Matahari

Matahari
Indonesia university


__ADS_3

Hari ini bulan Dan matahari pergi ke kampus. Mereka hanya pergi berdua diantar oleh pak Bagus sopir rumahnya. Padahal hari ini bulan berharap hengky bisa mengantarkannya, tapi Karena ada meeting dadakan dikantor dia tidak bisa mengantarkannya. Bulan pun mengerti, Karena ini semua terjadi atas kemaunan dirinya sendiri yang meminta hengky mejabat diposisinya saat ini dikantor hingga dia Benar benar memantapkan hatinya mengurus perusaahannya yang dijakarta. Sedangkan sang kakak megurus perusahaan Di German Dan sang papi di Jogjakarta.


Setidaknya hengky adalah orang yang bisa dipercayainya membantu mengurus perusahaan Dan juga dirinya. Sebenarnya bulan terkadang merasa kasihan terhadap hengky, dia tidak hanya menjadi sopirnya tapi juga asisten pribadinya, lebih tepatnya mungkin tangan kanannya. Setiap tindakan apapun yang dilakukan bulan tidak lepas dari campur tangan hengky.


***************


Akhirnya bulan dan matahari sampai di kampus, dan mereka mengikuti acara apel pagi dikampus mereka.


Mereka melakukan apa yang semalam diperintahkan oleh sang abang tercintanya. Melakukan daftar ulang dan memahami seluruh isi kampus mereka. Mereka pun berjalan beriringan menyusuri setiap langkah di koridor kampus. Tak sedikit yang memandang kecantikan paras mereka, banyak para pria yang dilewati mereka menyapa mereka dengan senyum manis dan kata Kata rayuan. Mereka hanya membalasnya dengan senyuman tanpa menghentikan langkah mereka, Karena tujuan mereka adalah berkenalan dengan tepat dimana mereka berdiri saat ini dan bukan untuk mengenal penghuninya. Ketika sudah dirasa semua tempat mereka lewati, akhirnya mereka berhenti di sebuah tempat yang letaknya paling ujung dari gedung ini. Tempatnya sangat luas dan banyak orang berlalu lalang masuk keluar dari pintu kaca ruangan itu.


"masuk sebentar yuk?" ajak bulan menarik tangan matahari. Matahari mengikuti saja bulan yang sangat antusias megelilingi semua tempat digedung ini dengan setiap incinya sekalipun.


Sebenarnya matahari sudah Lelah sekali berjalan kesana kemari tanpa henti, dirinya sangat haus Dan lapar Karena tadi pagi hanya sarapan satu potong roti tawar dan segelas susu. Sedangkan di hari hari biasanya saat di Jogjakarta dia selalu terbiasa sarapan dengan nasi dan lauk pauk.


Tapi dari tadi mereka belum menjumpai kantin seperti yang diinginkan matahari saat ini.


Mereka pun akhirnya masuk.



Perpustakaan...


"wah kerennn.." ucap bulan memuji ruangan yang mereka pijar saat ini.


"ini lebih besar dari perpustakaan kita dirumah. Iya kan?" sambungnya lagi bertanya pada matahari.


matahari menatap aneh tak percaya dengan perkataan bulan barusan. Dia menempelkan pundak telapak tangannya pada kening bulan.


"tidak panas. Tapi kenapa bicara nya ngelantur." kata matahari mengetuk ngetuk jari telunjuknya didagunya.


"ngelantur apanya. Emang benar kan perpustakaan kita tidak sebesar ini. Harusnya bang bintang membuat perpustakaan sebesar ini dirumah." kata bulan sambil berjalan ke arah rak buku dan mulai memilah milah buku yang meurutnya Bagus untuk dibaca.


Matahari menonyor kepala bulan sebelum mereka sampai di rak buku.


"eh perpustakaan ini digunakan oleh semua mahasiswa dikampus ini. Lihat saja berapa banyak lantai digedung ini dibandingkan hanya rumah kita yang hanya dua lantai saja. Coba kau hitung berapa banyak mahasiswa disetiap lantainya. Masih saja membandingkan rumah dan gedung ini." ujar matahari lalu berjalan mendahului bulan yang masih terbengong ditempatnya.


"oh iya ya.. hehe..." Kata bulan menepuk keningnya sendiri. Lalu berjalan kembali mengikuti matahari.


mereka sudah mendapatkan buku yang akan mereka baca. Lalu mereka mencari tempat duduk. Sialnya mereka, tempat duduk diruangan itu berpenghuni semua. Mungkin Karena ini adalah akhir semester pembuatan skripsi, jadi banyak kakak senior yang menggunakan waktu luangnya untuk mengerjakannya dan diperpustakaanlah mereka dapat menemukan buku penunjang yang bisa membantu mereka menyelesaikan skripsi mereka.


Tapi masih ada bangku kosong dipojok ruangan ini dekat dengan jendela kaca, yang hanya dihuni oleh satu orang pria dengan sebuah laptop didepannya. Bulan pun menarik tangan matahari berjalan menuju bangku tersebut. Tanpa meminta persetujuan bulan menarik tubuh matahari dan duduk didepan pria itu.

