
Dilain tempat ada seorang laki-laki sedang merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur king size ternyamannya. Menatap indah langit-langit dinding kamarnya. Kamar yang berdominan manli dengan cat hitam abu-abu itu adalah tempat terfavoritnya untuk menghilangkan rasa lelah. Dia sedang tersenyum bahagia membayangkan dapat bersama selamanya dengan wanita yang dicintainya. Siapa lagi kalau bukan si Bumi yang lagi kasmaran dengan pujaan hatinya. Walaupun dia tau saat ini masih ada seseorang yang mengisi hati pujaanya itu. Tapi tidak membuatnya menyerah untuk mendapatkan hatinya.
Bumi POV
Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong,
hingga hanya dirimu dipikiranku sekarang,
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku,
kau sungguh membuatku tak mengerti,
Rasanya hati dan diri ini jadi tak menentu.
Untukku kau sangatlah berharga..
Lihatlah aku yang selalu berjuang untuk cintamu,
walaupun kau tak pernah menyadari itu,
tapi aku tetap mencintaimu,
walaupun perih merasakan seorang diri,
aku akan selalu setia menantimu,
Berharap engkau dapat merasakan cintaku ini,
yang begitu besar dan nyata..
Andai saja kau tau isi hati ini?
dan apa yang kurasakan sekarang?
ku berharap kau membalas semua rasa ini..
Andai kau tau hanya dirimu dihatiku,
hanya namamu yang terukir dijiwaku,
hanya wajahmu yang ada dibayanganku..
Tolong berhentilah berharap pada ketidak pastian,
karena ada yang nyata dengan penantian,
Berhentilah pada sebuah harapan yang palsu,
karena semua hanyalah kenangan dimasa lalu,
__ADS_1
berhentilah memintanya untuk kembali,
karena Semua tak mungkin terulang lagi.
anggaplah semuanya telah usai..
Dan bangunlah kembali bersamaku..
~
~
Oh malam sampaikan bait-bait kata_kataku ini padanya. Ah aku jadi merindukannya, sedang apa dia ya? apa sebaiknya aku menelfonya? Ah tapi sekarang sudah larut malam! Pasti dia sudah tidur. Tapi mengiriminya pesan tak apalah. Dibalas syukur ga dibales ya udah. aku pun meraih ponselku yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidur ku. Lalu ku kirimkan pesan kepadanya.
📨 Malam cantik! apa kamu sudah tidur? " isi pesan yang telah ku kirimkan padanya.
5 menit.
10 menit
15 menit..
Ku pikir dia sudah tidur. Sudahlah aku juga harus tidur. Besok saja aku akan menghubunginya lagi. Besok aku juga harus ke Rumah sakit untuk menjenguknya lagi. Tuhan semoga dia baik-baik saja. Karena hanya dia satu-satunya saudara yang ku miliki saat ini.
Mengingatnya membuatku mengingatkan beban ku. Oh god,, sungguh aku belum siap untuk kembali ke tempat asalku. Aku mencarinya karena ingin membagi kebahagiaan segaligus bebanku tapi ternyata kabar buruk yang harus kudapati. Seolah takdir mempermainkanku.
Brother, tenanglah. Aku akan selalu mengingat pesanmu untuk menjaga dua wanita terhebatmu dan berjanji mencari teman wanita dimasa kecilmu. Sepertinya dia gadis yang sempurna hingga tidak bisa membuatmu berpaling dan mencintai wanita lain. Bahkan kau selalu menceritakan dengan detail kenangan masa kecilmu bersamanya. Sungguh itu membuatku iri brother.
Bermain gelembung, berlari dipantai, bermain layang-layang di hamparan lapangan yang luas, berenang di sungai, berjalan-jalan ditengah kota yang ramai hiruk pikuk dan masih begitu banyak hal lain yang kau ceritakan hingga membuatku ingin kembali ke masa kecilku.
Kau tau brother? Jangankan berjalan-jalan dikota, hanya sekedar melangkahkan kaki ke luar rumah saja tidak di izinkan. Bahkan kau bisa bersekolah dengan banyak teman, sedangkan aku? Menimba ilmu pun tetap berada didalam kamarku hanya berteman dengan para pelayan yang hanya bisa menundukkan kepalanya. Aku tau seharusnya aku bahagia dengan segalanya ini yang mampu memenuhi Semua keinginanku. Hanya saja hidupku terasa hampa. Tanpa teman tanpa saudara. Orangtuaku pun sudah lama pergi meninggalkan ku saat tragedi itu, hanya aku yang tersisa. Untung kakek tidak ikut dengan kami waktu itu, aku tak mampu membayangkan hidupku kini.
