pun mulai menyala, memutar arah yang seharusnya dilalui Bulan. Bulan pun mulai tersadar dan bertanya tanya. Karena ini bukan jalan menuju ke arah rumahnya.
"hey.... kita mau kemana?" Tanya bulan..
"hey.. kenapa kau hanya diam Saja? kau...kau tidak akan menculikku bukan?" sambungnya lagi dengan gugup.
"Diamlah!! kau Benar benar sangat berisik." timbal laki laki tadi.
Bulan pun mulai diam dan mengikuti perkataannya. Mereka melewati gedung yang digunakan bulan dan teman temannya untuk mengadakan party tadi. Mereka melaju ke arah perbatasan kota. Montor itu mulai menepi Di perempatan jalan yang sepi. Padahal jalan dari arah yang berbeda sangat ramai. tapi kenapa jalan menuju ke arah rumahnya sepi. Bahkan biasanya ditengan malam sekali pun jalan ini tetap ramai hingga pagi menjelang. Sedangkan sekarang baru pukul sebelas malam tapi jalan ini begitu sepi.
"Jangan terlalu banyak berfikir. Itu akan menimbulkan banyak keriput diwajah. Apa elu ingin terlihat lebih tua?" Kata laki laki tadi
"gua hanya heran saja, kenapa jalanan didepan sangat ramai, tapi disini sepi dan kenapa kita berhenti disini" Kata bulan.
"Apa kau masih tidak Sadar. Lihatlah tulisan diseberang!" pinta nya.
bulan pun mengikuti arah yang dituju laki laki itu.
"sedang ada perbaikan jalan. Jalan dialihkan menuju arah kota. maaf jika perjalanan anda terganggu. " bulan membaca tulisan itu dengan sangat pelan hingga kemudian dia menghembuskan nafas dengan kasar.
"ahh pantas saja tidak ada taxi yang lewat. Kenapa teman teman tidak ada yang memberitahu gua sih!! Bener bener keterlaluan nih!!" umpat bulan dengan kesal.
"Tapi kenapa tadi lu lewat Sana kalau tau jalan ditutup?" Tanya bulan yang masih Heran.
"Dimana rumah lu. Gua anter." Tanya laki laki itu memindahkan topik pembicaraan.
"katakan dimana?" teriaknya dengan nada ketus.
"kompleks bunga geulis 3 residence no 12." Kata bulan dengan datar.
Tanpa pikir panajang, Montor pun menyala dan melaju menuju rumah bulan.
"tinggal di kompleks perumahan elite, tapi nungguin taxi. bener bener wanita aneh." gumam nya dalam hati.
*************
Waktu berjalan begitu cepat. Jalan yang ramai tidak membuat mereka merasa berasa. Mereka berdiam diri dalam kebisuan mereka masing masing. Entah apa yang mereka pikirkan author tidak tau hehe..
Mereka pun sampai didepan kompleks. Bulan mebuka sling bag nya untuk mencari ID card tanda pengenal. Dia mulai mencari kedalam tasnya tapi tidak menemukannya. Dia mencoba mencari kembali tapi masih tetap tidak ada. Akhirnya dia mulai menghela nafas berat. Mungkin Id card nya tertinggal dirumah.
"hey... sepertinya ID card gua tertinggal dirumah. Kita tidak bisa masuk tanpa itu. Coba majukan sedikit montor ini, biar gua coba bicara sama satpam." pinta bulan. Dan montor pun beehenti Di depan post satpam utama.
"permisi paak, sebelumnya saya Minta maaf sudah menggangu waktu bapak. ID card saya mungkin tertinggal dirumah, jadi tolong Cari Data saya agar saya bisa segera masuk ke dalam dan beristirahat." pintaa bulan pada penjaga keamanan.
Awalnya para penjaga tidak percaya dengan bulan, hingga akhirnya mereka memberikan bulan pertanyaan pertanyaan yang begitu detail tentang keluarganya. hingga akhirnya salah satu penjaga yang baru datang dari Ronda mengenal bulan dan mempersilahkannya untuk masuk.
"Loh Nona bulan. Kenapa malam malam main kesini non?" Tanya salah satu satpam.
__ADS_1
"habis dari party pak rudi, tapi bulbul lupa GA bawa ID card jadi GA bisa masuk. Tadinya kesini suruh nyari database nama aku biar pembatasnya dibuka, tapi malah nanya mulu mereka berdua." jawab bulan dengan kesal.
"astaga kalian!!" geram pak rudi pada bawahannya.
"maaf ya Nona, mereka baru disini jadi belum menghafal semuanya. Sekali lagi saya Minta maaf non." pinta pak rudi seraya membukakan pagar pembatas.
"saya GA Marah kok pak. terima kasih. pak." jawab bulan, meninggalkan ruang satpam setelah itu melaju rumah paling ujung yang sudah di tunjuk bulaan.
Akhirnya mereka sampai juga. Berhenti didepan sebuah rumah tanpa pagar pembatas. Rumah bercat putih Dan Ada bebatuan alam yang menghiasinya.
"rumah ini besar, tapi kenapa pemiliknya memilih naik taxi dibanding menggunakan Mobil sendiri, lihatlah ada dua Mobil bertengger Di garasi Sana." batin laki laki tadi.
Bulan sudah turun dari montornya dan mengucapkan banyak terima kasih Karena sudah menolong dan mengantarnya pulang, walaupun harus ada sedikit drama tadi.
"makasih ya." ucap bulan.
"iya, gua pamit dulu." pamitnya seraya menggunakan helm kembali.
"eh iya lupa,, kenalkan gua bulan. Biasanya orang orang manggilnya bulbul." ucap bulan memperkenalkan dirinya sambil menjulurkan tangan kanannya.
"gua henky." membalas uluran tangan mungil itu.
"hati hati ya, oh ya ini kartu nama gua mungkin suatu saat butuh bantuan. jangan sungkan sungkan untuk menghubungi." Kata bulan
"OK,, thanks." laki laki tadi yang tak lain bernama hengky itu pun pergi meninggalkan bulan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1