__ADS_1


Pria itu menoleh, menatap tajam kearah mereka. Lalu melambai ke arah security yang sedari tadi mengawasinya juga. Matahari tidak memandang pria tersebut, Dia hanya focus pada buku yang dipegangnya, sedangkan bulan sibuk dengan ponselnya yang sedari tadi bergetar terus menerus.


Tiba tiba dua security datang menghampiri mereka. Karena posisi matahari dipinggir, matahari menoleh kearah security tersebut dan menatap aneh.


"maaf Nona, kalian harus pergi dari bangku ini." kata security pada bulan dan matahari.


"tapi ada apa pak? maksud saya kenapa kita harus pergi dari sini?" Tanya matahari pada security tersebut. Bulan yang dari tadi sibuk dengan ponselnya pun ikut memandang aneh pada security tersebut.


"maaf Nona, tempat ini sudah Di reservasi oleh tuan yang berada di depan anda." Kata sang security menunjuk pria yang berada dibangku seberang bulan Dan matahari. Bulan dan matahari pun menoleh ke Arah pria tersebut.


Seorang pria berkulit putih berbadan atletis dengan kemeja navy Dan celana chino pants Berwarna coksu. Matahari memandangnya dengan tajam, tak beda dengan pria tersebut memandang matahari dengan sinis. Hingga tatapan mata mereka bertemu, matahari menatap bola mata itu secara intens dan tak beda jauh dengan pria tersebut. Matahari seperti pernah melihat tatapan mata itu secara dekat, sangat dekat. Dia seperti mengenali kelopak Mata itu. Dan pria itu pun melakukan hal yang sama, mata itu seperti tidak asing baginya. Bulan pun menatap aneh matahari dan pria itu yang tak henti melepar pandang. Hingga tepukan bulan menghentikan pandangan mereka.


"hey.. kau memandangnya seolah seperti mengenalnya." Tanya bulan pelan bahkan seperti berbisik, menghentikan adu pandangan mereka.


"mana mungkin. Lu tau kan gua baru beberapa hari Di Jakarta. Gua baru kenal sama bi lasmi, pak Bagus sama... " kata matahari pelan tak kalah dengan bulan dan menggantungkan perkataannya.


"sama siapa?" Tanya bulan penasaran.


"sama mamas hengky yang caem.. haha " ujar matahari meledek.


"jahat lu. Berani nikung gua GA akan anggep lu saudara lagi." Jawab bulan ketus seraya berdiri dan meninggalkan bulan.


"yah gitu aja ngambek." ujar matahari pada dirinya sendiri. Dan beranjak berdiri dari tempat duduknya, lalu mengucapkan Kata maaf pada pria tersebut dan kepada pihak security.


"tidak apa apa Nona, itu sudah tugas kami." jawab security.


"permisi." pamit matahari.


Berjalan pergi menghampiri bulan yang entah kemana dan disusul oleh security tersebut. Pria itu hanya memandang aneh punggung matahari yang kian menghilang.


"aku seperti pernah melihat mata itu. Tapi dimana ya, kenapa aku tidak mengingatnya.." batin si pria melihat kepergian matahari.


************


Kini matahari dan bulan sudah duduk di kantin kampusnya. Mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.


"kok lu bisa tau tempat ini bull?" Tanya matahari


"tadi pas gua keluar perpus GA sengaja nabrak cewek, terus keliatannya dia baik jadi gua tanya aja sama Dia." ujar bulan menjelaskan.


flashback

__ADS_1


"dasar si matahari. berani nyolek babang hengky sedikit aja gua tonjok lu." gerutu bulan keluar dari gedung perpus dan menuruni tangga.


"BRUUKK"


"aaauuuwww..." teriak seseorang yang ditabrak bulan.


"MA.... MA.... maaf kak, sa....sa....ya tidak sengaja." ujar bulan gugup meminta maaf padanya.


"tidak apa apa, Lain Kali berhati hatilah." katanya.


"baik kak, sekali lagi saya Minta maaf." kata bulan meminta maaf kembali.


"iya." Katanya pelan sambil menepuk pundak bulan. Lalu meninggalkan bulan.


"kak tunggu." panggil bulan kepada wanita itu.


Wanita itupun menghentikan langkahnya Dan menoleh ke Arah bulan.


"ada apa?" tanyanya.


"apa kakak tau dimana letak kantin di kampus ini? Ini hari pertama saya disini jadi belum sepenuhnya mengenal tepat ini." Tanya bulan.


Wanita itu menunjuk ke arah danau.


"didekat danau itu Ada kantin." jawabnya dengan senyum.


"namaku pelangi. Siapa namamu?" Tanyanya lagi.


"saya bulan kak. Terima kasih ya kak." ucap bulan.


"sama sama." jawabnya dan kembali pergi meninggalkan bulan.


flash end


"oh gitu.." Kata matahari mengerti.


"iya. setelah itu gua whatsApp elu biar kesini." jelas bulan kembali.


Matahari hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2