Matahari

Matahari
Pertemuan kedua bulan dan hengky part3


__ADS_3

meet up cafe sawangan


(Jl Raya sawangan no. 19 Pancoran MAS, Kec pancoran mas, kota depok, jabar)


Pagi itu Bulan duduk seorang diri di sebuah caffe yang tidak terlalu jauh dari sekolah yang akan didatanginya untuk melanjutkan pendidikan di tingkat menengah atas, untuk menyantap sarapannya, karena Art dirumahnya sedang cuti pulang kampung jadi tidak ada yang memasak dirumah.


Karena masih pagi jadi tempatnya masih terlalu sepi, caffe pun juga baru buka beberapa menit yang lalu. Dia duduk di meja out door dekat dengan parkiran. Seorang pelayan pun datang menghampiri dan menyodorkan daftar Menu. Bulan pun mulai memesan makanannya. Dia duduk dan mulai memainkan HP nya sambil menunggu pesanannya datang.


Tak lama kemudian pesanan pun datang.



"rice bowl and coffee kejujuran"


"Selamat menikmati kak." kata pelayan.


"terima kasih." jawab bulan.


Pelayan pun berlalu meninggalkan bulan setelah meletakkan pesanan diatas meja. Dan bulan mulai menyantap sarapannya dengan lahap. Bulan tidak mau berlama lama karena dia harus ke Sekolah barunya untuk melakukan daftar ulang.


Setelah selesai makan dia memanggil pelayan untuk meminta bill. Pelayan pun datang dan menyodorkan tagihannya. Bulan pun memberikan selembar uang dan meminta sang pelayan untuk mengambil kembaliannya.


Saat akan beranjak dari duduk tiba tiba ada yang menepuk pundak bulan. Bulan pun menoleh.


Bulan tak menyangka siapa yang ditemuinya saat ini. Orang yang selalu membayang bayangi fikirannya beberapa hari lalu. Akhirnya muncul di hadapannya.


Siapa lagi kalo bukan malaikat pencabut Nyawa nya itu. ya si Hengky hehe... ganteng ganteng dibilang pencabut nyawa guys sadis bener dah si bulbul..


"ya Tuhan kenapa dia bisa ada disini. Semoga saja tak sekedar bertemu, melainkan jodoh Hihi.." batin bulan


"hey... " sapa bulan.


"boleh duduk?" tanya hengky


"silahkan. Lagian ini juga bukan caffe gua kok." jawab bulan tersenyum.


"udah selesai ya? Gua telat dong!" kata hengky sambil memasang wajah kecewa dan mendudukkan dirinya dikursi samping bulan.


"apa kita sebelumnya janjian?" tanya bulan heran dengan pertanyaan hengky.


"GA juga sih.. hehe..." jawab hengky tertawa canggung.


"kenapa sendiri? GA ada temennya? Lu masih sekolah SMP ya? kok pake sragam anak SMP?" Kata hengky sedikit heran dan memberondongi dengan pertanyaan pertanyaan konyol.


"Pertanyaan Lu garing!" jawab bulan mengerutkan kening nya.


"kalo gua sendiri berarti GA Ada temennya. kalo gua pake sragam smp berarti gua emang anak smp. emang kenapa?" sambungnya dengan memincingkan mata nya heran.


"cuma tanya doang kok. Udah mau balik ya? Temenin gua ngopi bentar bisa?" pinta hengky.


"cuma ngopi kan? soalnya gua mau ke sekolah buat daftar ulang disekolah baru." kata bulan.


"iya.." kata hengky


"eh.. Mbk Mbk.. " kata hengky pada seorang pelayan.


"iya kak." kata si pelayan.


"coffee latte dua ya." kata hengky kepada pelayan tadi.


"baik kak." kata si pelayan dan beranjak pergi menuju ruang dapur.


"eh gua habis minum dingin. jadi GA bisa minum yang hangat." Kata bulan


"lagian lu, pagi pagi udah minum minum yang dingin." Kata hengky.


"udah biasa soalnya." sahut bulan.


"ya udah mulai sekarang kalo pagi awali dengan kehangatan. Kasihan lambungnya pagi pagi kedinginan." titah hengky dengan senyum tampannya.


"Lu mau daftar sekolah dimana?" Tanya hengky kembali pada bulan mengalihkan topic pembicaraan.

__ADS_1


"Abang gua daftarin gua di SMA negeri 1 Depok. Selain sekolah favorite, sekolah itu juga deket dari rumah." Kata bulan jujur.


