
Matahari pun menoleh. Seketika bibirnya tertarik keatas dan menyunggingkan sebuah senyuman. Matahari pun berhambur memeluk mereka.
"Mamskiiii..... Papskiiiii.... Kalian juga disini? " Tanya matahari dalam dekapan mereka.
"Tentu sayang. Kami tidak akan melewatkan kepergianmu. " Jawab ibu paruh baya yang tak lain adalah kakak perempuan kandung dari ibu matahari.
Dia adalah Nindy dwi rahman. Seorang dosen ekonomi di salah satu fakultas Yogyakarta.
"Terima kasih. Kalian baik sekali pada matahari. Matahari pasti akan merindukan kalian disana. Jangan lupa tengokin matahari ya. Siapa tau nanti matahari tidak terbit seperti hari ini 😢 " Pinta matahari dengan raut yang sedih dengan bibir manyunnya.
"Kau ini bicara apa? Matahari nya mamski dan papski akan selalu terbit dan tenggelam ditempat yang sama." Kata laki-laki paruh baya yang tak lain adalah suami nindy.
Dia adalah Nathan abi wardhana . Beliau juga berasal dari keluarga terpandang yaitu keluarga wardhana. Salah satu keluarga terkaya di indonesia. Ditambah lagi dia menikah dengan nindy yang berasal dari keluarga rahman yang sama sama dari keluarga berada. Bisa dipastikan kedudukannya lebih tinggi lagi saat ini. Holang kaya nikah sama holang kaya. Tambah kaya mulu kan, yang miskin sabar ya hehe..
Mereka berdua menikah karena perjodohan antar bisnis. Jadi sudah dipastikan keturunan adalah prioritas dari keluarga mereka.
"Gitu ya kalau ada si matahari inget abang nya kalo cuma malam doang!" Dengus anak laki2 tadi dengan kesal.
__ADS_1
"Ck....Cemburu abang? " Tanya matahari padanya.
"Gak! Cuma berasa di anaktirikan saja. Untung hanya satu matahari. Coba aja kalau kalau si bulbul juga nongol disini. Abang mah bisa apa! Ibarat anak pungut yang diambil dari kolong jembatan, diabaikan dan ditelantarkan! " Curhat anak tadi dengan raut wajah yang menyedihkan.
"Berasa bener gitu si abang mah..haha! Abang kan tau sendiri kalau kalau abang lupa. Bintang dan bulan itu hadirnya pas malam hari jadi kalu orang tua abang lihatnya hanya matahari jangan salahkan matahari. Salahkan orang tua abang yang kasih nama bintang. " ledek matahari tanpa dosa, senyum selalu terukir dalam wajah manisnya.
Yasaaa... Anak laki laki itu adalah Bintang rahman wardhana. Laki laki yang perfect bagi kaum hawa ini adalah anak pertama dari nathan dan nindy. Tampang oke dengan hidung mancung mata agak sipit manik berwarna biru semu kulit putih bersih. tinggi dan bb yang ideal dengan dadanya yang exsotis seperti roti tawar yang berjajar jajar.
Dan anak kedua mereka adalah Bulan dwi rahman wardhana. Gadis ini begitu cantik. Bahkan sekali senyum saja membuat para kaum adam jadi klepek klepek. Memang tidak begitu cantik tapi lebih dari kata manis. danau yang ada di kedua pipinya membuatnya semakin lebih manis. Apalagi jika tersenyum danau itu seakan tenggelam ke dasar rahang pipi hingga terlihat lekukannya. Tapi perlu di ingat gadis ini judes nya kebangetan.
Lihat nanti ya kalau sudah nyampai jakarta 😂
"Abang!!! Look mommy!!! " Pinta sang mami.
Seketika bintang langsung menoleh ke arah maminya dan cengengesan pura pura tidak mengerti.
"Mami buka enggak bolehin hanya saja belum tepat. " Tegas nindy.
__ADS_1
"Sudah-sudah kenapa pada debat semua. Oh ya sayang kapan keretanya berangkat? Perasaan kita disini sudah hampir satu jam loh ini tapi keretanya enggak berhenti-berhenti?" Tanya nathan pada matahari dengan sesekali mengacak ujung rambut matahari.
"Dua puluh menit lagi kayanya pi. Abang beneran mau ikut ya pi? Mending enggak usah deh pi dia bukannya bantuin malah nyusahin nanti. " Kata matahari dengan nada meledek dan kesal.
"Iya nak. Biar abang mu nanti jagain kamu sama bulan disana. Karena papski tidak mungkin bisa menjaga kalian setiap hari. Papski punya banyak tugas disini, jadi papski lebih tenang kalau kalian disana ada yang menjaga kalian. Dan paspki juga bisa tenang bulan madu berdua tanpa kalian, iya kan maaa?? " Tanya nathan pada istrinya dengan nada menggoda dan menaik turunkam alisnya.
Bukan pujian atau anggukan yang menjadi jawaban tapi malah cubitan keras pada pinggang suaminya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.