#flashback
Di sebuah Rumah sakit di New York, terbaring seorang kakek yang sudah renta. Dengan banyak alat kedokteran yang tertempel didadanya, tak lupa sebuah alat bantu pernapasan yang terpasang di wajah bagian hidungnya.
"nak, ada yang ingin kakek sampaikan kepadamu sebelum kakek benar-benar pergi." ucap seorang kakek tua yang sudah berumur 70tahunan.
"kek, tolong berhentilah berbicara hal konyol itu. Kakek pasti akan baik-baik saja. Kakek tidak boleh meninggalkan ku sendiri." kata seorang anak muda.
"kakek tidak bisa melawan takdir nak. Semua ada karenanya dan akan kembali kepadanya. Begitu pun kakek. Kamu harus janji untuk tetap bahagia. Kakek akan menjaga mu dari sana." kata kakek itu.
"kakek tolong perkataanmu menyakitiku kek. kakek akan baik-baik saja dan akan tetap seperti itu." kata anak muda.
"Jangan menghalangi takdir nak". ucap sang kakek.
"ayolah kek, jangan berbicara seperti itu." elak anak muda itu.
"apa kakek boleh meminta satu permintaan nak?" ucap sang kakek.
__ADS_1
"tentu kek. Ini semua milik kakek." jawab sang anak.
"tolong maafkan kakek. Kakek hanya ingin mengatakan bahwa kamu masih mempunyai saudara nak. Carilah mereka dan bawalah kemari bersamamu. Selama ini mereka sudah menderita karena kakek." ucap sang kakek dengan menitihkan butiran-butiran crystal bening di pelupuk mantanya yang sudah menyipit karena terkikis oleh usianya seiring berjalannya waktu.
"apa maksudnya kek? aku sama sekali tidak mengerti?" tanya sang anak.
"kamu masih memiliki saudara nak. Ayahmu dulu memiliki seorang adik perempuan bernama Bella. Dia gadis yang sangat cantik dan populer dikota ini. Dia seorang model. Dia sangat berbeda dari daddy mu. Daddy mu selalu menuruti kemauan kakek, sedangkan dia selalu membangkang perkataan kakek. Uhukk.... uhukk... " kata sang kakek dengan menatapa langit-langit dinding rumah sakit dan terbatuk karena sistem pernapasannya yang sedang tidak labil.
"berhentilah berbicara kek. Pulihkan dulu kesehatan kakek nanti kita cari bersama kek." kata sang anak itu.
"Kakek sudah mencarinya nak... uhuk... uhuk... tapi dia terlanjur membenci kakek. huk... uhukkk..." ucap sang kakek dengan menutup mulutnya yang terbatuk.
"kek, berhentilah." ucap sang anak dengan merengkuh tangan sang kakek yang menutupi mulutnya.
"astaga kek, batuk kakek berdarah." panik sang anak, lalu menekan tombol emergency yang terletak di atas brankar kakeknya.
keadaan sang kakek pun mulai melemah terlihat dari detak jantung yang berada di layar monitor disampingnya. Genggaman tangannya pun terasa dingin dan merenggang. Tapi senyum diwajah pucat sang kakek pun tak pernah pudar. Seakan menandakan dirinya bahagia.
"kek bertahanlah. Ku mohon kek." kata sang anak diiringi isak tangisnya.
"a apa pun yang ter ja di ba ha gia lah nak. Te mui a sis ten han." ucap sang kakek dengan terbata-bata.
"kek... "
"ber hen ti me na ngis, ka kek ba ha gia." potong sang kakek kembali dengan tersenyum sembari menutup matanya. Tangan lemahnya masih tergenggam erat dengan tangan sang anak muda itu.
Tiiiiiiittttttttt
Suara monitor menggema di seluruh ruangan yang menjadi saksi perpisahan antara dua orang yang saling menyayangi itu. Layar monitor yang Tadiny terisi oleh angka-angka dan suara detak jantung kini telah kosong hanya menyisakan satu garis yang membelah layar.
"kakekkkkkkk...... bangun kek bangun. jangan tingalin bumi sendiri kek." teriak sang anak dengan mengguncang tubuh sang kakek.
#flashend
.
.
.
.
.
~*Jangan memaksakan kehendak mu terhadap orang lain. karena terkadang hati dan pikiran seseorang itu berjalan tak searah. Sebelum penyesalan mendarat di benak mu....
#**jangan lupa tinggalkan jejak like dan comment mu, dan langkahkan vote dalam berandaku..
thanks 💕💕💕💕***
__ADS_1