"adik kelas gua dong." kata hengky


"emang lu sekolah disitu?" tanya bulan heran sekaligus senang bisa satu sekolah dengan laki laki yang beberapa hari lalu membuatnya susah tidur..


"iya.. sayang ya tapi gua baru saja lulus. Jadi cuma menggelar sandang alumni." jawab hengky kecewa.


"oh...." bulan hanya ber OH ria saja.


"baru juga seneng tapi udah patah.. hiks hiks..." batin bulan kecewa


Tiba tiba pelayan datang dan menaruh pesanan hengky dengan nampan diatas meja.



"Dua cangkir coffee Latte"


"silahkan menikmati kak." kata pelayan setelah meletakkan coffee di atas meja.


"terima kasih." Jawab bulan dan hengky bareng.


Dan pelayan pun pergi meninggakkan mereka berdua.


"emmmmbbb... lu lagi nyari kerjaan ya?" tanya bulan penasaran dengan map coklat yang dibawa hengky.


"Dari mana lu tau?" Tanya hengky heran.


"tuh map yang lu bawa! Surat lamaran kerja kan?" Tanya bulan dengan menunjuk map coklat dengan sorot matanya.


"emang GA lanjutin kuliah?" sambungnya lagi.


"oh ini, kirain lu punya indra ke enam haha...." jawab hengky asal dan tertawa.


"Ini juga lanjut kuliah kok. tapi jalur online aja soalnya GA Ada banyak biaya kalo harus ngambil regular. Kalo ngonline kan bisa sambil kerja buat nyambung hidup dan bayar sks nantinya." kata hengky dengan senyum getir.


"emang kemana orang tua lu?" tanya bulan


"sorry gua GA tau." Kata maaf bulan pada hengky tak mau membuat hengky bersedih.


"nggak apa apa kok." kata hengky sambil menghisap coffee nya yang sudah agak dingin.


"Jadi Lu Sekarang tinggal di panti?" Tanya bulan.


"udah GA sih" Kata hengky.


"Sejak masuk smp gua mulai pergi dari panti dan mulai hidup mandiri. Dulu gua sempet kerja di sebuah restoran deket gua sekolah. Dan setelah kelulusan ada pengumuman beasiswa, gua seneng banget Karena gua juga termasuk siswa berprestasi dan memdapatkan beasiswa tersebut. Tanpa pikir panjang gua langsung menerima tawaran itu dari guru BK tanpa mengetahui letak sekolahnya terlebih dahulu. Dan sialnya sekolah nya jauh dari tempat gua ngekos dan kerja, butuh waktu sejaman untuk sampai. Setelah masuk efektif ke sekolah baru, gua mulai tanya temen temen tempat kost terdekat dan ramah kantong pelajar agar lebih efisien ke Sekolah tanpa pemborosan." Kata hengky menjelaskan pada bulan.


"jadi lu ngekos daerah sini?" tanya bulan.


"GA gua tinggal dirumah temen gua. Dulu temen gua nawarin untuk tinggal dirumahnya. Awalnya sih gua nolak karena GA enak, soalnya kita baru kenal dan gua juga GA mau merepotkan orang lain. Beberapa penolakan selalu gua jadikan alasan untuk menolaknya. Tapi setelah dia Minta gua buat jadi tukang kebun dirumahnya akhirnya gua terima tawaran itu. Disana gua GA cuma jadi tukang kebun aja, kadang kalo papa temen gua sibuk, gua juga berperan jadi seorang supir." Kata hengky berhenti sebentar sambil menatap ke sembarang arah.


"Mereka sangat baik dan sudah menganggap gua seperti keluarganya sendiri. Dan setelah satu minggu pengumuman kelulusan mereka semua pindah ke New York, papa nya ada tugas disana dan memaksa mereka harus menetap disana jadi dia akan melanjutkan kuliah disana. Dan mereka menitipkan rumahnya pada gua supaya Ada yang merawat dan tetap Ada yang menempati." jelas hengky yang lagi curhat.


"ceritanya lu lagi curhat nih?" kata bulan dengan sedikit menggoda.


"Hanya sedikit haha..." jawab hengky asal karena malu dengan tingkah bodohnya. Bisa bisanya cerita masalah hidupnya yang mengenaskam seperti itu.


"Lu bisa nyopir kan?" Tanya bulan.


"bisa. Memang kenapa?"Tanya hengky.


