
Waktu demi waktu terus berputar. Hari demi hari pun telah terlewati. Kini sudah satu minggu berlalu, dan hari ini adalah Hari pertama masuk ke kampus. Dimana ospek akan dilaksanakan.
Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek merupakan momentum bersejarah bagi setiap siswa yang memasuki pintu gerbang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan langkah awal pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sedikit banyak ditentukan oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut.
*********
Hari ini bulan dan matahari berangkat diantar oleh sang kakak. Bulan pun lagi lagi kecewa karena bukan hengky yang mengantarnya. Wajahnya begitu suram bagaikan langit tak berawan, biru kelabu. Matahari yang melihatnya dari kaca spion depan pun bertanya tanya dalam hatinya karena semalam dia begitu antusias akan datangnya hari ini, tapi nyatanya sekarang malah sebaliknya.
"ehemmm.. kenapa bul?" Tanya matahari.
"kenapa?" bulan mengernyit kening heran dengan pertanyaan matahari.
"iya, kenapa wajah mu itu? seperti akan turun hujan lebat saja" ujar matahari.
"hujan? kau ini aneh. Asalkan ada matahari langit tak akan pernah turun hujan." elak bulan.
kenapa malah bawa bawa langit sih.. ck bikin keinget aja sih bulbul mah. inget harus move on. Biarkan langit berada pada tempatnya!
"hey... Kenapa malah kau balikkan perkataanku?" kesal matahari.
"Diamlah matahari. Mau ku sumpal bibir mungilmu itu dengan papan nama ini?" ujar bulan.
"Bukannya udah selesai PMS yeah. Tapi kok malah tambah galak aja sih. Apa sisa sisa kemarahan bekas PMS nya masih melekat pada otaknya. Dasar aneh." gumam matahari lirih, tapi masih terdengar oleh bulan.
"apa kau bilang?" teriak bulan dari kursi penumpang belakang.
"ti -tidak. Tidak apa apa kok bul." kata matahari gugup.
Sial! Bahkan dia lebih terlihat galak hari ini. Sepertinya aku harus menjaga omongan. Ya lebih baik tidak berkata apa apa dan hanya perlu menjawab jika dia bertanya sajalah. Mungkin diam lebih baik agar tidak memancing emosinya lagi.
"Kalian ini kenapa sih. Jangan berantem kayak gitu GA baik. Nantikan kalian satu kelas. Jangan marahan atau musuhan." timpal bintang.
Jengah dengan sikap mereka yang dari tadi hanya ribut. Walaupun ribut kecil, tapi dua sejoli ini jika beradu mulut takkan pernah berhenti. Kecuali jika matahari mengalah, Karena bulan itu orangnya keras kepala. Sebenarnya sifat mereka itu 11 12 hanya saja matahari lebih bersikap dewasa jika menghadapi masalah beda dengan bulan. Dia selalu menggunkan emosi dan suka menyimpulkan pendapatnya sendirilah yang paling benar, tanpa mencari dulu kebenarannya.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 30menit mereka sudah sampai didepan gerbang kampus. Mobil pun berhenti tepat didepan gerbang kampus. Mereka pun segera berpamitan sebelum turun dari Mobil. Tidak lupa mencium punggung lengan tangan sang kakak lalu mencium pipinya. Bintang pun tak lupa mencium kening adik adik tersayangnya.
"kita pamit ya kak, Assalamu'alaikum." ujar bulan dan matahari bersama.
"Wa'alaikumsalam. Jangan buat masalah dihari Pertama ospek. OK?" kata bintang memperingati sang adik.
"OK boss!" jawab mereka serempak.
Bintang pun masih setia melihat adik adiknya masuk ke halaman kampus, hingga dirasa sang adik sudah tak terlihat oleh jangkauan matanya bintang pun melajukan kembali mobilnya menuju kantor. Disana hengky pasti Sudah menunggunya dengan setumpuk file yang akan dibahas rapat hari ini.
*******
Astaga kenapa semuanya memakai papan nama? apa aku melewatkan informasi penting ini! Oh ya tadi bulan juga menyebutkan papan nama waktu di mobil. Astaga kenapa bisa seceroboh ini. Waktu itu bulan sudah memperingatkanku untuk membawa papan nama. Ya Tuhan aku benar benar lupa. Abang maafin matahari, sepertinya matahari akan membuat satu masalah hari ini. Maaf!
__ADS_1
Wajah matahari terlihat Sangat pucat. Bulan tidak memperhatikan gerik matahari Karena dirinya sendiripun masih sangat kesal dengan hengky yang tak mengantarnya ke kampus. Mereka masih terus berjalan menuju lapangan. Matahari dengan wajahnya yang pucat Karena memikirkan hukuman yang mungkin akan dia gelar hari pertama ospek. Sedangkan bulan dengan wajah lesunya memikirkan sang pujaan hati yang kian hari makin sibuk dengan urusan kantornya bersama sang kakak.
