
Hampir delapan jam kereta yang ditumpangi bintang dan matahari dari Yogyakarta menuju jakarta sudah sampai dengan selamat. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu.
"Matahari, bangunlah kita sudah sampai. " Ucap bintang sambil menepuk lembut pipi matahari.
Matahari pun mengerjapkan matanya perlahan.
"Kenapa cepat sekali? Jam berapa sekarang? Baru beberapa menit aku tertidur. Sekarang sudah sampai, huftt!" Celoteh matahari dengan wajah yang masih sembab akibat menangis semalam.
"Kau ini.. Tidur sudah berjam jam bilang baru beberapa menit! ck... Dasar kebo! " Gerutu bintang pada matahari.
"Masa? Kenapa aku tak mengingatnya 🤔 ,memang jam berapa sekarang? " Tanya matahari dengan heran.
"Jam setengah satu malam. Sudahlah tak usah dipikirkan. Ayo turun aku akan menelpon supir rumah dulu untuk menjemput kita. " Kata bintang
"Baiklah. " sergap matahari mengikuti bintang dari belakang.
Mereka mulai berjalan keluar gerbong dan menuju ruang tunggu. Mendudukkan tubuhnya sebentar dikursi tunggu. Mencoba menelfon orang rumah berkali-kali tapi tidak ada yang menjawabnya. Bintang pun mulai kesal dan mengerutu dalam batinnya, menyumpah serapahi mereka yang tertidur pulas dengan hikmatnya, sampai tidak bisa mendengar ada telfon berkali-kali darinya.
Akhirnya Mereka berdua memutuskan untuk mencari taxi. Tapi nihil, tak ada satu taxi pun yang berada di parkiran. Keheningan dalam tingkat emosi pun tercipta diantara mereka. Antara lelah dan emosi menjadi satu. Pada akhirnya pun mereka memutuskan untuk menginap di hotel terdekat dengan stasiun. Mereka berjalan kaki menyusuri trotoar dan meninggalkan stasiun.
*********
Mercure Sabang
jl. H Agus salim no.11
Sekitar satu setengah kilo mereka berjalan kaki, hampir lima belas menitan mereka sampai di depan hotel yang akan mereka sewa untuk semalam dan akan pulang kerumah besok pagi. Jarak stasiun ke rumah memang cukup lumayan jauh, membutuhkan waktu hampir satu Jam lebih jadi mereka memutuskan untuk menginap Di hotel dulu.
Sampai di resepsionis mereka meminta menyewa kamar untuk penginapan semalam, tapi betapa sialnya mereka kehabisan Kamar single. Tapi Masih ada sisa satu kamar double bad. Setidaknya mereka bisa menginap semalam walau harus sekamar. Walaupun mereka sepupu tapi tetap saja mereka adalah dua manusia yang berbeda gender, siapa tau aja khilaf hehe
Berjalan beriringan Dan sambil berpegangan Tangan, itulah yang dilakukan mereka. Dan tibalah mereka di Kamar tersebut.
Ceklek..
Suara Pintu terbuka. Mereka pun langsung merebahkan tubuh mereka diatas Kasur masing-masing. Ada dua tempat tidur disana, satu sofa singgle long yang bisa digunakan untuk tidur, Dua nakas disebelah kanan dan Kiri tempat tidur, dua sofa untuk tamu Dan ada juga meja kecilnya. Disini juga terdapat kamar mandi yang terhubung dengan sebuah lemari dan ruang ganti. Dari luar terlihat kecil, tapi dalamnya lebar juga. Matahari lebih memilih tidur di tempat tidur yang sebelah kanan, yang dekat dengan jendela.
"Tidurlah. Besok Kita akan berjuang memulai kejamnya kehidupan. Jadi kau harus kuat menghadapi hidup ini. Temukan kebahagiaanmu, maka aku akan merestuinya. " Perintahnya pada matahari.
"Cih... Anda ini belum tidur tapi sudah bermimpi sejauh itu 😂 " Kata matahari.
"Terserah dirimu lah. Aku Lelah. Aku Sudah hubungi bulbul pakai WA tadi. Besok mereka kesini sekitar jam 8, Jadi segeralah istirahat agar besok tidak kesiangan. " Perintah bintang.
"Siap komandan 😊 "
"Selamat malam menjelang pagi bang." Sapa matahari.
__ADS_1
Bintang pun mendekati matahari dan mengucapkan hal yang sama, tak lupa menarik selimut matahari dan menyelimutinya hingga dada. Kemudian mengecup keningnya dalam dalam.
"Selamat malam juga sayang, mimpilah yang Indah. Kamu terlalu sibuk bersedih hari ini, dan mulailah kebahagiaanmu besok ketika dirimu mulai bersinar. " Kata bintang.
Mereka pun akhirnya tertidur dalam mimpi mereka masing masing. Melepas penat seharian Karena sudah berada di dalam kereta. Membuat mereka sangat Lelah.
********
Malam pun berlalu,
Pagi telah lalu menyapa,
Gelap telah pudar,
Sinar pun mulai terang,
Bulan Dan bintang menghilang,
Sinar pun mulai berdatangan.
Ketika matahari mulai terbit dengan redupnya,
Akan ada sepercik embun yang menyejukkan,
Ketika matahari mulai menyempurnakan sinarnya,
Ketika matahari mulai lelah IA akan tenggelam disana,
Dan meninggalkan sebuah Kenangan bersama Senja.
Matahari tidak menjanjikan kebahagiaan seseorang,
Tapi Dia mengisyaratkan sebuah Kenangan,
Matahari tidak menjanjikan sebuah harapan,
Tapi Dia menjadi Lambang sebuah keinginan.
Jika matahari tidak terbit lagi,
Janganlah engkau enggan menghadapi hari esok,
Jika langit tidak selalu biru,
Janganlah engkau membenci pada gelapnya,
Karena mereka Ada saling beriringan.
__ADS_1
Dalam hidup Ada kebahagiaan,
Dalam hidup Ada penderitaan,
Mereka saling berkaitan,
Hari ini kita bisa tertawa bahagia,
Esok kita bisa menangis dalam derita,
Atau bahkan sebaliknya.
Tuhan tidak berjanji atas kesempurnaan seseorang,
Tuhan tidak berjanji atas kebahagiaan seseorang,
Tapi ketahuilah, Bahwa Tuhan itu adil..
Dia selalu memberi pelangi disetiap badai,
Senyum disetiap tetesan air mata,
Dan sebuah jawaban disetiap do'a..
Venthy venosa 💕💕💕
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
hay para readers
maaf jika banyak typo. semoga berkenan membaca jangan lupa berikan like my sedikit saja. jangan terlalu pelit it tidak baik dikehidupan mendatang 😂😂
thanks 💕💕💕💕
__ADS_1