"bukan bermaksud untuk merendahkan ya... tapi saat ini gua lagi butuh sopir sekaligus asisten kalo lu mau kerja sama gua. Abang gua juga nyuruh gua buat nyari yang sekalian bisa jadi bodyguard gua juga." kata bulan dengan lirih takut menyinggung perasaan hengky.


"ayo katakan kalau lu mau mau mau, mau ajalalah." Batin bulan.


Hengky terlihat diam dan menatap kosong ke sembarang arah. menimbang nimbang tawaran bulan.


Merasa tak ada jawaban bulan mencoba membuyarkan lamunan hengky dengan pertimbangan.


"hey.." sapa bulan menepuk pundak hengky.

__ADS_1


"emmmbbttt......" hengky nampak berfikir.


"Lu GA perlu jawab sekarang kok." Kata bulan pada hengky.


"Oh ya Karena lu tadi bilang baru lulus sma berarti lu lebih tua dari gua dan seumuran mungkin sama abang gua, jadi gua panggil lu kakak aja biar lebih sopan." Terang bulang.


(menerangkan ya guys, lebih tepatnya menjelaskan. Jadi bukan terang bulan yang ada Di gerobak pinggir jalan itu haha 🤤🤤)


"Jangan.. Terlihat tua ya gua. Gua paling cuma beda satu tahunan sama lu." tegas hengky.


"kok bisa?" heran bulan.


"Lu katanya baru lulus sma, dan abang gua juga sama baru lulus sma juga. Jadi seenggaknya kalian seumuran kan?" Tanya bulan lagi.


"gua dulu ngambil kelas extra waktu Di Smp dan sma. Dua tahun di Smp dan Dua tahun di sma. Biar mempersingkat biaya. Walaupun gua GA membayar sepeserpun Karena semua berkat beasiswa. Jadi kalo normal paling sekarang gua baru kelas 2." jelasnya hengky pada bulan.


"oh... Jadi tawaran gua gimana nih?" Tanya bulan lagi.


"katanya GA perlu jawab sekarang." kata hengky mengeruutkan keningnya heran.


"jawab sekarang aja gua maksa kali ini." tegas bulan dengan jutek.


"emmbbtttt....."


"okay gua terima tawaran lu. Jadi gua mulai kerja kapan?" Tanya hengky.


"mulai minggu depan Lu udah bisa kerja. Soalnya besok gua bakalan ke kampung halaman dulu nemuin sepupu dan orang tua gua paling minggu depan baru balik. kangen gua sama mereka. Dan ini ID card buat masuk komplek. Masih nyimpen kartu nama gua kan? Nanti Lu bisa whatsApp gua buat jadwal kerja lu." jelas bulan kembali dengan menyodorkan sebuah kartu.


"okay." singkat hengky


"kayanya terlalu lama deh kita ngobrol. Padahal tadi Katanya cuma mau ngopi bentar." Kata bulan menyindir.


"haha sorry ya." Kata hengky terkekeh dengan kelakuannya.


"Gua anter ke Sekolah lu aja gimana? sebagai tanda Minta maaf udah nahan lu disini lama" Tanya henky menawarkan diri.


"GA usah. Hari ini gua bawa sepeda motor kok." Kata bulan.


"kalo gitu gua pergi dulu ya, takut keburu tutup sekolahnya. thanks coffee nya." Kata bulan lagi sambil menghabiskan coffee nya.


"okay...."


"Hati hati dijalan Nona muda ." kata henky menggoda majikan barunya dengan menahan tawanya.


"sialan lu.. " kata bulan berlalu meninggalkan hengky sendiri dan mulai menaiki motornya menuju sekolahan.


"saya akan merindukan waktu waktu seperti ini Nona muda. Ketika coffee kita semakin dingin. Tapi percakapan kita malah semakin hangat." batin hengky.


************


flash end..


Dan Di situlah awal pertemuan mereka berdua hingga terjalin erat. Sebenarnya mereka berdua saling menyukai hanya saja mereka enggan mengakuinya. Bulan ingin hengky mengungkapkan perasaannya padanya Karena yang dia tau hengky selalu perhatian padanya belakangan ini. Sedangkan hengky pun enggan mengungkapkan perasaannya Karena Dia menganggap dirinya tak pantas untuk bulan. Bulan adalah majikannya, jadi mana mungkin bulan mau dengan seorang supir seperti dirinya. Dia juga menyadari pangkatnya yang tak sederajat dengannya.


.


.


.


.


.


.


.


"ingat kawan,,


Cinta itu datang Karena sebuah hasrat bukan Karena adanya pangkat dan derajat.."

__ADS_1


(venthy venosa)


__ADS_2