Mereka pun sudah sampai di lapangn, dimana acara ospek akan berlangsung. Sudah banyak mahasiswa Baru yang berjajar dilapangan. Mereka berdiri didepan papan jurusan masing masing. Tapi bulan dan matahari Masih Enggan menuju tempat mereka. Seperti yang mereka lakukan saat ini. Mereka malah duduk di kursi panjang yang berjajar di pinggir lapangan menunggu kakak kakak pembina memulai acaranya.
ddrrrrrtt drrrrttt drrrrt
tiba tiba ponsel bulan berbunyi. Dia pun merogoh ponselnya disaku tasnya. Ada satu notifikasi pesan masuk. Bulan pun membuka pesan tersebut. Senyum pun mengembang dibibir mungilnya. Siapa lagi yang mampu meluluhkan hatinya si keras kepala ini kalo bukan sang mantan sopir yang sekarang menjabat menjadi asisten sang kakaknya. ya... si hengky.
"Semangat opeknya Nona,
maaf tidak bisa mengantar dihari pertama.
jangan lupa makan.
kalo pingsan kasian kakak pembinanya.
Anda terlalu berat ππ "
-hengky-
"terima kasih.
Tak apa. tapi kau harus menerima hukuman dariku Karena melalaikan tugasmu hari ini tukang supir!
tak makan sehari pun takkan membuatku mati bodoh! π€£π€£ "
-bulan-
hey... apa anda lupa Nona. Selama Bapak bintang berada disini saya bukan lagi supir anda.
Mohon dimengerti Nona.
Memang tak membuatmu mati. Tapi kasihanilah cacing cacing perut anda, mereka pasti akan sangat membencimu jika telat memberinya makan barang sedetik saja."
-hengky-
"Dasar! banyak kali alasan!
sudahlah. acaranya akan segera dimulai."
-bulan-
"anda marah Nona?
saya tidak suka dihukum Nona.
sebagai gantinya, bersiaplah nanti malam. Saya akan mengajak anda makan malam sebagai hadiah Karena anda sudah menjadi gadis besar sekarang π
__ADS_1
saya jemput pukul 7.30 Nona.
semangat π "
-hengky-
"ok π"
-bulan-
Bulan pun mengembalikan ponselnya kedalam tasnya. Matahari merasa aneh dengan sikap saudaranya ini. Tadi dirumah mukanya kusut, dimobil marah marah GA jelas, sekarang senyum senyum sendiri. Matahari pun reflex menempelkan punggung tangannya dikening bulan.
Tidak panas. Tapi kenapa dia aneh sekali.
"apaan sih ta!" ujar bulan seraya menepis tangn matahari dari keningnya.
"elu GA gila kan bul?" tanya matahari.
"pertanyaan macam apa itu." ujar bulan ketus.
"gue bingung aja tadi dirumah kek baju ga kesetlika Selama setahun, dimobil kek emak singa nyariin anaknya, lah sekarang! kayak orang lagi Nanang kuis, senyum senyum sendiri." kata matahari menatap lekat manik saudaranya dengan intens.
"GA usah bingung. Udahlah tu acara udah mau mulai ayo kesana." ujar bulan mulai berdiri dan menarik tangan matahari berjalan menuju barisan mereka dengan para mahasiswa management lainnya.
tuh kan ini anak hari ini kelihatan sablengnya!
Mereka pun ikut berbaris dengan rapi. Bulan masih tidak memperhatikan matahari yang tidak memakai papan nama di dadanya. Mereka masih menggunakan seragam SMA Selama ospek dilaksanakan. Kecuali nanti setelah hari terakhir mereka diminta mengunakan baju olahraga. Karena setiap hari sabtu kampus mengadakan kegiatan olahraga dengan mengundang kampus lain untuk sekedar sparing untuk mempererat persahabatan antar kampus.
Tidak semua mahasiswa harus mengikuti acara ini, Karena biasanya pada hari sabtu para mahasiswa diliburkan dari rutinitas kampus dan kebanyakan anak remaja sekarang lebih suka berlibur daripada harus mengikuti kegiatan dikampus yang melelahkan dan menyita banyak waktu muda mereka untuk bersenang senang.
priittttttt
peluit panjang pun terdengar. Para mahasiswa ospek pun membenarkan barisannya. tak terkecuali bulan dan matahari. Mereka semua pun sibuk membenarkan seragam dan name tag mereka. kecuali matahari! Dia begitu santainya menatap sekelilingnya padahal saat in hatinya tak dipungkiri sedang dalam mode gugup tingkat dewa....
"Hey kamu.....!!" sapa kakak pembina.
.
.
.
.
.
ππini lagi merenungi nasib bakalan kena semprot kakak pembina nih. muka muka cengo cantik ππ
__ADS_1